Oleh: Marchilia Damayanti- SMKN 1 Sigi Sulteng
Heboh guru impor melanda dunia pendidikan di Indonesia. Berbagai pendapat pro dan kontra menghiasi laman media sosial. Guru di Indonesia membutuhkan pemantik untuk lebih berinovasi dan kreatif dalam proses pembelajaran. Itu menurut sebuah pendapat pro adanya guru impor. Ada pula yang kontra dengan program ini, mereka berpendapat bahwa guru impor menunjukkan ketidakmampuan guru-guru di Indonesia memajukan pendidikan di negara ini. Terlepas dari kedua pendapat di atas, profesi apapun selalu membutuhkan peningkatan kualitas bahkan pembaharuan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di era revolusi industri 4.0 ini sumber daya manusia harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan iptek. Jika tidak dapat mengejarnya maka kita akan ketinggalan bahkan ditinggalkan. Rektor Universitas Gadjah Mada bapak Panut Mulyana dalam Koran Sindo edisi 25 April 2019 menyatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa di era revolusi industri 4.0 ini kalangan akademisi harus menyiapkan semuanya dengan baik. Akademisi harus menyesuaikan perkembangan era industri 4.0. Guru memegang kunci turut menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Profesionalitas seorang guru tidak hanya dinilai dari satu atau dua kompetensi saja. Akan tetapi semua kompetensi harus dimiliki seorang guru. Guru di Indonesia tidak kalah hebatnya dengan guru dari luar negeri. Aspek inovasi dan kreativitas guru Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak guru hebat dan berprestasi yang dapat dijadikan sumber inspirasi bagi kemajuan pendidikan. Mudahnya mengakses segala informasi dan teknologi bisa menjadi motivasi guru untuk terus mengupdate dan mengupgrade kompetensi pedagogik dan profesionalnya. Kelebihan lainnya, guru di Indonesia lahir dan besar dengan budaya luhur bangsa. Kesantunan, keramahan dan kesopanan ciri menonjol karakter yang tertanam pada setiap pribadi yang hidup di negara tercinta ini. Sehingga guru dapat lebih mudah menanamkan karakter-karakter luhur bangsa.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan guru impor? Apakah bisa menularkan karakter dan kepribadian berlandaskan budaya luhur bangsa kepada anak didik kita? Kondisi ini bisa saja terjadi manakala si guru impor mau mempelajari dan membiasakannya. Segala sesuatu jika dibiasakan akan berubah menjadi perilaku. Jadi menyikapi fenomena guru impor, banyak pelajaran yang bisa kita peroleh. Fenomena guru impor hendaknya menjadi suntikan bagi kita yang berprofesi sebagai guru untuk terus mengupdate dan mengupgrade pengetahuan,kompetensi dan skill. Tidak usah resah gelisah tiada tara, hehehe. Ayo terus belajar jangan kalah dengan guru impor. Don't stop to learn. No limit to learn to innovate Salam guru beta=( belajar tiada akhir)



