Rabu, 01 Januari 2020

Guru Indonesia Hebat

 Oleh: Marchilia Damayanti- SMKN 1 Sigi Sulteng 

            Heboh guru impor melanda dunia pendidikan di Indonesia. Berbagai pendapat pro dan kontra menghiasi laman media sosial. Guru di Indonesia membutuhkan pemantik untuk lebih berinovasi dan kreatif dalam proses pembelajaran. Itu menurut sebuah pendapat pro adanya guru impor. Ada pula yang kontra dengan program ini, mereka berpendapat bahwa guru impor menunjukkan ketidakmampuan guru-guru di Indonesia memajukan pendidikan di negara ini. Terlepas dari kedua pendapat di atas, profesi apapun selalu membutuhkan peningkatan kualitas bahkan pembaharuan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di era revolusi industri 4.0 ini sumber daya manusia harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan iptek. Jika tidak dapat mengejarnya maka kita akan ketinggalan bahkan ditinggalkan. Rektor Universitas Gadjah Mada bapak Panut Mulyana dalam Koran Sindo edisi 25 April 2019 menyatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa di era revolusi industri 4.0 ini kalangan akademisi harus menyiapkan semuanya dengan baik. Akademisi harus menyesuaikan perkembangan era industri 4.0. Guru memegang kunci turut menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. 

 


 

            Profesionalitas seorang guru tidak hanya dinilai dari satu atau dua kompetensi saja. Akan tetapi semua kompetensi harus dimiliki seorang guru. Guru di Indonesia tidak kalah hebatnya dengan guru dari luar negeri. Aspek inovasi dan kreativitas guru Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak guru hebat dan berprestasi yang dapat dijadikan sumber inspirasi bagi kemajuan pendidikan. Mudahnya mengakses segala informasi dan teknologi bisa menjadi motivasi guru untuk terus mengupdate dan mengupgrade kompetensi pedagogik dan profesionalnya. Kelebihan lainnya, guru di Indonesia lahir dan besar dengan budaya luhur bangsa. Kesantunan, keramahan dan kesopanan ciri menonjol karakter yang tertanam pada setiap pribadi yang hidup di negara tercinta ini. Sehingga guru dapat lebih mudah menanamkan karakter-karakter luhur bangsa. 

               Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan guru impor? Apakah bisa menularkan karakter dan kepribadian berlandaskan budaya luhur bangsa kepada anak didik kita? Kondisi ini bisa saja terjadi manakala si guru impor mau mempelajari dan membiasakannya. Segala sesuatu jika dibiasakan akan berubah menjadi perilaku. Jadi menyikapi fenomena guru impor, banyak pelajaran yang bisa kita peroleh. Fenomena guru impor hendaknya menjadi suntikan bagi kita yang berprofesi sebagai guru untuk terus mengupdate dan mengupgrade pengetahuan,kompetensi dan skill. Tidak usah resah gelisah tiada tara, hehehe. Ayo terus belajar jangan kalah dengan guru impor. Don't stop to learn. No limit to learn to innovate Salam guru beta=( belajar tiada akhir)

Sekelumit Goresan Emas pada Bimtek Pembelajaran TIK (PembaTIK)

 

Bimtek yang diadakan selama 3 hari (3-5 September 2019) di LPMP Sulteng memberikan lecutan bara api semangat yang tidak ternilai harganya. Berada diantara tiga puluh orang guru hasil seleksi Level 1 hingga Level 2 sampailah di Level 3. Seleksi yg dilakukan secara online oleh Pustekom Kemdikbud ini diikuti guru jenjang SD, SMP,SMA,SMK se Sulawesi Tengah. Betapa tidak, selama mengikuti Bimtek banyak permata-permata indah di depan mata yang membuat WOW. Permata-permata hikmah bahwa untuk bisa sampai di puncak gunung membutuhkan pengorbanan waktu dan pemikiran, semangat yang harus terus dipompa serta do'a kepada Sang Pemberi Hidup Alloh SWT. SaLuT dan JeMpol buat Pustekom, Duta Rumah Belajar 2017 dan 2018, rekan-rekan hebat peserta PembaTIK Sulteng 2019.

 


 

Giat Parade Cinta Tanah Air (PCTA)

 Oleh.Marchilia Damayanti

 


 

        Jangan pernah mengaku cinta tanah air jika kamu tidak berbuat untuk negeri ini. Cinta tanah air dan bela negara tidak hanya diwujudkan dalam bentuk fisik, dengan mengangkat senjata. Di era pasar bebas seperti sekarang ini, banyaknya produk luar negeri yang membanjiri Indonesia, membuat kita semua khawatir dan prihatin. Lantas apa yang harus kita lakukan? 

 


Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tahun ini yang diadakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Provinsi Sulawesi Tengah mengambil tema mewujudkan semangat generasi muda yang cinta tanah air dan bela negara sebagai dasar penggerak industri kreatif. Di tengah gempuran produk luar negeri yang begitu masif, generasi muda diharapkan dapat berkiprah dalam pembangunan, menggerakkan perekonomian rakyat dengan turut menumbuhkan usaha kecil dan menengah. Ayoooo... buktikan cintamu kepada Indonesia melalui industri kreatif UMKM untuk Indonesia sejahtera.

 

Salam guru beta ( = belajar tiada akhir)