Minggu, 27 Mei 2018

Rejeki Tidak Bakal Tertukar

( By: Marchilia Damayanti si guru "Beta")

Subhanalloh..... Alloh menciptakan dunia seisinya begitu berwarna dan beragam. Dari yg paling keciiiiil sampai yang paling besaaaar. Dari yang paling sederhana sampai yang lengkap. Semua yang hidup terpenuhi kebutuhannya. Semua yang bernafas dapat menghirup udara dengan bebas. Semua yang bergerak dapat mengekspresikan kemauannya. Seekor crustaceae sekalipun yang hidup di laut dan memiliki bentuk tubuh paling sederhana dapat hidup dengan layak. Skeleton shrimp orang biasa menyebutnya. Dengan tubuh seperti batang lidi tetapi halus dan transparan. Mampu mempertahankan hidupnya di lautan yang begitu luas dan tidak aman. 

Berderet pemancing ikan duduk di bibir pantai. Masing-masing memasang umpan. Setelah beberapa saat satu persatu pemancing menaikkan kailnya. Bagi yang mendapatkan ikan menunjukkan ekspresi suka cita. Sebaliknya pemancing yang belum memperoleh ikan menunjukkan sikap optimis dan pantang menyerah. Mengapa harus khawatir dengan rejeki kita? Mengapa harus iri dengan keberhasilan orang? Bukankah Alloh sudah menjamin rejeki kita. Bukankah keberhasilan seseorang ada campur tangan-Nya. Bukankah Alloh berhak mengatur kehidupan di dunia ini. 

 

Rejeki yang Alloh curahkan tidak bakal tertukar. Masing-masing mendapatkan bagiannya. Ketika sifat iri dan hasut terhadap rejeki orang melanda, maka kita termasuk orang yang tidak menyukai campur tangan Alloh. Tanpa menyadarinya kita juga sudah membenci Sang Pencipta. Sifat iri dan hasut terlebih dahulu akan menyakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain Selalu terjaga dan mewaspadai sikap ini agar tidak menjatuhkan diri ke dalam golongan orang-orang iri dan hasut. 

Salam guru Beta (=belajar tiada akhir)

Notes Merah dan Roti 🌷

(Marchilia Damayanti si guru "Beta" SMKN 1 Sigi-Sulteng) 

Sebagai guru libur awal puasa merupakan saat yang sangat ditunggu-tunggu. Banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk melayani keluarga dengan masakan-masakan spesial kesukaan suami dan anak-anak. Hunting resep dimulai dengan membuka mbah google terlebih dahulu. Jari jemari menari-nari di atas handphone android, scroll kanan kiri atas bawa tapi tidak ada yang cocok. Buka memori mengingat berbagai macam resep dari yang ala kadarnya sampai ala chef Juna tapi tidak ada yang selera. Akhirnya bongkar-bongkar lemari buku. Penasaran dengan buku notes merah kecil yang sampulnya sudah tidak berwarna merah sepenuhnya karena debu yang melekat. Halaman demi halaman kubuka, pada satu halaman tertanggal 25 Juni 2006 terdapat ringkasan ceramah Aa Gym. Dengan penuh konsentrasi mata ini tertuju ke tulisan yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk dapat dipahami. ^°^°^°^°^°^ Ringkasan ceramah dengan tema bersihkan hati bersihkan diri. Penyebab hati yang kotor antara lain: 1) Mata Dari penglihatan dapat menyebabkan hati yang kotor. Untuk itu selalu menjaga pandangan/penglihatan agar terhindar dari dosa. 2) Telinga Jangan suka mendengar cerita-cerita orang yang membuat kotor pikiran kita. Dengarlah sesuatu yang membuat sehat hati kita. 3) Lidah Makin banyak bicara makin banyak tergelincir, menjadikan buram hati kita. Ciri orang yang berjiwa besar, bicaranya adalah ilmu, hikmah, dzikir kepada Alloh: benar, manfaat, tidak menyakiti sesama. Ciri orang berderajat rendah: suka mengeluh, mencela, menghina dan menyakiti sesama. Ciri orang yang kotor hatinya/dangkal hatinya, yaitu selalu bicara "aku", hanya untuk riya dan takabur. Oleh karena itu agar tidak tergelincir lidah kita hendaknya berkata benar atau diam. 4) Perut Menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan yang kita makan haruslah halalan thoyyiban. Makanan haram hanya menjadi racun dalam tubuh kita. 5) Anggota tubuh Ada perumpamaan yang menyatakan barang siapa yang bergaul dengan penjual minyak wangi maka akan berbau harum. Demikian pula dalam bergaul kita harus mencari teman sholeh/ sholehah yang dapat bertindak seperti charger, hatinya selalu ingin mencari ilmu, yaitu bicaranya manfaat, hikmah dan dzikir. Jika tubuh kita biasa melihat dan mendengar hal-hal yang baik maka kita akan lebih sehat dan baik pula. ^°^°^°^°^°^°^ Sampai lupa dengan niat hunting resep tadi. Lembar demi lembar kubuka lagi notes merahku. Pada halaman kedua dari terakhir ada resep membuat roti. Sudah lebih dari 10 tahun tangan ini tidak pernah aduk-aduk tepung, membuat roti ala-ala bakery. Resep dari adikku waktu kursus membuat roti. Kini saatnya memanjakan suami dan anak-anak dengan roti made in dapur sendiri. Cooking time.... Salam Guru Beta (= belajar tiada akhir) 

Keberanian Mengambil Resiko

(By. Marchilia si guru "Beta") 

Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dengan cepat, meski resiko menghadang di depan mata. Ketika dihadapkan dengan situasi sulit yang menyangkut nama baik lembaga dan membutuhkan penanganan segera, maka otak kita akan cepat merespon apa yang kita butuhkan dan inginkan. Terkadang keputusan yang lahir harus mengabaikan kritikan, keluhan, dan ketidaksetujuan orang-orang di sekitar. Lahirnya keputusan yang sudah benar-benar dipikirkan ini akan menimbulkan resiko berupa cacian dari pihak-pihak yang merasa diabaikan. Cacian tidak perlu disikapi berlebihan. Berlapang dada menerimanya adalah lebih bijak. Seorang pemimpin harus menyadari bahwa inilah resiko kepemimpinan, siap untuk dicaci ketika kebijakan yang dikeluarkan menimbulkan reaksi. Nama baik lembaga adalah yang utama. Integritas terhadap lembaga adalah taruhannya. Meski ada pihak-pihak yang merasa tidak puas menerimanya. Ustazah Mumpuni berkata, " Kalau benar maju terus jangan pernah takut" Mohon maaf lahir batin, selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Romadhon tahun ini Romadhon penuh berkah. Salam guru Beta (=belajar tiada akhir)

🌸BERSAHAJA SAJA🌼

Semakin tinggi pendidikan hendaknya semakin bersahaja

Cuplikan kalimat di atas disampaikan oleh Rektor Untad Prof.Dr.Moh. Basir, dalam yudisium salah satu mahasiswa program S3 dalam meraih gelar Doktor. Acara tersebut dihadiri oleh profesor, doktor, dan mahasiswa S3 yang hadir. Mereka sangat ramah dan saling menyapa. Saya yang bukan siapa-siapa bagi mereka juga diajak ngobrol. Tidak tampak canggung dan tidak jaga image. Saya duduk di kursi belakang, disamping saya seorang doktor salah satu dosen Untad. Kami ngobrol banyak topik. Di depan saya mahasiswa S3 yang berusia menjelang 60 tahun. Ketika akan duduk di kursi depan saya ia menganggukkan kepalanya, sebuah isyarat kesantunan. Sungguh luar biasa, meskipun mereka berilmu dan berpendidikan tinggi tetapi tidak menunjukkan sikap "saya yang paling". Justru kerendahan hati dan kesantunan yang ditunjukkan. Sebuah keteladanan yang patut menjadi inspirasi. Siapapun kita, darimana asal kita, setinggi apapun pendidikan kita, tidak akan berlaku ketika nafas sudah berhenti. Hanya cacing tanah yang akan menemani kita di kubur. Kecantikan, ketampanan, kecerdasan, kekayaan,gelar yang diagung-agungkan menjadikan sumber bahan bakar neraka bagi kita manakala kita merasa paling, paling dan paling. Semoga kita dihindarkan dari sikap adigang adigung adiguno ( mentang-mentang, sombong, merasa diri "paling') Hanyalah Alloh SWT yang berhak bersikap sombong. Manusia hanyalah sebutir debu diantara lautan debu. Salam guru beta ( Marchilia si guru "Beta") 14/5/18

🌷HAKIKAT HIDUP DI DUNIA🌷

🌲Manusia hidup di dunia ibarat mampir minum. Minum hanya membutuhkan waktu beberapa menit bahkan detik. Bila dikaji lebih dalam filosofi minum ini memiliki arti bahwa ada aktivitas rutin yang kita lakukan akan tetapi dilupakan kebermaknaannya. 🌳Manusia dikaruniai akal pikiran yang mampu melakukan apa yang diinginkannya. Wujud keinginan adalah target dan tujuan. Detik,menit,jam,hari, bulan dan tahun dilalui tanpa terasa untuk mencapai target dan tujuan hidup. Inilah terkadang yang membuat manusia melupakan kodratnya sebagai makhluk sosial dan ciptaan Allah. 🌸Sebuah hadist menyatakan "Kejarlah duniamu seakan engkau akan hidup selamanya. Kejarlah akhiratmu seakan engkau mati esok." Hadist ini memerintahkan manusia untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. 🌼Selamat merenungi hakikat kehidupan di dunia ini. Jadikan keseharian kita bernilai ibadah dan harta benda sebagai kendaraan dan jembatan untuk bekal kehidupan akhirat. 💜💜Marchilia si guru "Beta" (belajar tiada akhir)💛💛

MENYIKAPI KETIDAKADILAN

MENYIKAPI KETIDAKADILAN Kejadian demi kejadian berlalu di depan mata. Ketidakadilan di negeri ini seakan sudah menjadi pemandangan yang biasa. Seorang nenek yang mengambil ranting kayu di hutan dituntut 5 tahun penjara. Sementara koruptor yang mencuri, menerima uang suap dan gratifikasi milyaran bahkan trilyunan rupiah melenggang bebas bak peragawati dan peragawan di tanah Indonesia tercinta ini. Dalam suatu instansi terkadang ketidakadilan turut mewarnai riak-riak aktivitas warganya. Sifat iri dan dengki membuat manusia melupakan ikatan pertemanan. Di situasi berbeda manusia adalah individu yang membutuhkan pengakuan dari lingkungannya. Bagi pihak yang diuntungkan dalam situasi ini seakan tidak mau tahu dan tidak mempedulikan rasa dan hati orang lain. Manusia pada kodratnya dikaruniai Allah SWT sifat-sifat sifat baik dan buruk. Tergantung kita dalam mengelola sifat-sifat itu. Kita lebih cenderung memilih yang baik atau sebaliknya keburukan lebih menguasai alam bawah sadar kita Setiap kejadian mengandung hikmah. Demikian juga ketika ketidakadilan menimpa kita. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perlakuan tidak mengenakkan. Mungkin kita harus lebih belajar bersabar dan tidak gegabah, lebih belajar menerima keadaan dan tidak mengeluh, belajar menahan emosi dan tidak sensi. Mari mengelola argumen-argumen negatif menjadi sesuatu yang inspiratif. Marchilia si guru " beta" (belajar tiada akhir).