Minggu, 09 September 2018

Happy Oriented

Oleh: Marchilia Damayanti 

 


Pagi begitu cerah. Semburat warna kuning di langit sudah hilang dari pandangan. Berganti dengan cerahnya mentari pagi. Cerahnya awan turut pula melukiskan suasana hati penuh kebahagiaan. Kebahagiaan yang berhak dimiliki setiap insan. Tidak terkecuali insan yang penuh dedikasi dan tanggung jawab. Dedikasi pada profesi yang diamanatkan oleh negara. Berdedikasi serta bertanggung jawab, bukan sekedar menterjemakan peraturan tanpa kebijaksanaan. Penterjemahan kaku tanpa perilaku kesantunan dan pandang bulu. Profesi dan lingkungan kerja adalah dua hal yang saling berkaitan. Profesi apapun yang berada pada lingkungan kerja suatu organisasi disebut lingkungan kerja. Lingkungan kerja terdiri dari orang-orang profesional di bidangnya masing-masing. Menjalin interaksi dan komunikasi adalah suatu kebutuhan. Interaksi dan komunikasi yang beretika. Saling menjaga kesantunan dan kesopanan. 

 

Ketika dalam suatu lingkungan kerja para profesional saling menghargai maka suasana kerja menjadi hangat dan harmonis. Sebaliknya ketika para profesional tidak saling menghargai,maka suasana kerja bagaikan berjalan tanpa arah. Salah satu penyebab ketidakharmonisan adalah merasa lebih dari yang lain sehingga memandang remeh kemampuan teman sejawat.

 

Merasa senior, pangkat lebih tinggi, pendidikan lebih tinggi, dan masa kerja lebih lama. Ini adalah pemicu segala penyakit. Penyakit hati yang dapat menggerogoti jiwa seseorang. Iri, dengki, sombong, takabur, merasa paling benar/pintar, dan selalu berprasangka buruk (negative thinking) dapat merusak aura jasmaniah kita. Penyakit hati memicu penyakit yang lagi top up saat ini, diantaranya hipertensi (darah tinggi), jantung, dan diabetes. Penyebabnya adalah akibat kerja organ tubuh yang meningkat. Peningkatan ini disebabkan beban pikiran yang tidak kunjung turun. Beban pikiran memacu jantung bekerja keras. Sehingga akan mempengaruhi suplai darah ke seluruh tubuh. Jika sistem peredaran darah mengalami gangguan maka suplai darah dari dan ke otak juga terganggu. Gangguan salah satu sistem dalam tubuh akan mempengaruhi kerja sistem yang lainnya. 

 

Berbagai penyakit bermunculan. Rasa gelisah dan gusar menghiasai hidup kita. Merasa gelisah dengan keberhasilan orang lain adalah perilaku yang harus dihindari. Jangan sampai kita terjebak ke dalam sifat susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah. Tapi kita harus bisa menerapkan sikap senang melihat orang senang dan susah melihat orang susah. Dunia ini tidak kekal adanya, mari hiasi hidup ini dengan hal-hal yang positif dan happy oriented. 

 

Salam guru Beta  belajar tiada akhir

Berkahnya Makanan

By: Marchilia Damayanti

 


Suasana pesta pernikahan di sebuah hotel begitu meriah. Para undangan satu per satu berdatangan dengan baju terbaiknya. Tampak beberapa pasang suami istri mengenakan pakaian dengan warna senada. Mereka tampak serasi. Di sudut lain terlihat sekelompok pemuda pemudi memakai baju yang sama. Mungkin mereka teman satu kantor pengantin. Anak- anak berlarian diantara para undangan yang menambah semarak pesta itu. Tampaknya konsep pesta pernikahan yang dirancang adalah fleksibel dan simpel. Tamu yang datang langsung jabat salam kepada pengantin. Setelah itu menuju ke meja yang sudah tersedia makanan, kemudian tamu undangan meninggalkan hotel untuk pulang. Pegawai hotel dengan sigap mengangkat piring bekas makanan para tamu. Tetapi yang menggelitik benak saya adalah banyak makanan yang tersisa di piring-piring kotor itu. Sungguh suatu pemandangan yang begitu menyesakkan dada. Betapa tidak, jika setiap piring ada makanan tersisa,jika dikalikan ratusan undangan maka berapa kilogram makanan terbuang sia-sia.

Teringat para pengungsi akibat perang, bencana alam, kerusuhan dan kaum miskin dan dhuafa, serta daerah rawan pangan. Untuk mendapatkan air bersih saja mereka kesulitan dan terkadang harus berjalan puluhan kilometer mendapatkan sumber air. Apalagi untuk memperoleh makanan yang layak.

Kalap ketika melihat makanan yang terhidang. Sehingga keinginan untuk makan semua makanan yang dihidangkan sangat besar dan kuat.

Keinginan ini melahirkan nafsu makan yang tak terbendung. Nafsu untuk mengambil setiap makanan yang tersaji di piring tanpa ampun. Kita lupa bahwa tubuh kita memiliki keterbatasan dalam menerima makanan yang kita menerima asupan. Ketika sendok demi sendok makanan masuk ke dalam mulut, maka beberapa saat kemudian alat pencernaan mengirimkan sinyal ke otak. Pengiriman sinyal ini memberi isyarat kepada tangan dan mulut untuk berhenti makan. Dan apa yang terjadi makanan masih banyak tersisa di piring karena tubuh sudah tidak mampu menampung lagi makanan. Sungguh sangat disayangkan, karena nafsu yang menggebu akibatnya menghasilkan sikap yang tidak bermutu.

Sesuai kebutuhan dan tidak kalap, dua hal yang dapat mencegah kita dari perbuatan yang tidak bermutu. Perbuatan sia-sia karena membuang makanan. Makanan yang memiliki nilai istimewa bagi kaum miskin papa. Makanan yang mempunyai nilai tak terhingga bagi orang nestapa.

Rasulullah mengajarkan: berhentilah makan sebelum kenyang. Suatu ajaran yang tidak akan lekang oleh jaman. Suatu ajaran yang hingga kini sesuai dengan dunia kedokteran dan kesehatan. Selalu mengingat ajaran itu akan membuat kita tidak kalap ketika melihat makanan.

Dalam makanan yang sedang kita santap ada keberkahan. Entah dimana keberkahan itu, apakah terletak di sepiring nasi atau sebutir nasi yang tertinggal di piring. Makan sesuai kebutuhan dengan tidak berbuat sia-sia, karena di dalam makanan terdapat keberkahan yang menunggu.

Salam guru Beta  belajar tiada akhir

Oase

Oleh: Marchilia Damayanti

 


 

Harum bunga menyiratkan aroma kelembutan parasmu Lembut tuturmu menyejukkan hatiku Setiap kata terucap bak paku yang menancap Lembut dan mengguratkan makna yang saling terpaut Bak oase di padang pasir, hadirmu memberi energi tubuh tuk selalu berpikir dan mentafsir Positif thinking prinsip hidupmu Walau banyak pecundang, menghantam, menggertak, mencaci, kau tetap pada jalanmu Kekagumanku mengalir bagai sungai menuju hilir Tiada habis kata terucap atas sikapmu yang pantas tuk diukir Terima kasih teladan dan inspirasinya, semoga bisa menjadi cermin bagi diri tuk selalu berinovasi membenahi diri Salam guru Beta = belajar tiada akhir

Wabah Turnamen e Game

Oleh: Marchilia Damayanti

Internasional Dota 2 Championship T-18-2018, permainan ini dimainkan oleh satu tim yang beranggotakan enam orang dengan satu coach dan disaksikan jutaaan pasang mata penonton secara live. Tekonogi gaming ini memperebutkan tropi yang bernama Agist dan hadiah uang 11 juta dollar, setara dengan 165 milyar rupiah. Game yang berlangsung pukul 01.00-11.00 Wib ini dimenangkan gabungan orang-orang Eropa dan Australia. Ekspresi mereka ketika menang sungguh sebuah ekspresi yang penuh makna. Latihan yang mereka jalani tidaklah sia-sia.

Para pemuda dari benua Amerika, Eropa dan Australia bahkan Asia sangat menggemari permainan ini. Bagai sebuah magnet permainan ini memikat siapa saja yang memainkannya.

Teknologi Gaming Dota ini melatih kecepatan dalam bertindak. Ketika ada musuh menyerang dengan sigap para hero akan melumpuhkannya. Hero-hero dalam game Dota ini antara lain dum, track hunter, pinghu spirit, dan lain-lain. Tetapi ada hero yg paling sering dipakai yaitu stillomolent.

Waaah semakin bingung ya.... Di atas adalah gambaran salah satu jenis game yang sekarang masuk ke dalam e-sport (electronic sport), yang dimainkan melalui komputer. E-sport lainnya adalah mobile legend. Yang bisa dimainkan melalui handphone. Tetapi mobile legend belum berskala dunia, masih seputar Asia tenggara. Dimana-mana sekarang ini baik anak-anak, remaja dan dewasa menggandrungi game ini. Mengkaji teknologi gaming yang semakin marak dan maju sebagai orang tua haruslah bijak membimbing dan mengarahkan anak.

Salam guru Beta  belajar tiada akhir

Karakter yang Berbudaya

 By: Marchilia Damayanti

 




Keramaian yang tidak biasanya terjadi di museum. Hari ini beberapa anak sekolah dari jenjang pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi berada di sana. Memasuki pintu gerbang kami disambut oleh pak satpam yang ramah. Kami dipersilahkan langsung menuju ke bagian belakang museum bergabung dengan sekolah-sekolah lain. Ketika menginjakkan kaki di tangga pertama gedung kami disambut dengan poster yang bertuliskan: "Membangun Karakter dan Jatidiri Bangsa Melalui Berbagai Peristiwa Sejarah".

Sebuah kalimat yang sangat seruan atau ajakan untuk tidak melupakan sejarah yang pernah ada. Sejarah mengukir bagaimana para nenek moyang berjuang untuk hidup. Sejarah yang mengajarkan kegigihan para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan. Sejarah yang membentuk berbagai budaya dan tradisi yang sekarang menjadi kebanggaan negeri. Keuletan dan ketangguhan nenek moyang kita dalam mempertahankan hidupnya memberikan gambaran sebuah karakter bangsa ini. Sebagai generasi penerus harus bisa mewarisi dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tidak pantang menyerah para pahlawan dapat menjadi inspirasi bagi generasi sekarang. Tidak berputus asa manakala menghadapi permasalahan. Selalu mengedepankan akal sehat ketika akan bertindak.

Nilai-nilai luhur warisan budaya dan tradisi juga salah satu penyumbang nilai karakter bangsa Indonesia. Berbagai filosofi termaktub dalam upacara adat, pakaian adat, kuliner tradisional, benda-benda bersejarah, alat musik dan masih banyak lagi seni dan budaya tradisional Indonesia yang memperkuat pembentukan karakter bangsa ini.

Generasi muda wajib untuk menghargai sejarah. Menyitir sebuah ungkapan "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya." Ungkapan tersebut mengisyaratkan kita agar tidak melupakan sejarah. Sejarah merupakan cerminan kehidupan masa sekarang. Tanpa adanya sejarah kita tidak bisa seperti sekarang ini. Maka untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa hendaknya menghargai sejarah, budaya dan seni warisan pendahulu kita, yang merupakan cikal-bakal lahirnya bangsa ini.

Melalui berbagai upaya dengan mengenal, menghargai, peduli, hingga melestarikannya.

Kepedulian kita terhadap sejarah mencerminkan kita sebagai seorang yang mampu menghargai sekecil apapun pemberian orang, menghargai sekecil apapun usaha, dan menghargai setiap usaha menuju karakter bangsa yang berbudaya.

Salam guru Beta

Gigih dan Mandiri

 By: Marchilia Damayanti


 

Terlihat tiga orang anak berada di toilet umum sebuah taman hiburan. Usianya yang paling besar sekitar 7 tahun, adiknya yang laki-laki sekitar 5 tahun, sedangkan anak ketiga paling kecil usianya 3 tahunan. Sepertinya mereka baru selesai mandi. Handuk kecil lusuh melilit leher sang kakak. Rambut yang basah menandakan mereka juga mencuci rambut. Di depan pintu toilet terdengar percakapan kecil "trio mandiri." Entah apa yang mereka bicarakan. Tergelitik aku ingin tahu dimana rumah mereka dan mengapa mandi di toilet umum. Ternyata mereka adalah anak pedagang asongan di sekitar taman hiburan. Anak-anak yang mandiri. Keadaanlah yang memaksa mereka demikian.

Kemandirian tercipta karena situasi yang mengharuskan bahkan terkadang terpaksa dan memaksa.

Kemandirian merupakan kebutuhan. Suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita tidak ingin bergantung terus menerus dengan orang lain. Mandiri dapat memberikan nilai plus pada fitrah kita yang dikodratkan sebagai khalifah di muka bumi ini. Indikator kemandirian seseorang sangat beragam dan relatif. Tingkat kemandirian dapat dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin, profesi, kondisi fisik dan mental. Berdasarkan umur, misalnya seorang anak yang duduk di play grup,paud dan TK dikatakan mandiri apabila bisa memakai baju sendiri, mandi dan mengenakan sepatu sendiri. Berbeda pula untuk anak yang duduk di sekolah dasar, dan seterusnya. 

Seorang yang beranjak dewasa dikatakan mandiri ketika ia dapat melakukan pekerjaannya tanpa bimbingan dan berani dalam membuat suatu keputusan. Seorang wanita dikatakan mandiri ketika dapat mengurus segala urusannya. Dan masih banyak lagi contoh kemandirian. Sikap mandiri akan melahirkan kreativitas. Kreativitas yang dapat melatih otak untuk terus bekerja secara tak terbatas. Aktivitas sel-sel otak memberi efek menguatkan daya ingat. Daya ingat yang terasah dan tertata, menjadikan seseorang tidak akan cepat lupa. Kemandirian dapat terbentuk dan menjadi suatu karakter ketika seseorang selalu berusaha untuk membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembiasaan akan secara refleks mencuat tanpa sikap dibuat-buat. Pembiasaan akan melahirkan sikap lugas dan cerdas. Biasa hidup mandiri menjadikan kita sebagai individu yang gigih dan tangguh. Tangguh dalam menghadapi segala tantangan dan gigih berjuang meraih cita-cita yang diharapkan.

Salam guru Beta  belajar tiada akhir

Selasa, 21 Agustus 2018

Hasil dan Usaha

(By: Marchilia Damayanti si guru "Beta")

 


 

Bertambah lagi medali emas Indonesia dari cabang olah raga angkat besi. Beberapa orang menganggap angkat besi adalah olah raga ekstrim. Betapa tidak, besi yang beratnya hampir menyamai berat sekarung beras 50 kg bahkan lebih, dengan mudahnya bisa terangkat.
Adalah Eko Yuli atlet angkat besi yang sudah dua belas tahun malang melintang di dunia angkat besi. Prestasi yang ditorehkannya amatlah membanggakan. Hari ini lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema di arena cabang angkat besi Asian Games. Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk mengukir prestasi. Latihan yang sangat ketat dan disiplin dilakoninya. Pengaturan pola makan juga diatur demi mendapatkan hasil yang diimpikan. Semua dalam pengawasan pelatih.

 Hasil tidak akan mengkhianati usaha, begitu orang-orang mengatakan. 


 Apapun profesi yang kita emban sekarang hendaknya kita syukuri. Bentuk rasa syukur dapat kita wujudkan melalui gairah kerja. Pekerjaan yang dilakukan dengan penuh gairah akan menunjukkan pula hasilnya. Kesungguhan dan tekad adalah bahan bakar semangat dan gairah dalam melakukan apapun. Kesungguhan menjalani segala sesuatu akan memberikan energi positif untuk terus berusaha dengan ulet serta pantang menyerah. Yang tidak kalah pentingnya adalah tekad. Tekad kuat dalam diri akan membantu mewujudkan keinginan dan cita-cita yang kita dambakan.

Belajar dari Eko Yuli, untuk meraih apa yang kita dambakan membutuhkan proses yang tidak instan. Berbagai cara ditempuh, agar dapat meraih cita-cita. Cara inilah yang disebut dengan proses, proses meraih mimpi yang kita gantung di angan-angan dan lubuk hati yang paling dalam.

Sukses tidak identik dengan bermalas-malasan.

Sukses adalah pengorbanan, baik tenaga, waktu, pikiran dan bahkan terkadang harta.

Sukses adalah disiplin dan kerja keras. Berlaku disiplin terhadap aturan yang dibuat kemudian kerja keras untuk mematuhi dan melaksanakannya.

Kunci sukses yang lainnya adalah do'a. Selalu memanjatkan do'a kepada Alloh SWT dan berpasrah diri ketika sudah berusaha secara maksimal. Dengan ijin-Nya tidak ada yang tidak mungkin.

Salam sukses dan Salam guru beta (=belajar tiada akhir)

Jumat, 17 Agustus 2018

Untukmu Pahlawanku

(By: Marchilia Damayanti si guru Beta) 


 

Air mata hampir membasahi pipi. Haru menyelimuti perasaanku, tatkala sang merah putih dikibarkan. Bersamaan dengan dikumandangkannya Lagu Indonesia Raya, kuangkat tangan kananku sambil menatap ke arah bendera merah putih. Terbayang betapa jerih payah pahlawan yang rela mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan Indonesia. Terbayang pula suasana mencekam ketika terjadi perang melawan Belanda dan Jepang. Terbayang suasana hiruk pikuk senjata, bom, dan granat yang hanya bisa dibalas oleh keris dan bambu runcing. Perjuangan pahlawan yang tak kenal takut dan lelah. Mengerahkan semua daya dan kekuatannya.

Betapa kala itu untuk keluar rumah saja harus waspada. Waspada jangan sampai penjajah mengangkat senjatanya dan doorrr...., peluru menembus tubuh yang memimpikan dan menginginkan nikmatnya hidup di negara yang merdeka. Kini tujuh puluh tiga tahun sudah kita merdeka. Merdeka dari segala bentuk penjajahan. Merdeka untuk menjalani hidup. Kemerdekaan yang membuat kita dapat merasakan ketenangan, kenyamanan dan kemakmuran.

Hentakan kaki pengibar bendera seolah menggambarkan semangat kemerdekaan. Semangat mengisi kemerdekaan untuk negara tercinta. Negara yang telah memberi rasa aman, dan melindungi setiap hak warga negaranya.

Tiada upaya tanpa pengorbanan. Para pahlawan yang telah rela berkorban jiwa dan raga. Betapa kecilnya kita, dibanding pengorbanan para pahlawan.

Berkat jasa pahlawan kita dapat bekerja dan berkarya. Berkat jasa para pahlawan kita dapat menikmati indahnya hidup di negara yang kita cinta.

Terima kasih pahlawanku, semoga engkau berada di surganya Alloh SWT.

❤❤Dirgahayu Republik Indonesia ❤❤

Salam guru Beta

Kamis, 16 Agustus 2018

Selembar Upaya

(By: Marchilia Damayanti si guru Beta)

 

Penguatan, begitu istilah kami guru ketika peserta didik berhasil melakukan sesuatu yang kita inginkan. Pemberian penguatan dilakukan secara verbal maupun non verbal. Mengacungkan ibu jari, anggukan, pujian : iya, bagus, ok dan sebagainya. Tujuan pemberian penguatan untuk memberi penghargaan atas prestasi peserta didik, baik pada sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Sekecil apapun prestasi itu.

Istilah penguatan pada proses pembelajaran seolah menyadarkan kita sebagai makhluk sosial, bahwa sebagai manusia biasa kitapun membutuhkan penghargaan ataupun pengakuan. Pengakuan dari orang-orang di sekitar maupun orang-orang yang "pantas" mendapat sebutan yang terhormat. Penghargaan dan pengakuan akan memberikan serum tersendiri bagi kinerja seseorang. Serum yang bagi pemerhati dunia kosmetik bermanfaat untuk mengencangkan kulit. Serum yang bagi kami dapat mengencangkan semangat. Semangat untuk terus berbuat. Berbuat untuk kemajuan bangsa dan negara.

Akan tetapi terkadang kenyataan tidak sesuai harapan. Jerih payah yang tidak kenal lelah dipandang sebelah mata oleh penguasa. Jerih payah yang melahirkan prestasi tidak menjadi penggerak sanubari.

Dimana nurani penguasa negeri ini......

Mungkinkah harus belajar dari orang-orang papa. Ataukah belajar dari ketidakberdayaan, sehingga kita pandai menghargai dan mengakui.

Menghargai jerih payah dengan tidak membuang rupiah. Mengakui prestasi dengan tidak menurunkan gengsi

Selembar kertas yang mungkin bagi mereka tidak berharga.

Tetapi....

Nilai pengakuan dari selembar kertas itu dapat lahir berjuta karya.

Salam guru beta (=belajar tiada akhir)

Rabu, 15 Agustus 2018

Perjalanan Finalis Inobel 2018

(By, Marchilia Damayanti si guru Beta)

*Catatan 15 Juni 2018

 


Perjalanan yang melelahkan dan penuh hikmah. Pesawat Garuda Indonesia bersiap meluncur menuju Jakarta. Para penumpang satu persatu mulai memasuki badan pesawat. Beberapa diantaranya membawa barang bawaan yang begitu besar. Padahal pihak maskapai sudah menyarankan untuk dibagasikan. Dengan susah payah pramugari membantu penumpang memasukkan ke kabin pesawat Beberapa saat pilot mengumumkan bahwa penerbangan ini menuju Jakarta yang akan ditempuh selama dua jam lima menit. Pada monitor TV di belakang tempat duduk depanku diputarkan video cara pencegahan dan penyelamatan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Aku juga mulai berdoa agar diberikan kelancaran dalam perjalanan ini. 

Perlahan pesawat mulai bergerak menuju landasan pacu. Dag dig Dig jantungku. Orang mengatakan bahwa saat take off ini adalah saat yang paling menentukan keberhasilan penerbangan. Kututup mataku sambil terus berdoa,"Ya Alloh berikanlah keselamatan hamba-Mu selama dalam perjalanan." Rasa mual mulai menyerangku. Maklum perjalanan ini kulakukan pada saat aku melaksanakan puasa di bulan Romadhon. Perlahan kurasakan posisi pesawat sudah dalam keadaan normal. Suasana hatiku mulai nyaman, akan tetapi telingaku agak mengalami gangguan. Hal ini kemungkinan karena perbedaan tekanan udara. Pramugari pesawat menawarkan makanan, baik bagi yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa. 

Teman satu rombonganku, Bu Rara sedang tidak menjalankan ibadah puasa karena sakit. Sambil menyantap makanan yang disodorkan pramugari ia menceritakan bahwa sebelum berangkat mengalami sesak nafas sehingga dirawat di unit gawat darurat (UGD) sebuah rumah sakit. Ia mengatakan sering mengalami sesak nafas akibat gangguan asam lambung. Aroma makanan Bu Rara membangkitkan kembali rasa mualku. Aku berusaha memejamkan mataku untuk mengurangi rasa mual. Dua jam bagiku di udara terasa lama. Rasa mual berganti dengan rasa bosan. Kuambil sebuah majalah yang berada di depanku. Kubuka lembar demi lembar majalah yang berbahasa Inggris itu. Meskipun aku kurang memahami makna dari artikel yang tersaji tetapi setidaknya melalui foto-foto yang ada membantuku mengerti maksud dari artikel itu. Keindahan pemandangan dalam foto-foto hasil jepretan fotografer membuatku berdecak kagum. Bagaimana tidak, fokus dan kekontrasan warna-warna dalam foto itu menunjukkan fotografernya adalah orang yang profesional di bidangnya. 

Tidak terasa dua jam lebih aku berada di pesawat. Dari ruang kokpit pilot mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat di bandara Soekarno -Hatta Tangerang Banten. Alhamdulillah kuucapkan dalam hatiku. Pendaratan pesawat yang sempurna, mulus dan tidak mengagetkan penumpang. Bravo pilot Garuda. Setibanya di hotel sudah banyak peserta yang berdatangan dari berbagai daerah. Akupun mengambil posisi antrian. Kulihat beberapa peserta sibuk menyiapkan berkas yang disyaratkan dalam mengikuti kegiatan ini. Dari tiket transportasi, SPPD, surat tugas dan surat keterangan berbadan sehat yang dibawa dari daerah masing-masing. Seluruh peserta kegiatan harus menyerahkan berkas tersebut tanpa terkecuali. 

Aku teringat pertanyaan salah satu peserta di grup watsapp, yang menanyakan jika tidak ada surat keterangan berbadan sehat. Panitia menjelaskan bahwa harus ada. Panitia tidak bertanggung jawab apabila nanti terjadi sesuatu kepada peserta. Berdasarkan pengalaman panitia, terkadang ada peserta yang mengidap penyakit tertentu. Akan tetapi demi dapat mengikuti kegiatan ia memaksakan diri. Sehingga ketika kegiatan sedang berlangsung penyakitnya kambuh membuat panitia kerepotan dan melarikannya ke rumah sakit. Semua persyaratan itu tentu sudah melalui pertimbangan panitia. Setelah aku menyerahkan semua berkas persyaratan. Aku mendapatkan key card hotel. 

 Aku pun masuk ke kamar dan kurebahkan tubuhku yang terasa penat. Aku teringat pesan panitia sebelum ke kamar tadi bahwa pukul 13.00 pembukaan Bimtek Inobel (Inovasi Pembelajaran) dimulai. Dengan mengucap syukur yang tiada terkira melalui seleksi dari ribuan peserta, akhirnya aku dinyatakan lolos mengikuti Bimtek Inobel. Bahagianya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Bagai mendapat suatu kehormatan, aku berkesempatan menambah ilmu bersama guru-guru hebat lainnya se Nusantara. 

Salam guru Beta  (belajar tiada akhir)

Membungkam dengan Karya

(By: Marchilia Damayanti si guru Beta) Angin berdesir seolah membisikkan asa. Asa-asa yang menghadirkan berjuta rasa. Asa yang terkadang membuat ragu tetapi harus dipupus dan digerus. Asa yang terkadang membuat pesimis tetapi harus mampu ditepis. Asa yang terkadang membuat cemas tetapi harus berani ditebas. ##### Seribu impian menanti wujud ##### Seribu juang juga menantang. Menantang wujud yang diharapkan. Segala upaya telah dijajal. Meski terkadang bimbang akan gagal. Segala usaha telah dirasa. Meski pahit dan getir selaksa getah. Do'a akan hadirnya wujud yang harus dirajut dan dibalut Do'a akan hadirnya asa yang didamba dan dicita. Sejuta asa dipagut dalam impian. Sejuta karya diukir dalam pikir Menanti wujudnya akan lahir. Berkaryalah dan terus berkarya, meski berjuta tantangan datang mendera. Salam guru Beta💜💜 (=belajar tiada akhir)

Senin, 13 Agustus 2018

Baik dan Buruk

(By:Marchilia Damayanti si guru "Beta") 

Generasi milenial, orang menyebutnya demikian. Disebut juga generasi digital. Lahir di era yang begitu mudahnya mengakses informasi digital. Tetapi banyak orang mengeluhkan tentang karakter generasi ini. Pada kenyataannya tidak semua memiliki sikap demikian. Ada beberapa dari mereka yang masih memiliki karakter Pancasila, diantaranya: bertakwa kepada Allah SWT, toleransi, berperikemanusiaan, menjaga persatuan, bekerja sama, dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri pula, ada beberapa dari generasi kita yang memiliki sikap kurang peduli terhadap keadaan sekitarnya, kasar dan cepat marah. Ketika bertemu tetangga tidak menyapa, ada tetangga terkena musibah tidak cepat membantu malah asyik dengan gawainya. 

Terkadang ada kecelakaan bukannya menolong tetapi sibuk mengambil gambar alias merekam video kejadian tersebut. Sikap lainnya adalah cepat marah dan tersinggung. Seperti kejadian di sebuah desa, hanya gara-gara beradu pandang seisi desa mengungsi karena terjadi perkelahian antar kampung. Rumah penduduk yang tidak bersalah dibakar, menghalangi masyarakat dari desa sebelah memasuki desanya, dan membabi buta merusak tanaman produktif warga. Sungguh miris menyaksikan kejadian itu. Ada apa dengan mereka? Setiap individu memiliki potensi karakter baik dan buruk. Karakter baik dapat tumbuh dengan baik ketika keluarga sebagai sekolah pertama bagi seorang individu dikondisikan dengan sadar membentuk karakter baik anggota keluarganya. Sebaliknya karakter buruk akan muncul dan dominan ketika keluarga tidak peduli dengan perkembangan anggota keluarganya. 

Masyarakat sebagai lingkungan kedua setelah keluarga berperan pula dalam pembentukan karakter individu. Individu yang lahir di keluarga yang peduli akan melahirkan sosok kuat di masyarakat. Artinya ketika seseorang berada pada kondisi harus memilih perilaku baik dan buruk maka dengan tegas ia akan menolak ajakan berbuat buruk. Tidak demikian halnya dengan yang besar di keluarga yang minus perhatian akan melahirkan generasi yang lemah. Lemah tidak mampu menolak ajakan berbuat buruk. Karakter baik dan buruk merupakan suatu pilihan. Sikap tidak peduli dengan sekitar akan merusak generasi kita. Sikap ini dapat merusak sendi-sendi kebersamaan dalam masyarakat. Ketika sudah tidak ada lagi kebersamaan dalam suatu lingkungan maka lambat laun akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. 

Hilangnya kebersamaan akan menumbuhkan sikap individualistis. Selanjutnya sikap ini akan bermuara kepada sikap yang mementingkan diri sendiri dan kelompok. Akibatnya ketika terjadi gesekan sedikit saja sudah memicu amarah. Amarah yang seharusnya tidak terjadi ketika ada dialog yang sejuk tanpa melibatkan emosi negatif. Pentingnya peran keluarga dalam hal ini orang tua untuk menciptakan suasana yang sejuk dan harmonis. Suasana ini akan membuka mata hati segenap anggota keluarga. Anak tidak segan menuangkan dan mengungkapkan curahan hatinya kepada orang tuanya. 

Adanya dialog ini akan menjembatani semua persoalan dan menjadikan anak dewasa dalam bersikap. Oleh karena itu keluarga memegang peranan sangat penting dalam pembentukan karakter. Anak akan memiliki karakter yang kuat ketika masuk pada lingkungan yang lebih besar yaitu masyarakat. Karakter kuat membekali anak untuk memilih yang baik dan buruk. Mengikuti yang baik dan menolak yang buruk. Semoga anak-anak kita selalu dalam koridor karakter baik. Aamiiin 

Salam guru Beta(=belajar tiada akhir)

Kamis, 09 Agustus 2018

Patutkah Sombong?

(By.Marchilia Damayanti si guru "Beta") 

Peserta pelatihan internal sekolah mulai memasuki ruang sebuah aula. Kegiatan akan segera dimulai. Tetapi tidak semua guru berminat mengikuti kegiatan ini. Ada yang peduli dan ada yang tidak peduli. Kegiatan ini bertujuan untuk menyeragamkan format perangkat pembelajaran di sekolah. Format yang sesuai dengan K13 revisi terbaru. Guru-guru yang peduli terlihat mengeluarkan laptop dan buku catatannya. Mereka mengikuti dengan seksama setiap materi yang diberikan oleh nara sumber. Sedangkan guru yang tidak peduli beralasan 'sibuk". Bahkan ada seorang guru senior ketika disodorkan materi pelatihan membentak dan marah-marah. Sesaat tercengang, tetapi Istighfar adalah jawabannya. Apakah ini yang disebut guru yang memiliki kompetensi kepribadian? Ternyata senioritas dan gelar tidak berbanding lurus dengan kematangan dan kedewasaan bersikap. Padahal seorang guru seharusnya dapat menjaga ucapan serta memberikan contoh sikap santun, dewasa, dan bijaksana. === Merasa diri lebih hebat dari narsum sehingga tidak mau mengikuti kegiatan pelatihan. ==== Ketika seseorang merasa paling pandai dan tidak mau membuka diri terhadap kebaharuan, disitulah kegagalan dimulai. Memandang rendah kemampuan seseorang adalah tindakan membodohi diri sendiri. Ilmu dapat kita peroleh dimana saja dan dari siapa saja. Dari seorang bayi pun kita dapat belajar dan memperoleh ilmu. Ilmu yang kita miliki bagaikan sebutir debu di gurun pasir, yang tidak memiliki kekuatan dan daya ketika ditiup angin. Ilmu yang kita miliki tidak patut kita sombongkan dan tidak selayaknya kita menepuk dada untuk membanggakan diri karenanya. Semoga kita tetap rendah hati dan menghargai setiap pemberian sekecil apapun. Kita tidak tahu sampai kapan kita masih diberi kesempatan oleh Alloh SWT hidup di dunia ini. Semoga kita tetap istiqomah dalam kebaikan, meski tantangan seringkali menghadang dan sesaat menggoyahkan iman. Salam guru Beta

Gadget

(By: Marchilia Damayanti si guru "Beta") 

Pemandangan di kantor pos tidak seperti biasanya. Setelah saya memarkirkan motor, saya pun melihat ke pintu masuk. Satu per satu orang-orang berdatangan mengambil nomor antrian. Bergegas saya juga menuju ke meja menghampiri keranjang kuning mungil yang berisi kertas-kertas kecil berisi nomor antrian. Dengan sabar petugas melayani satu persatu pelanggan. Diantara antrian saya lihat beberapa orang sudah berusia lanjut. Beliau-beliau ini adalah para pensiunan dan janda-janda pensiunan baik sipil maupun militer. Sambil ngobrol satu sama lain, sesekali saya mendengar gelak tawa mereka. Betapa bahagianya mereka bertemu dan saling berbagi cerita tentang anak, cucu bahkan cicit. Tidak terbersit sedikit pun wajah muram yang terkadang menghiasi kesehariannya. Hilang semua rasa sakit, gundah dan khawatir. Tidak ada gadget di tangan, sehingga percakapan demi percakapan mengalir begitu indahnya. Senyum keceriaan menghiasi wajahnya, disambut pula ekspresi yang sama oleh lawan bicaranya. Sungguh pemandangan indah, yang jarang terjadi pada saat sekarang. ==== Di deretan kursi lain, terlihat beberapa orang sibuk dengan gadgetnya. Seakan berada di tempat yang asing dan tidak mengenal serta tidak mau mengenalkan diri dengan orang-orang sekitarya. Senyum-senyum sendiri. ==== Zaman boleh berubah, teknologi terus mengalami kemajuan. Akan tetapi jangan sampai teknologi membuat kita lupa akan fitrah kita sebagai manusia. Manusia yang mempunyai ketergantungan satu sama lain. Kita tidak tahu 'siapa yang membutuhkan siapa". Bisa jadi orang yang kita ajak ngobrol menjadi penolong bagi kita di suatu waktu. Atau karena sesuatu hal kita dipertemukan Allah dalam kerja sama bisnis atau urusan apapun. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Terjalinnya hubungan dan komunikasi yang harmonis dengan orang- orang di sekitar kita adalah indikator kesuksesan seseorang di mata masyarakat. Gadget bukanlah segala-galanya. Ketika kita sudah mulai ketergantungan, ada baiknya melakukan introspeksi diri. Jika tidak bisa menghilangkan sikap sibuk gadget, minimal mengurangi aktivitas mengetuk-ngetuk gadget. Alihkan kepada kegiatan fisik yang produktif. Gunakan gadget sesuai kebutuhan. Bukankah saling bertegur sapa, bercanda, berbagi cerita itu lebih indah daripada hanya menatap benda mati yang tidak membalas senyum pada saat kita tersenyum? Ketika kita memberi salam, tidak membalas jabat salam kita. Bijak menggunakan gadget akan menumbuhkan kembali rasa empati dan simpati yang mulai hilang. Hidup akan lebih produktif dan inspiratif. Salam guru Beta (= belajar tiada akhir)

"Syahdunya" Motor Bogar

(By: Marchilia Damayanti si guru "Beta") 

Bogar oh bogar..... Suasana hening malam terpecahkan oleh suara bising motor yang entah darimana datangnya. Suara bising yang begitu "syahdu" bagi penikmat motor bogar. "Kesyahduan" yang tidak berpihak kepada orang-orang yang membutuhkan ketenangan. Rasa sakit yang terpendam oleh emosi seakan menyeruak seiring munculnya suara "syahdu" dari bogar. Do'a atau bahkan sumpah serapah ditujukan kepada pengendara bogar. Ketika amarah masih dapat dikendalikan, maka do'alah yang meluncur dari hati. Akan tetapi manakala nafsu amarah yang mendominasi maka sumpah serapah meluncur dari bibir bagai rudal tanpa kendali. #### Ketika do'a ataupun sumpah serapah terucap maka itu bukan hanya untuk dia, tetapi juga tertuju kepada kita sang pengirim kata-kata dan do'a. #### Sungguh suatu pilihan yang susah-susah gampang. Ketika mengalami situasi yang tidak mengenakkan, sesaat ingin melampiaskan kekesalan. Akan tetapi segera menyadari kekeliruan agar tidak terjadi penyesalan adalah suatu keutamaan. Belajar tulus mendo'akan dengan kalimat-kalimat positif akan membangun diri menjadi pribadi yang sehat rohani dan lebih dinamis. Salam guru Beta (=belajar tiada akhir) (*Motor bogar adalah motor yang dengan sengaja dibuka saringan knalpotnya sehingga menimbulkan suara berisik).

Si imut yang Krreeek

(By: Marchilia Damayanti si guru Beta) 

 

 


Sensasinya selalu membuat gemas. Setiap insan tergoda untuk merasakan nikmatnya dan mengatakan lagi, lagi dan lagi. Si cantik, mungil dengan warna khas hitam dan putih. Meski kecil tetapi dapat menimbulkan ketagihan. Meski pula tidak seberapa besar tetapi dapat memberi kepuasan bagi penikmatnya. Ketika berada diantara pertemuan gigi atas dan bawah menghasilkan suara "krreeek" maka pertanda ia berhasil dibuka. Dan, aaaah... si "imut" siap disantap. 

Ketika kebahagiaan ternodai oleh setitik asa yang terabaikan maka mengenang indahnya kebaikan walau sebutir debu akan menjadi obat yang menyejukkan.

Hidup tidak selamanya indah. Hubungan sosial tidak selamanya cerah. Ketika merasa kecewa dengan perilaku yang lain, maka mengingat kebaikan yang pernah diberikan akan menjadi peredam dendam. Walau sedikit dan sekecil apapun kebaikan itu. Dendam hanya akan merusak kualitas pribadi yang mulai meretas. Dendam hanya akan menjadikan pribadi yang tidak pantas untuk mendapatkan entitas. 

Salam guru Beta (= belajar tiada akhir) 

Senin, 25 Juni 2018

Cinta dan Ikhlas

 (By: Marchilia Damayanti si guru "Beta")

Jari-jari terampil menari-nari diantara jalinan rotan. Satu per satu belahan dan potongan rotan dibentuk sesuai keinginan. Sambil terus mengepulkan asap diantara bibirnya, penjalin rotan tanpa ragu dan terampil memasang sambungan antar rotan yang berserakan di bawah kakinya. Begitu seterusnya hingga terbentuk kerangka kursi.
====
**Berbuat yang terbaik Seseorang menjadi terampil karena membiasakan untuk tampil. Tampil menunjukkan kemampuannya. Tampil di sini bukan dalam artian unjuk gigi di depan umum. Akan tetapi terus menerus berlatih tanpa mengenal lelah dan melakukan yang terbaik. **Berbuat dengan cinta. Cinta akan memberikan nikmat, apapun yang kita lakukan. Dengan cinta hal yang sulit menjadi mudah. Ketika kesulitan datang, cinta akan bicara.
**Ikhlas tanpa batas
Ikhlas menuntun kita berlaku cerdas. Cerdas untuk tidak menuntut balas. Allah SWT semata-mata tujuannya. Bersih dari pamrih dan unjuk prestasi berlandaskan dedikasi.
**Jauh dari mengeluh
Pantang berkeluh kesah. Keluh kesah akan menambah beban tubuh semakin berat. Beban yang menghambat lahirnya kreasi dan penyebab frustasi. Selalu bercermin dan melihat ke bawah membuat kita menemukan hikmah. Hikmah mensyukuri nikmat hidup yang penuh berkah.

Salam guru Beta (= belajar tiada akhir)

Senin, 04 Juni 2018

Yakin Akan Kemampuan Diri

(By: Marchilia Damayanti si guru "Beta")

Birunya laut menghampar bagai permadani yang tidak ada batasnya. Sesekali riak-riak ombak mengusik ketenangan permukaan laut. Tanaman Roviega di pinggir pantai turut menyemarakkan keindahan Bumi Tadulako. Ya, sebuah sebutan yang artinya bumi para pemimpin untuk Kota Palu Sulawesi Tengah.

Meski cuaca terik dan panas hingga terkesan gersang tidak menggoyahkan tanaman Roviega untuk terus tumbuh. Kemampuan beradaptasi pada lingkungan ekstrim, merupakan keistimewaan yang dimilikinya. Meski pula dengan unsur hara yang minim, tanaman Roviega dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik.

Manusia dikaruniai Alloh SWT kemampuan untuk beradaptasi. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Baik dengan situasi yang biasa saja hingga luar biasa.

Setiap individu memiliki perbedaan kemampuan dalam beradaptasi. Ada individu yang mampu beradaptasi pada suasana yang unik hingga pelik. Akan tetapi ada individu yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, alias minder alias rendah diri.

Kualitas adaptasi tergantung dari kepercayaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Sudah percayakah kita pada diri kita sendiri? Sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh masing-masing pribadi. Jika kita tidak percaya kepada diri kita sendiri lalu siapa yang akan percaya kepada diri kita.

Rasa percaya diri perlu dipupuk agar dapat tumbuh subur pada diri kita. Yakin bahwa kita mempunyai kemampuan adalah kuncinya. Manusia dari segala sisi memiliki kemampuan, yang disebut potensi diri.

Menggali dan mengeksploitasi potensi diri sesuatu yang penting dalam hidup ini. Tujuannya agar kita dapat menemukan bongkahan berlian dalam diri kita. Sebongkah berlian belum berarti apa-apa apabila tidak diasah. Proses asah mengasah tidak terjadi secara instan. Akan tetapi membutuhkan sebuah proses yang panjang.

Dalam berproses terkadang peristiwa jatuh bangun tidak terhindarkan. Terkadang pula putus asa datang mendera. Namun setiap saat dan selalu mengevaluasi diri dengan menyadari kesalahan, kemudian berusaha memperbaikinya untuk dapat meningkatkan kualitas diri.

Kualitas diri yang membedakan kita dengan orang lain. Menciptakan brand untuk diri sendiri. Dengan keluar dari comfort zone.
Keluar dari comfort zone artinya siap mental menghadapi tantangan. Tantangan berupa cemoohan, cacian dan kritikan.
Seperti pepatah yang mengatakan semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup.

Siap menantang siap menang dan siap sukses.
Sukses adalah ketekunan, keuletan dan keyakinan.

======
Salam Guru Beta (= belajar tiada akhir)😍😍😍

Minggu, 27 Mei 2018

Rejeki Tidak Bakal Tertukar

( By: Marchilia Damayanti si guru "Beta")

Subhanalloh..... Alloh menciptakan dunia seisinya begitu berwarna dan beragam. Dari yg paling keciiiiil sampai yang paling besaaaar. Dari yang paling sederhana sampai yang lengkap. Semua yang hidup terpenuhi kebutuhannya. Semua yang bernafas dapat menghirup udara dengan bebas. Semua yang bergerak dapat mengekspresikan kemauannya. Seekor crustaceae sekalipun yang hidup di laut dan memiliki bentuk tubuh paling sederhana dapat hidup dengan layak. Skeleton shrimp orang biasa menyebutnya. Dengan tubuh seperti batang lidi tetapi halus dan transparan. Mampu mempertahankan hidupnya di lautan yang begitu luas dan tidak aman. 

Berderet pemancing ikan duduk di bibir pantai. Masing-masing memasang umpan. Setelah beberapa saat satu persatu pemancing menaikkan kailnya. Bagi yang mendapatkan ikan menunjukkan ekspresi suka cita. Sebaliknya pemancing yang belum memperoleh ikan menunjukkan sikap optimis dan pantang menyerah. Mengapa harus khawatir dengan rejeki kita? Mengapa harus iri dengan keberhasilan orang? Bukankah Alloh sudah menjamin rejeki kita. Bukankah keberhasilan seseorang ada campur tangan-Nya. Bukankah Alloh berhak mengatur kehidupan di dunia ini. 

 

Rejeki yang Alloh curahkan tidak bakal tertukar. Masing-masing mendapatkan bagiannya. Ketika sifat iri dan hasut terhadap rejeki orang melanda, maka kita termasuk orang yang tidak menyukai campur tangan Alloh. Tanpa menyadarinya kita juga sudah membenci Sang Pencipta. Sifat iri dan hasut terlebih dahulu akan menyakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain Selalu terjaga dan mewaspadai sikap ini agar tidak menjatuhkan diri ke dalam golongan orang-orang iri dan hasut. 

Salam guru Beta (=belajar tiada akhir)

Notes Merah dan Roti 🌷

(Marchilia Damayanti si guru "Beta" SMKN 1 Sigi-Sulteng) 

Sebagai guru libur awal puasa merupakan saat yang sangat ditunggu-tunggu. Banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk melayani keluarga dengan masakan-masakan spesial kesukaan suami dan anak-anak. Hunting resep dimulai dengan membuka mbah google terlebih dahulu. Jari jemari menari-nari di atas handphone android, scroll kanan kiri atas bawa tapi tidak ada yang cocok. Buka memori mengingat berbagai macam resep dari yang ala kadarnya sampai ala chef Juna tapi tidak ada yang selera. Akhirnya bongkar-bongkar lemari buku. Penasaran dengan buku notes merah kecil yang sampulnya sudah tidak berwarna merah sepenuhnya karena debu yang melekat. Halaman demi halaman kubuka, pada satu halaman tertanggal 25 Juni 2006 terdapat ringkasan ceramah Aa Gym. Dengan penuh konsentrasi mata ini tertuju ke tulisan yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk dapat dipahami. ^°^°^°^°^°^ Ringkasan ceramah dengan tema bersihkan hati bersihkan diri. Penyebab hati yang kotor antara lain: 1) Mata Dari penglihatan dapat menyebabkan hati yang kotor. Untuk itu selalu menjaga pandangan/penglihatan agar terhindar dari dosa. 2) Telinga Jangan suka mendengar cerita-cerita orang yang membuat kotor pikiran kita. Dengarlah sesuatu yang membuat sehat hati kita. 3) Lidah Makin banyak bicara makin banyak tergelincir, menjadikan buram hati kita. Ciri orang yang berjiwa besar, bicaranya adalah ilmu, hikmah, dzikir kepada Alloh: benar, manfaat, tidak menyakiti sesama. Ciri orang berderajat rendah: suka mengeluh, mencela, menghina dan menyakiti sesama. Ciri orang yang kotor hatinya/dangkal hatinya, yaitu selalu bicara "aku", hanya untuk riya dan takabur. Oleh karena itu agar tidak tergelincir lidah kita hendaknya berkata benar atau diam. 4) Perut Menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan yang kita makan haruslah halalan thoyyiban. Makanan haram hanya menjadi racun dalam tubuh kita. 5) Anggota tubuh Ada perumpamaan yang menyatakan barang siapa yang bergaul dengan penjual minyak wangi maka akan berbau harum. Demikian pula dalam bergaul kita harus mencari teman sholeh/ sholehah yang dapat bertindak seperti charger, hatinya selalu ingin mencari ilmu, yaitu bicaranya manfaat, hikmah dan dzikir. Jika tubuh kita biasa melihat dan mendengar hal-hal yang baik maka kita akan lebih sehat dan baik pula. ^°^°^°^°^°^°^ Sampai lupa dengan niat hunting resep tadi. Lembar demi lembar kubuka lagi notes merahku. Pada halaman kedua dari terakhir ada resep membuat roti. Sudah lebih dari 10 tahun tangan ini tidak pernah aduk-aduk tepung, membuat roti ala-ala bakery. Resep dari adikku waktu kursus membuat roti. Kini saatnya memanjakan suami dan anak-anak dengan roti made in dapur sendiri. Cooking time.... Salam Guru Beta (= belajar tiada akhir) 

Keberanian Mengambil Resiko

(By. Marchilia si guru "Beta") 

Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan dengan cepat, meski resiko menghadang di depan mata. Ketika dihadapkan dengan situasi sulit yang menyangkut nama baik lembaga dan membutuhkan penanganan segera, maka otak kita akan cepat merespon apa yang kita butuhkan dan inginkan. Terkadang keputusan yang lahir harus mengabaikan kritikan, keluhan, dan ketidaksetujuan orang-orang di sekitar. Lahirnya keputusan yang sudah benar-benar dipikirkan ini akan menimbulkan resiko berupa cacian dari pihak-pihak yang merasa diabaikan. Cacian tidak perlu disikapi berlebihan. Berlapang dada menerimanya adalah lebih bijak. Seorang pemimpin harus menyadari bahwa inilah resiko kepemimpinan, siap untuk dicaci ketika kebijakan yang dikeluarkan menimbulkan reaksi. Nama baik lembaga adalah yang utama. Integritas terhadap lembaga adalah taruhannya. Meski ada pihak-pihak yang merasa tidak puas menerimanya. Ustazah Mumpuni berkata, " Kalau benar maju terus jangan pernah takut" Mohon maaf lahir batin, selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Romadhon tahun ini Romadhon penuh berkah. Salam guru Beta (=belajar tiada akhir)

🌸BERSAHAJA SAJA🌼

Semakin tinggi pendidikan hendaknya semakin bersahaja

Cuplikan kalimat di atas disampaikan oleh Rektor Untad Prof.Dr.Moh. Basir, dalam yudisium salah satu mahasiswa program S3 dalam meraih gelar Doktor. Acara tersebut dihadiri oleh profesor, doktor, dan mahasiswa S3 yang hadir. Mereka sangat ramah dan saling menyapa. Saya yang bukan siapa-siapa bagi mereka juga diajak ngobrol. Tidak tampak canggung dan tidak jaga image. Saya duduk di kursi belakang, disamping saya seorang doktor salah satu dosen Untad. Kami ngobrol banyak topik. Di depan saya mahasiswa S3 yang berusia menjelang 60 tahun. Ketika akan duduk di kursi depan saya ia menganggukkan kepalanya, sebuah isyarat kesantunan. Sungguh luar biasa, meskipun mereka berilmu dan berpendidikan tinggi tetapi tidak menunjukkan sikap "saya yang paling". Justru kerendahan hati dan kesantunan yang ditunjukkan. Sebuah keteladanan yang patut menjadi inspirasi. Siapapun kita, darimana asal kita, setinggi apapun pendidikan kita, tidak akan berlaku ketika nafas sudah berhenti. Hanya cacing tanah yang akan menemani kita di kubur. Kecantikan, ketampanan, kecerdasan, kekayaan,gelar yang diagung-agungkan menjadikan sumber bahan bakar neraka bagi kita manakala kita merasa paling, paling dan paling. Semoga kita dihindarkan dari sikap adigang adigung adiguno ( mentang-mentang, sombong, merasa diri "paling') Hanyalah Alloh SWT yang berhak bersikap sombong. Manusia hanyalah sebutir debu diantara lautan debu. Salam guru beta ( Marchilia si guru "Beta") 14/5/18

🌷HAKIKAT HIDUP DI DUNIA🌷

🌲Manusia hidup di dunia ibarat mampir minum. Minum hanya membutuhkan waktu beberapa menit bahkan detik. Bila dikaji lebih dalam filosofi minum ini memiliki arti bahwa ada aktivitas rutin yang kita lakukan akan tetapi dilupakan kebermaknaannya. 🌳Manusia dikaruniai akal pikiran yang mampu melakukan apa yang diinginkannya. Wujud keinginan adalah target dan tujuan. Detik,menit,jam,hari, bulan dan tahun dilalui tanpa terasa untuk mencapai target dan tujuan hidup. Inilah terkadang yang membuat manusia melupakan kodratnya sebagai makhluk sosial dan ciptaan Allah. 🌸Sebuah hadist menyatakan "Kejarlah duniamu seakan engkau akan hidup selamanya. Kejarlah akhiratmu seakan engkau mati esok." Hadist ini memerintahkan manusia untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. 🌼Selamat merenungi hakikat kehidupan di dunia ini. Jadikan keseharian kita bernilai ibadah dan harta benda sebagai kendaraan dan jembatan untuk bekal kehidupan akhirat. 💜💜Marchilia si guru "Beta" (belajar tiada akhir)💛💛

MENYIKAPI KETIDAKADILAN

MENYIKAPI KETIDAKADILAN Kejadian demi kejadian berlalu di depan mata. Ketidakadilan di negeri ini seakan sudah menjadi pemandangan yang biasa. Seorang nenek yang mengambil ranting kayu di hutan dituntut 5 tahun penjara. Sementara koruptor yang mencuri, menerima uang suap dan gratifikasi milyaran bahkan trilyunan rupiah melenggang bebas bak peragawati dan peragawan di tanah Indonesia tercinta ini. Dalam suatu instansi terkadang ketidakadilan turut mewarnai riak-riak aktivitas warganya. Sifat iri dan dengki membuat manusia melupakan ikatan pertemanan. Di situasi berbeda manusia adalah individu yang membutuhkan pengakuan dari lingkungannya. Bagi pihak yang diuntungkan dalam situasi ini seakan tidak mau tahu dan tidak mempedulikan rasa dan hati orang lain. Manusia pada kodratnya dikaruniai Allah SWT sifat-sifat sifat baik dan buruk. Tergantung kita dalam mengelola sifat-sifat itu. Kita lebih cenderung memilih yang baik atau sebaliknya keburukan lebih menguasai alam bawah sadar kita Setiap kejadian mengandung hikmah. Demikian juga ketika ketidakadilan menimpa kita. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari perlakuan tidak mengenakkan. Mungkin kita harus lebih belajar bersabar dan tidak gegabah, lebih belajar menerima keadaan dan tidak mengeluh, belajar menahan emosi dan tidak sensi. Mari mengelola argumen-argumen negatif menjadi sesuatu yang inspiratif. Marchilia si guru " beta" (belajar tiada akhir).

Selasa, 10 April 2018

Sebuah Refleksi dalam Mendidik Anak ( oleh: Marchilia Damayanti si guru beta)

Pagi seperti biasanya sebelum memulai pembelajaran saya mengecek kehadiran siswa.  Satu persatu saya amati, seiap kursi saya perhatikan.  Ada beberapa kursi kosong ,yang memang terkadang siswa masih di jalan alias terlambat.  Akan tetapi ketika pandangan saya sampai di sebuah kursi dan saya menunjuknya,siswa yang lain mengatakan jika si empunya sering bolos.  Keesokan harinya saya bertemu siswa itu, sebut saja si Pintar.  saya menanyakan mengapa ia sering bolos.  Ia menjawab sambil menundukkan wajahnya, bahwa mama papanya sedang ada masalah.  

Hari berganti hari, ketika tiba waktunya praktek kerja lapangan siswa diturunkan ke beberapa perusahaan termasuk si Pintar.  Lokasi praktek si Pintar  tidak jauh dari rumahnya.  Akan tetapi menurut pihak perusahaan ia sering tidak masuk.  Banyak alasan sehingga ia tidak dapat masuk kerja di perusahaan itu, diantarnya: mengantar neneknya ke rumah sakit, mengantar omnya yang kecelakaan di UGD, membantu orang tuanya dan lain sebagaiya.  Pihak sekolah mengundang orang tua si Pintar untuk membahas permasalahan si Pintar.  

Pada saat sedang berlangsung diskusi anrara saya, orang tua dan siswa itu sendiri.  Tanpa diduga orang tua si Pintar menamparnya hingga tersungkur.  Tidak berselang lama menendangnya kemudian menamparnya lagi.  Orang tua si Pintar kecewa dengan perilaku anaknya yang sering berbohong.  Kemudian saya menanyakan tentang pernyataan anaknya bahwa kondisi rumah tangga orang tuanya sedang ada masalah.  Orang tua si Pintar menyangkal dan mengatakan itu tidak benar.  Tiba-tiba orang tuanya menendang lagi.  Sambil menangis kesakitan si Pintar berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Kami menanyakan kemana ketika ia bolos sekolah dan PKL, ternyata ia pergi ke warnet untuk bermain games.  Ia mengatakan bahwa di sana ia menemukan sesuatu yang tidak ia dapatkan di rumah, diantaranya:  kepuasan ketika memainkan games, kepuasan ketika menang, bercanda dengan teman-temannya, saling menceritakan kegiatan sehari-harinya dan obrolan ringan lainnya.

Kebohongan dapat terjadi ketika di rumah anak takut mengemukakan apa yang diinginkannya.  Anak takut mengungkapkan pendapatnya.  Ketakutan ini didasari atas sikap orang tua yang selalu menggunakan kekerasan jika anak melakukan kesalahan.  Orang tua merasa dirinya adalah satu-satunya orang yang harus didengar ketika anak mengungkapkan keinginannya.  Anak adalah obyek penderita ketika orang tua sedang tidak sedang dalam kondsi "baik".

Bohong adalah berkata tidak sesuai dengan kenyataan, mengatakan sesuatu tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.  Dalam suatu hadist dinyatakan "Pertanda orang munafik ada tiga, apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya ia berkhianat." (HR. Bukhari dan Muslim).

Mungkin kita sebagai orang tua pernah melakukan kebohongan. Kebohongan yang menurut kita sesuatu yang sepele. Mungkin kita perlu instrospeksi diri. Adanya akibat pasti ada sebab. Ada asap pasti ada api. Anak kita berbohong mungkin karena kita.

Minggu, 25 Maret 2018

Bimtek K3 Kesharlindung

      Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kompetensi guru melalui bimbingan teknis.  Kegiatan bimbingan  teknis bertujuan untuk menambah pengetahuan guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.  Pengetahuan yang dimiliki guru tidak hanya terbatas pada aspek pedagogik akan tetapi juga aspek profesional.  Pengembangan kompetensi  guru dalam aspek profesional dimaksudkan agar guru tidak ketinggalan informasi mengenai hal-hal terbaru di bidang pendidikan umumnya dan profesional khususnya.
       Bimbingan teknis merupakan suatu kegiatan sosialisasi untuk menyebarluaskan pengetahuan kepada seluruh stakeholder dalam suatu instansi.  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui  bidang Kesharlindung Dikmen (Kesejahteraan penghargaan dan perlindungan pendidikan menengah) menyelenggarakan berbagai kegiatan bimbingan teknis kepada guru.  Bimtek tersebut adalah bimtek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perlindungan profesi guru, dan hak kekayaan intelektual guru (Haki). Kegiatan bimtek ini diikuti oleh guru di seluruh Indonesia. Syarat mengikuti kegiatan ini adalah guru harus mempunyai NUPTK atau surat keterangan dari kepala sekolah bagi yang tidak mempunyai NUPTK, surat pengantar, surat rekomendasi dari kepala sekolah dan membuat artikel tentang kegiatan yang akan diikuti.
         Semua syarat yang diajukan untuk mengikuti bimtek harus di up load dalam bentuk pdf dan dikirim ke kesharlindung dikmen.  Persyaratan yang berupa artikel sebanyak 10 lembar sangatlah bermanfaat bagi guru.  Dengan menulis artikel maka akan membudayakan literasi di kalangan guru-guru.  Sebuah penelitian menemukan bahwa budaya membaca di Indonesia sangatlah rendah.  Oleh karena itu adanya kegiatan ini akan memberikan kontribusi bagi peningkatan budaya membaca dan menulis di kalangan guru.  Peserta yang diundang mengikuti bimtek adalah peserta yang sudah lolos seleksi administrasi dan akademis.  Seleksi akademis yaitu seleksi artikel yang ditulis oleh guru.  Seleksi ini sangat ketat karena yang melakukan seleksi adalah kalangan akademisi perguruan tinggi.  Ketika suatu artikel dinyatakan lolos maka guru tersebut akan mendapatkan undangan mengikuti bimtek.
         Guru-guru yang dinyatakan lolos mengikuti kegiatan bimtek akan mengikuti kegiatan bimtek dan bertemu dengan guru-guru lainnya di seluruh Indonesia. Bagi guru, ini adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.   Disamping mendapatkan ilmu yang terkini dari nara sumber juga dapat bertukar pengetahuan dan informasi dengan guru-guru dari seluruh Indonesia.  Kesempatan emas ini jarang didapatkan, oleh karena itu bimtek ini sangatlah bermanfaat untuk pengembangan pengetahuan dan pengalaman.  Terima kasih Kesharlindung Dikmen

        

Sabtu, 17 Maret 2018

Pengembangan Kompetensi Guru

PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU

Peningkatan kompetensi guru harus terus dilakukan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus melaju seiring perkembangan jaman tidak dapat dielakkan.  Ilmu pedagogik juga mengalami perubahan.  Perubahan ini jika tidak disikapi dengan bijak dan antusias oleh guru maka dapat dipastikan akan membuat guru tidak dapat bersaing dalam dunia pendidikan. 

Pengaruh tekonologi juga tidak dapat dipungkiri.  Pemanfaatan teknologi informasi harus dimiliki guru.  Penggunaan media pembelajaran konvensional perlahan tapi pasti akan
ditinggalkan.  

Tantangan dunia pendidikan sangat kompleks. Kemudahan mengakses informasi oleh semua kalangan membuat guru mau tidak mau suka tidak suka harus pula mengikutinya.  Peserta didik mudah mengakses informasi yang di dunia maya.  Bisa dibayangkan jika peserta didik memiliki informasi materi ajar selangkah lebih maju dibandingkan guru.

Perkembangan materi ajar seiring dengan perkembangan hasil penelitian yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta bergerak melaju bak lokomotif kereta api. Itulah ilmu pengetahuan, karena sifatnya yang dinamis dan berkembang terus maka guru harus selalu melakukan up date dan up grade pengetahuan, itu adalah hal yang pasti, tidak ada tawar menawar.  

Sifat skeptis dan tidak peduli dengan perkembangan bahan ajar membuat guru bagai katak dalam tempurung.  Keberanian mengikuti pelatihan, workshop, seminar meskipun dengan biaya sendiri adalah salah satu ciri guru kreatif dan berkeinginan untuk maju.

Mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan Kesharlindung Dikmen adalah suatu kebanggaan. Syarat mengikuti bimtek ini adalah mengirimkan artikel sejumlah 10 halaman. Bimtek yang diselenggarakan pihak kementerian ini melalui seleksi yang ketat, karena persaingan dengan guru-guru seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini guru dituntut untuk selalu belajar.  Belajar dalam arti memperbanyak membaca baik buku maupun informasi dari dunia maya.

Syarat yang diajukan dalam lomba tersebut tidaklah mudah,yaitu membuat artikel. Melalui aktivitas ini guru dituntut untuk berpikir kritis dalam membuat tulisan.  Membuat tulisan tidaklah mudah, menulis membutuhkan keterampilan dan harus sering dilatih untuk menggali ide-ide yang masih terpendam.  Kegiatan membaca literasi bersifat mutlak untuk mendapatkan ide-ide yang akan dituangkan ke dalam bentuk tulisan.  

Sesuatu yang tidak masuk akal jika mempunyai keinginan untuk menulis akan tetapi tidak mempunyai minat untuk membaca.  Dengan membaca akan menambah pengetahuan yang dimiliki guru.  

Guru adalah salah satu sumber belajar.  Jika guru tidak mampu meningkatkan kompetensinya maka peserta didik tidak akan percaya lagi kepada guru.
Kepercayaan peserta didik adalah modal utama guru dalam mengimplementasikan pengetahuannya pada saat proses pembelajaran berlangsung.  Peserta didik akan menilai tingkat kompetensi guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Ketika peserta didik meragukan kompetensi guru, saat itu juga motivasi belajarnya akan hilang.  Peserta didik akan beranggapan untuk apa belajar kalau di internet pun ada materi ajar seperti yang diajarkan guru. 

Oleh karena itu guru harus kreatif meramu materi ajar menjadi sesuatu yang menarik melalui perencanaan pembelajaran yang menerapkan model, metode, stategi ataupun pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik materi ajar. Peserta didik akan termotivasi mengikuti pembelajaran manakala guru kreatif menciptakan suasana pembelajaran menarik dan menyenangkan. 
Semangat belajar bapak/ibu.

(Oleh: Marchilia Damayanti si guru Beta (belajar tiada akhir)).

Minggu, 04 Maret 2018

Guru Mulia

GURU MULIA


         Guru mulia .  Kemuliaan ini terletak pada pengorbanan yang diberikan guru.  Pengorbanan moril maupun materiel.  Pengorbanan moril seorang guru tidak dapat dipisahkan dari komitmennya untuk membagi waktu antara profesi dan keluarga.  Pekerjaaan yang tidak ada habisnya.  Di sekolah mengajar dengan tujuan untuk menumbuhkan karakter dan meningkatkan kompetensi  peserta didik.  
Sebelum mengajar seorang guru mempersiapkan segala sesuatunya, yaitu materi, bahan maupun media pembelajaran.  Setelah mengajar kami disibukkan dengan mengelola penilaian dan tugas-tugas tambahan lain yang diberikan kepla sekolah. Sesampainya di rumah sebagai seorang pribadi yang tidak terlepas dari peran sebagai kepala keluarga dan ibu rumah tangga kami dissibukkan dengan tugas-tugas rumah.  Sepertinya 24 jam tidak cukup bagi kami.
           Ilmu pengetahuan terus berkembang.  Seorang guru harus meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya, baik kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian maupun profesional.  Untuk meningkatkan kompetensi pedagogiknya seorang guuru harus terus meng update pengetahuan dan keterampilannya. Peningkatan kompetensi ini dapat dikembangkan melalui pelatihan, membaca berbagai referansi, diskusi dengan teman sejawat, mengikuti seminar, workshop dan lain-lain.
           Sebagai guru sekolah kejuruan harus mampu menguasai aspek pengetahuan dan keterampilan. Untuk memperoleh ilmu kami berusaha mengikuti diklat-diklat, baik yang diadakan pemerintah maupun pihak swasta.  Diklat yang diadakan oleh swasta dengan cara bekerja sama dengan pihak dunia usaha dan dunia industri (DUDI).  Diklat yang diselenggarakan oleh pihak DUDI sangat penting bagi kami sebagai seorang guru kejuruan.  Adanya diklat ii kami dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri saat ini.  Manfaat lainnya kami dapat mengimbaskan kepada peserta didik ilmu-ilmu terkini dari DUDI.  Akan tetapi belum semua guru kejuruan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti diklat dari dunia usaha dan industri.  Oleh karena itu kami terus berupaya untuk terus menjalin kerja sama dengan pihak DUDI.