Minggu, 09 September 2018

Happy Oriented

Oleh: Marchilia Damayanti 

 


Pagi begitu cerah. Semburat warna kuning di langit sudah hilang dari pandangan. Berganti dengan cerahnya mentari pagi. Cerahnya awan turut pula melukiskan suasana hati penuh kebahagiaan. Kebahagiaan yang berhak dimiliki setiap insan. Tidak terkecuali insan yang penuh dedikasi dan tanggung jawab. Dedikasi pada profesi yang diamanatkan oleh negara. Berdedikasi serta bertanggung jawab, bukan sekedar menterjemakan peraturan tanpa kebijaksanaan. Penterjemahan kaku tanpa perilaku kesantunan dan pandang bulu. Profesi dan lingkungan kerja adalah dua hal yang saling berkaitan. Profesi apapun yang berada pada lingkungan kerja suatu organisasi disebut lingkungan kerja. Lingkungan kerja terdiri dari orang-orang profesional di bidangnya masing-masing. Menjalin interaksi dan komunikasi adalah suatu kebutuhan. Interaksi dan komunikasi yang beretika. Saling menjaga kesantunan dan kesopanan. 

 

Ketika dalam suatu lingkungan kerja para profesional saling menghargai maka suasana kerja menjadi hangat dan harmonis. Sebaliknya ketika para profesional tidak saling menghargai,maka suasana kerja bagaikan berjalan tanpa arah. Salah satu penyebab ketidakharmonisan adalah merasa lebih dari yang lain sehingga memandang remeh kemampuan teman sejawat.

 

Merasa senior, pangkat lebih tinggi, pendidikan lebih tinggi, dan masa kerja lebih lama. Ini adalah pemicu segala penyakit. Penyakit hati yang dapat menggerogoti jiwa seseorang. Iri, dengki, sombong, takabur, merasa paling benar/pintar, dan selalu berprasangka buruk (negative thinking) dapat merusak aura jasmaniah kita. Penyakit hati memicu penyakit yang lagi top up saat ini, diantaranya hipertensi (darah tinggi), jantung, dan diabetes. Penyebabnya adalah akibat kerja organ tubuh yang meningkat. Peningkatan ini disebabkan beban pikiran yang tidak kunjung turun. Beban pikiran memacu jantung bekerja keras. Sehingga akan mempengaruhi suplai darah ke seluruh tubuh. Jika sistem peredaran darah mengalami gangguan maka suplai darah dari dan ke otak juga terganggu. Gangguan salah satu sistem dalam tubuh akan mempengaruhi kerja sistem yang lainnya. 

 

Berbagai penyakit bermunculan. Rasa gelisah dan gusar menghiasai hidup kita. Merasa gelisah dengan keberhasilan orang lain adalah perilaku yang harus dihindari. Jangan sampai kita terjebak ke dalam sifat susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah. Tapi kita harus bisa menerapkan sikap senang melihat orang senang dan susah melihat orang susah. Dunia ini tidak kekal adanya, mari hiasi hidup ini dengan hal-hal yang positif dan happy oriented. 

 

Salam guru Beta  belajar tiada akhir

Berkahnya Makanan

By: Marchilia Damayanti

 


Suasana pesta pernikahan di sebuah hotel begitu meriah. Para undangan satu per satu berdatangan dengan baju terbaiknya. Tampak beberapa pasang suami istri mengenakan pakaian dengan warna senada. Mereka tampak serasi. Di sudut lain terlihat sekelompok pemuda pemudi memakai baju yang sama. Mungkin mereka teman satu kantor pengantin. Anak- anak berlarian diantara para undangan yang menambah semarak pesta itu. Tampaknya konsep pesta pernikahan yang dirancang adalah fleksibel dan simpel. Tamu yang datang langsung jabat salam kepada pengantin. Setelah itu menuju ke meja yang sudah tersedia makanan, kemudian tamu undangan meninggalkan hotel untuk pulang. Pegawai hotel dengan sigap mengangkat piring bekas makanan para tamu. Tetapi yang menggelitik benak saya adalah banyak makanan yang tersisa di piring-piring kotor itu. Sungguh suatu pemandangan yang begitu menyesakkan dada. Betapa tidak, jika setiap piring ada makanan tersisa,jika dikalikan ratusan undangan maka berapa kilogram makanan terbuang sia-sia.

Teringat para pengungsi akibat perang, bencana alam, kerusuhan dan kaum miskin dan dhuafa, serta daerah rawan pangan. Untuk mendapatkan air bersih saja mereka kesulitan dan terkadang harus berjalan puluhan kilometer mendapatkan sumber air. Apalagi untuk memperoleh makanan yang layak.

Kalap ketika melihat makanan yang terhidang. Sehingga keinginan untuk makan semua makanan yang dihidangkan sangat besar dan kuat.

Keinginan ini melahirkan nafsu makan yang tak terbendung. Nafsu untuk mengambil setiap makanan yang tersaji di piring tanpa ampun. Kita lupa bahwa tubuh kita memiliki keterbatasan dalam menerima makanan yang kita menerima asupan. Ketika sendok demi sendok makanan masuk ke dalam mulut, maka beberapa saat kemudian alat pencernaan mengirimkan sinyal ke otak. Pengiriman sinyal ini memberi isyarat kepada tangan dan mulut untuk berhenti makan. Dan apa yang terjadi makanan masih banyak tersisa di piring karena tubuh sudah tidak mampu menampung lagi makanan. Sungguh sangat disayangkan, karena nafsu yang menggebu akibatnya menghasilkan sikap yang tidak bermutu.

Sesuai kebutuhan dan tidak kalap, dua hal yang dapat mencegah kita dari perbuatan yang tidak bermutu. Perbuatan sia-sia karena membuang makanan. Makanan yang memiliki nilai istimewa bagi kaum miskin papa. Makanan yang mempunyai nilai tak terhingga bagi orang nestapa.

Rasulullah mengajarkan: berhentilah makan sebelum kenyang. Suatu ajaran yang tidak akan lekang oleh jaman. Suatu ajaran yang hingga kini sesuai dengan dunia kedokteran dan kesehatan. Selalu mengingat ajaran itu akan membuat kita tidak kalap ketika melihat makanan.

Dalam makanan yang sedang kita santap ada keberkahan. Entah dimana keberkahan itu, apakah terletak di sepiring nasi atau sebutir nasi yang tertinggal di piring. Makan sesuai kebutuhan dengan tidak berbuat sia-sia, karena di dalam makanan terdapat keberkahan yang menunggu.

Salam guru Beta  belajar tiada akhir

Oase

Oleh: Marchilia Damayanti

 


 

Harum bunga menyiratkan aroma kelembutan parasmu Lembut tuturmu menyejukkan hatiku Setiap kata terucap bak paku yang menancap Lembut dan mengguratkan makna yang saling terpaut Bak oase di padang pasir, hadirmu memberi energi tubuh tuk selalu berpikir dan mentafsir Positif thinking prinsip hidupmu Walau banyak pecundang, menghantam, menggertak, mencaci, kau tetap pada jalanmu Kekagumanku mengalir bagai sungai menuju hilir Tiada habis kata terucap atas sikapmu yang pantas tuk diukir Terima kasih teladan dan inspirasinya, semoga bisa menjadi cermin bagi diri tuk selalu berinovasi membenahi diri Salam guru Beta = belajar tiada akhir

Wabah Turnamen e Game

Oleh: Marchilia Damayanti

Internasional Dota 2 Championship T-18-2018, permainan ini dimainkan oleh satu tim yang beranggotakan enam orang dengan satu coach dan disaksikan jutaaan pasang mata penonton secara live. Tekonogi gaming ini memperebutkan tropi yang bernama Agist dan hadiah uang 11 juta dollar, setara dengan 165 milyar rupiah. Game yang berlangsung pukul 01.00-11.00 Wib ini dimenangkan gabungan orang-orang Eropa dan Australia. Ekspresi mereka ketika menang sungguh sebuah ekspresi yang penuh makna. Latihan yang mereka jalani tidaklah sia-sia.

Para pemuda dari benua Amerika, Eropa dan Australia bahkan Asia sangat menggemari permainan ini. Bagai sebuah magnet permainan ini memikat siapa saja yang memainkannya.

Teknologi Gaming Dota ini melatih kecepatan dalam bertindak. Ketika ada musuh menyerang dengan sigap para hero akan melumpuhkannya. Hero-hero dalam game Dota ini antara lain dum, track hunter, pinghu spirit, dan lain-lain. Tetapi ada hero yg paling sering dipakai yaitu stillomolent.

Waaah semakin bingung ya.... Di atas adalah gambaran salah satu jenis game yang sekarang masuk ke dalam e-sport (electronic sport), yang dimainkan melalui komputer. E-sport lainnya adalah mobile legend. Yang bisa dimainkan melalui handphone. Tetapi mobile legend belum berskala dunia, masih seputar Asia tenggara. Dimana-mana sekarang ini baik anak-anak, remaja dan dewasa menggandrungi game ini. Mengkaji teknologi gaming yang semakin marak dan maju sebagai orang tua haruslah bijak membimbing dan mengarahkan anak.

Salam guru Beta  belajar tiada akhir

Karakter yang Berbudaya

 By: Marchilia Damayanti

 




Keramaian yang tidak biasanya terjadi di museum. Hari ini beberapa anak sekolah dari jenjang pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi berada di sana. Memasuki pintu gerbang kami disambut oleh pak satpam yang ramah. Kami dipersilahkan langsung menuju ke bagian belakang museum bergabung dengan sekolah-sekolah lain. Ketika menginjakkan kaki di tangga pertama gedung kami disambut dengan poster yang bertuliskan: "Membangun Karakter dan Jatidiri Bangsa Melalui Berbagai Peristiwa Sejarah".

Sebuah kalimat yang sangat seruan atau ajakan untuk tidak melupakan sejarah yang pernah ada. Sejarah mengukir bagaimana para nenek moyang berjuang untuk hidup. Sejarah yang mengajarkan kegigihan para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan. Sejarah yang membentuk berbagai budaya dan tradisi yang sekarang menjadi kebanggaan negeri. Keuletan dan ketangguhan nenek moyang kita dalam mempertahankan hidupnya memberikan gambaran sebuah karakter bangsa ini. Sebagai generasi penerus harus bisa mewarisi dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tidak pantang menyerah para pahlawan dapat menjadi inspirasi bagi generasi sekarang. Tidak berputus asa manakala menghadapi permasalahan. Selalu mengedepankan akal sehat ketika akan bertindak.

Nilai-nilai luhur warisan budaya dan tradisi juga salah satu penyumbang nilai karakter bangsa Indonesia. Berbagai filosofi termaktub dalam upacara adat, pakaian adat, kuliner tradisional, benda-benda bersejarah, alat musik dan masih banyak lagi seni dan budaya tradisional Indonesia yang memperkuat pembentukan karakter bangsa ini.

Generasi muda wajib untuk menghargai sejarah. Menyitir sebuah ungkapan "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya." Ungkapan tersebut mengisyaratkan kita agar tidak melupakan sejarah. Sejarah merupakan cerminan kehidupan masa sekarang. Tanpa adanya sejarah kita tidak bisa seperti sekarang ini. Maka untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa hendaknya menghargai sejarah, budaya dan seni warisan pendahulu kita, yang merupakan cikal-bakal lahirnya bangsa ini.

Melalui berbagai upaya dengan mengenal, menghargai, peduli, hingga melestarikannya.

Kepedulian kita terhadap sejarah mencerminkan kita sebagai seorang yang mampu menghargai sekecil apapun pemberian orang, menghargai sekecil apapun usaha, dan menghargai setiap usaha menuju karakter bangsa yang berbudaya.

Salam guru Beta

Gigih dan Mandiri

 By: Marchilia Damayanti


 

Terlihat tiga orang anak berada di toilet umum sebuah taman hiburan. Usianya yang paling besar sekitar 7 tahun, adiknya yang laki-laki sekitar 5 tahun, sedangkan anak ketiga paling kecil usianya 3 tahunan. Sepertinya mereka baru selesai mandi. Handuk kecil lusuh melilit leher sang kakak. Rambut yang basah menandakan mereka juga mencuci rambut. Di depan pintu toilet terdengar percakapan kecil "trio mandiri." Entah apa yang mereka bicarakan. Tergelitik aku ingin tahu dimana rumah mereka dan mengapa mandi di toilet umum. Ternyata mereka adalah anak pedagang asongan di sekitar taman hiburan. Anak-anak yang mandiri. Keadaanlah yang memaksa mereka demikian.

Kemandirian tercipta karena situasi yang mengharuskan bahkan terkadang terpaksa dan memaksa.

Kemandirian merupakan kebutuhan. Suatu kebutuhan karena pada dasarnya kita tidak ingin bergantung terus menerus dengan orang lain. Mandiri dapat memberikan nilai plus pada fitrah kita yang dikodratkan sebagai khalifah di muka bumi ini. Indikator kemandirian seseorang sangat beragam dan relatif. Tingkat kemandirian dapat dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin, profesi, kondisi fisik dan mental. Berdasarkan umur, misalnya seorang anak yang duduk di play grup,paud dan TK dikatakan mandiri apabila bisa memakai baju sendiri, mandi dan mengenakan sepatu sendiri. Berbeda pula untuk anak yang duduk di sekolah dasar, dan seterusnya. 

Seorang yang beranjak dewasa dikatakan mandiri ketika ia dapat melakukan pekerjaannya tanpa bimbingan dan berani dalam membuat suatu keputusan. Seorang wanita dikatakan mandiri ketika dapat mengurus segala urusannya. Dan masih banyak lagi contoh kemandirian. Sikap mandiri akan melahirkan kreativitas. Kreativitas yang dapat melatih otak untuk terus bekerja secara tak terbatas. Aktivitas sel-sel otak memberi efek menguatkan daya ingat. Daya ingat yang terasah dan tertata, menjadikan seseorang tidak akan cepat lupa. Kemandirian dapat terbentuk dan menjadi suatu karakter ketika seseorang selalu berusaha untuk membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembiasaan akan secara refleks mencuat tanpa sikap dibuat-buat. Pembiasaan akan melahirkan sikap lugas dan cerdas. Biasa hidup mandiri menjadikan kita sebagai individu yang gigih dan tangguh. Tangguh dalam menghadapi segala tantangan dan gigih berjuang meraih cita-cita yang diharapkan.

Salam guru Beta  belajar tiada akhir