(By: Marchilia Damayanti si guru "Beta")
Birunya laut menghampar bagai permadani yang tidak ada batasnya. Sesekali riak-riak ombak mengusik ketenangan permukaan laut. Tanaman Roviega di pinggir pantai turut menyemarakkan keindahan Bumi Tadulako. Ya, sebuah sebutan yang artinya bumi para pemimpin untuk Kota Palu Sulawesi Tengah.
Meski cuaca terik dan panas hingga terkesan gersang tidak menggoyahkan tanaman Roviega untuk terus tumbuh. Kemampuan beradaptasi pada lingkungan ekstrim, merupakan keistimewaan yang dimilikinya. Meski pula dengan unsur hara yang minim, tanaman Roviega dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik.
Manusia dikaruniai Alloh SWT kemampuan untuk beradaptasi. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Baik dengan situasi yang biasa saja hingga luar biasa.
Setiap individu memiliki perbedaan kemampuan dalam beradaptasi. Ada individu yang mampu beradaptasi pada suasana yang unik hingga pelik. Akan tetapi ada individu yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, alias minder alias rendah diri.
Kualitas adaptasi tergantung dari kepercayaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Sudah percayakah kita pada diri kita sendiri? Sebuah pertanyaan yang harus dijawab oleh masing-masing pribadi. Jika kita tidak percaya kepada diri kita sendiri lalu siapa yang akan percaya kepada diri kita.
Rasa percaya diri perlu dipupuk agar dapat tumbuh subur pada diri kita. Yakin bahwa kita mempunyai kemampuan adalah kuncinya. Manusia dari segala sisi memiliki kemampuan, yang disebut potensi diri.
Menggali dan mengeksploitasi potensi diri sesuatu yang penting dalam hidup ini. Tujuannya agar kita dapat menemukan bongkahan berlian dalam diri kita. Sebongkah berlian belum berarti apa-apa apabila tidak diasah. Proses asah mengasah tidak terjadi secara instan. Akan tetapi membutuhkan sebuah proses yang panjang.
Dalam berproses terkadang peristiwa jatuh bangun tidak terhindarkan. Terkadang pula putus asa datang mendera. Namun setiap saat dan selalu mengevaluasi diri dengan menyadari kesalahan, kemudian berusaha memperbaikinya untuk dapat meningkatkan kualitas diri.
Kualitas diri yang membedakan kita dengan orang lain. Menciptakan brand untuk diri sendiri. Dengan keluar dari comfort zone.
Keluar dari comfort zone artinya siap mental menghadapi tantangan. Tantangan berupa cemoohan, cacian dan kritikan.
Seperti pepatah yang mengatakan semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup.
Siap menantang siap menang dan siap sukses.
Sukses adalah ketekunan, keuletan dan keyakinan.
======
Salam Guru Beta (= belajar tiada akhir)😍😍😍
Tidak ada komentar:
Posting Komentar