(Marchilia Damayanti si guru "Beta" SMKN 1 Sigi-Sulteng)
Sebagai guru libur awal puasa merupakan saat yang sangat ditunggu-tunggu. Banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan untuk melayani keluarga dengan masakan-masakan spesial kesukaan suami dan anak-anak. Hunting resep dimulai dengan membuka mbah google terlebih dahulu. Jari jemari menari-nari di atas handphone android, scroll kanan kiri atas bawa tapi tidak ada yang cocok. Buka memori mengingat berbagai macam resep dari yang ala kadarnya sampai ala chef Juna tapi tidak ada yang selera. Akhirnya bongkar-bongkar lemari buku. Penasaran dengan buku notes merah kecil yang sampulnya sudah tidak berwarna merah sepenuhnya karena debu yang melekat. Halaman demi halaman kubuka, pada satu halaman tertanggal 25 Juni 2006 terdapat ringkasan ceramah Aa Gym. Dengan penuh konsentrasi mata ini tertuju ke tulisan yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk dapat dipahami. ^°^°^°^°^°^ Ringkasan ceramah dengan tema bersihkan hati bersihkan diri. Penyebab hati yang kotor antara lain: 1) Mata Dari penglihatan dapat menyebabkan hati yang kotor. Untuk itu selalu menjaga pandangan/penglihatan agar terhindar dari dosa. 2) Telinga Jangan suka mendengar cerita-cerita orang yang membuat kotor pikiran kita. Dengarlah sesuatu yang membuat sehat hati kita. 3) Lidah Makin banyak bicara makin banyak tergelincir, menjadikan buram hati kita. Ciri orang yang berjiwa besar, bicaranya adalah ilmu, hikmah, dzikir kepada Alloh: benar, manfaat, tidak menyakiti sesama. Ciri orang berderajat rendah: suka mengeluh, mencela, menghina dan menyakiti sesama. Ciri orang yang kotor hatinya/dangkal hatinya, yaitu selalu bicara "aku", hanya untuk riya dan takabur. Oleh karena itu agar tidak tergelincir lidah kita hendaknya berkata benar atau diam. 4) Perut Menjaga asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan yang kita makan haruslah halalan thoyyiban. Makanan haram hanya menjadi racun dalam tubuh kita. 5) Anggota tubuh Ada perumpamaan yang menyatakan barang siapa yang bergaul dengan penjual minyak wangi maka akan berbau harum. Demikian pula dalam bergaul kita harus mencari teman sholeh/ sholehah yang dapat bertindak seperti charger, hatinya selalu ingin mencari ilmu, yaitu bicaranya manfaat, hikmah dan dzikir. Jika tubuh kita biasa melihat dan mendengar hal-hal yang baik maka kita akan lebih sehat dan baik pula. ^°^°^°^°^°^°^ Sampai lupa dengan niat hunting resep tadi. Lembar demi lembar kubuka lagi notes merahku. Pada halaman kedua dari terakhir ada resep membuat roti. Sudah lebih dari 10 tahun tangan ini tidak pernah aduk-aduk tepung, membuat roti ala-ala bakery. Resep dari adikku waktu kursus membuat roti. Kini saatnya memanjakan suami dan anak-anak dengan roti made in dapur sendiri. Cooking time.... Salam Guru Beta (= belajar tiada akhir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar