Oleh: Marchilia Damayanti
Internasional Dota 2 Championship T-18-2018, permainan ini dimainkan oleh satu tim yang beranggotakan enam orang dengan satu coach dan disaksikan jutaaan pasang mata penonton secara live. Tekonogi gaming ini memperebutkan tropi yang bernama Agist dan hadiah uang 11 juta dollar, setara dengan 165 milyar rupiah. Game yang berlangsung pukul 01.00-11.00 Wib ini dimenangkan gabungan orang-orang Eropa dan Australia. Ekspresi mereka ketika menang sungguh sebuah ekspresi yang penuh makna. Latihan yang mereka jalani tidaklah sia-sia.Para pemuda dari benua Amerika, Eropa dan Australia bahkan Asia sangat menggemari permainan ini. Bagai sebuah magnet permainan ini memikat siapa saja yang memainkannya.
Teknologi Gaming Dota ini melatih kecepatan dalam bertindak. Ketika ada musuh menyerang dengan sigap para hero akan melumpuhkannya. Hero-hero dalam game Dota ini antara lain dum, track hunter, pinghu spirit, dan lain-lain. Tetapi ada hero yg paling sering dipakai yaitu stillomolent.
Waaah semakin bingung ya.... Di atas adalah gambaran salah satu jenis game yang sekarang masuk ke dalam e-sport (electronic sport), yang dimainkan melalui komputer. E-sport lainnya adalah mobile legend. Yang bisa dimainkan melalui handphone. Tetapi mobile legend belum berskala dunia, masih seputar Asia tenggara. Dimana-mana sekarang ini baik anak-anak, remaja dan dewasa menggandrungi game ini. Mengkaji teknologi gaming yang semakin marak dan maju sebagai orang tua haruslah bijak membimbing dan mengarahkan anak.
Salam guru Beta belajar tiada akhir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar