Oleh: Marchilia Damayanti
Bukan kuantitas menjadi sebuah manfaat tetapi kualitas akan membuat lebih bermanfaat. Sebuah kalimat yang ketika kita terjemahkan memberi sebuah pengertian, jangan menunggu banyak untuk berbagi tetapi berbagilah meski baru sedikit, bisa jadi yang sedikit akan berarti besar bagi orang lain. Begiru pula pelaksanaan sosialisasi di TK IT Qurrota Aýun Tinggede Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Jumlah guru sebuah taman kanak-kanak tidaklah sebanyak pada jenjang pendidikan sekolah dasar maupun menengah. Tetapi hal ini justru memotivasi kami untuk tetap berbagi. Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi bagi peletakan dasar-dasar karakter pada anak.

Pada masa sekarang ini terasa janggal jika anak-anak belum mengenal gawai. Beberapa tahun teakhir orang tua yang memiliki anak balita (bayi usia lima tahun ke bawah) bahkan batita (bayi usia tiga taun ke bawah) jika sudah sibuk dengan pekerjaannya maka alternatif agar anak tetap tenang, tidak mengganggu adalah memberikan permainan melalui gawai. Teknologi bukan barang asing lagi bagi generasi Z sekarang ini. Sesuatu yang sangat tertinggal ketika kita mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Taman Kanak-kanak (TK) tidak membutuhkan teknologi pembelajaran pada pelaksanaan proses pembelajarannya.

Oleh karena itu guru pada pendidikan usia dini harus menerapkan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak didiknya.. Demikian juga guru, mau tidak mau suka tidak suka harus mengembangkan kompetensi pembelajaran TIK. Portal Rumah Belajar menyediakan hal ini. Dalam portal Rumah Belajar tersedia konten untuk Paud dan TK. Hal inilah yang kami sosialisaikan kepada guru-guru TK IT Qurrota A’yun.

Meskipun masih jenjang usia dini, mereka juga menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sebuah situasi yang sangat tepat kiranya ketika kami melakukan sosialisasi pemanfaatan Portal Rumah Belajar. Mereka menyambut antusias kedatangan kami, terlihat dari persiapan yang mereka lakukan. Tanpa menunggu lama, pada saat datang beberapa orang guru menyilakan kami memasuki ruang kelas yang sudah tertata rapi, lengkap dengan kudapan dan minuman di atas meja.

Setelah kepala sekolah membuka acara, kami memperkenalkan satu per satu konten-konten dalam Rumah Belajar, dari Sumber Belajar, Edugame sampai Wahana Jelajah Angkasa. Di akhir sesi kegiatan kami mengajarkan guru-guru membuat video pembelajaran. Tujuannya agar guru dapat melakukan proses pembelajaran berbasis TIK secara mandiri, tidak mengambil video pembelajaran dari youtube miliki orang lain. Dengan demikian ada kedekatan secara psikologis antara guru dan anak didiknya meskipun terpisahkan oleh jarak.


Dokumentasi kegiatan berbagi ini dapat dilihat pada vlog berikut ini:
Daftar hadir:

Sangat menginspirasi.
BalasHapus