Sabtu, 10 Oktober 2020

Kerendahan Hati Membuat Berbagi Lebih Berarti

 

By: Marchilia Damayanti



Rangkaian makna konotatif  kata air memiliki makna yang beragam.  Air mata, bisa bermakna haru, sedih, gembira, bahkan pura-pura atau biasa orang menyebutnya air mata buaya.  Ketika kita menukar posisi kata air mata menjadi mata air artinya menjadi sangat berbeda.  Keduanya mengandung makna tersirat tergantung konteks kalimat yang akan melekat di masing-masing kata tersebut.  

Air juga mempunyai makna denotatif .  Para petani sangat menantikan kedatangannya.  Ya, air hujan.  Seperti pagi ini, bukan hanya petani yang mengharapkan kehadirannya, cuaca panas dalam beberapa hari ini membuat masyarakat Kota Palu merindukan guyuran air hujan.  Hujan yang turun dari semalam hingga pagi ini membuat udara menjadi segar.  Kesegaran udara ini mengantarkan aktivitas berbagi menjadi lebih berarti.

Mobil yang saya kendarai menyibak tetes air hujan sepanjang perjalanan menuju lokasi sosialisasi Rumah Belajar.  Sebuah perjalanan yang lumayan lancar, tidak macet seperti hari-hari biasanya. Meski berada di Kabupaten Sigi, desa ini cukup dekat dengan Kota Palu.  Sekolah Dasar Islam Terpadu atau SD IT Qurrota ‘Áyun bertempat di desa Tinggede Kabupaten Sigi.  Sebuah sekolah dasar swasta yang memiliki fasilitas dan sumber daya manusia mumpuni.  Sebagian besar guru di sekolah ini masih berusia produktif, lebih tepatnya generasi yang lahir, besar, dan berkembang di era digitalisasi milenial.  Meski mereka tidak asing dengan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) namun animo dan semangat mengikuti kegiatan berbagi dari Duta Rumah Belajar dan Sahabat Rumah Belajar (SRB) cukup besar.  Hal ini terlihat dari jumlah kehadiran guru dalam formasi legkap, pertanda keinginan untuk lebih maju dan berkembang demikian kuat.

 
 
 

Mereka begitu respek menerima kami. Tampak kerendahan hati ingin belajar  Seperti kata pepatah, ketika belajar akan menerima ilmu, ibarat sebuah gelas yang berisi air maka kosongkanlah gelas itu agar mudah mengisinya.  Artinya, mungkin kita memiliki ilmu yang menurut kita sudah cukup, namun pada saat akan menerima materi, menghilangkan  perasaan bahwa kita hebat akan memudahkan ilmu masuk ke dalam memori. Sebaliknya ketika kita merasa sudah hebat maka memori di otak akan menolaknya.  

 


 

Tentunya antusiasme para guru memudahkan proses penerimaan pesan berupa materi yang disampaikan oleh DRB dan SRB sehingga giat berbagi lebih memberikan arti.  Pada saat sesi pemaparan fitur-fitur  dalam Rumah Belajar semua ingin mengklik dan mencoba masuk untuk mengetahui konten-kontennya.   Apalagi pada saat sesi pembuatan video pembelajaran demikian membuat penasaran.  

 
 
 

Tanpa terasa kegiatan sudah mencapai akhir sesi, maka kami harus berpamitan.  Terima kasih kepada kepala sekolah dan guru SD IT Qurrota Áyun Tinggede Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Semoga ilmu yang telah kami berikan bermanfaat dan dapat meningkatkan kompetensi TIK para guru untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

           



Dokumentasi kegiatan sosialisasi ini dapat dilihat pada vlog berikut:

Daftar hadir:



Flayer:



Sosmed fb:








2 komentar: