Oleh: Marchilia Damayanti
Hari dan tanggal sosilisasi kami sepakati melalui obrolan di telepon. Kebetulan wakil kepala sekolah bidang kurikulum teman semasa kuliah di pasca sarjana. Jadi tanpa tawar menawar yang alot kesepakatan pun terjadi. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sigi (SMPN 1 Sigi) merupakan sekolah tertua di Kabupaten Sigi. Sekolah yang terletak di pinggiran Kota Palu ini memiliki jumlah guru dan siswa yang cukup banyak. Itulah salah satu alasan kami melakukan sosialisasi di SMPN 1 Sigi.

Ketika memasuki halaman sekolah sudah banyak guru yang menunggu kedatangan kami. Sebuah sambutan yang tentunya menambah semangat untuk berbagi. Langsung kami diantar ke ruang kepala sekolah. Begitu semangatnya tidak terasa lelah menaiki anak tangga menuju ke ruang kepala sekolah. Sesampai di depan ruang kepala sekolah, kami mengetuk pintu dan memberi salam. Kepala sekolah membuka pintu dan menyambut dengan senyum. Setelah mengutarakan maksud kedatangan kami, kepala sekolah mengantarkan ke aula pertemuan tempat diadakannya sosialisasi.

Kami pun melakukan persiapan, tanpa basa basi dan saling bahu membahu, dari memasang spanduk, LCD sampai mengatur kursi. Dalam waktu singkat persiapan sudah selesai. Peserta yang sebagian besar guru-guru senior memasuki aula. Kegiatan sosialisasi dimulai dengan sambutan kepala sekolah yang diwakili oleh waka kurikulum karena kepala sekolah ada kegiatan lainnya. Selesai pemberian kata sambutan, kami mengenalkan Portal Rumah Belajar. Pada tahap ini para guru cukup semangat mendaftar dan membuka konten-konten Rumah Belajar. Meski banyak yang senior tetapi semangat belajar sangat besar. Kami pun semakin bersemangat menghampiri bapak/ibu guru yang melambaikan tangan, memanggil ketika mengalami kesulitan membuka konten-konten Rumah Belajar.


Agar tercipta kemandirian dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran, maka kami membimbing bapak/ibu guru membuat video pembelajaran. Pada sesi ini adalah momen yang sangat ditunnggu-tunggu. Salah seorang guru menjadi model pembuatan video pertama, maka bisa dipastikan ia menjadi pusat perhatian guru-guru yang lainnnya. Selesai shoot, guru-guru daijarkan cara mengedit video melalui aplikasi editing video kinemaster. Guru SMPN 1 Sigi memiliki semangat dan antusiasme belajar yang patut dicontoh, belajar sepanjang hayat.





Berbagi tanpa pamrih...semangat terus ya
BalasHapus