Sabtu, 03 Oktober 2020

The Power of Public Speaking

 By: Marchilia Damayanti

             

 


            Penampilan  menarik dan memiliki daya pikat untuk memengaruhi orang, itulah beberapa kriteria menjadi seorang public speaking.  Hal itu disampaikan oleh Charles Bonar Sirait pada kuliah umum PembaTik Level 4 yang diselenggarakan oleh Pusdatin Kemdikbud.  Public speaking menjadi kunci keberhasilan komunikasi.  Ada yang menyebutkan "mulutmu harimaumu". Seorang pakar komunikasi juga menyatakan bahwa kunci sukses dalam masyarakat adalah komunikasi.  Ini menandakan betapa pentingnya komunikasi dalam keseharian kita. Tentunya berbagai alasan kuat ketika seseorang berkata lemah lembut akan lebih diterima oleh lingkungan sekitarnya. Berbeda halnya ketika seseorang berkata-kata kasar.  Reaksi negatif dari lawan bicara pasti akan muncul bahkan reaksi verbal yang tidak terduga akan mengarah kepada penyampai pesan.  

            Beberapa waktu lalu di sebuah stasiun televisi menayangkan  informasi tentang tindakan kriminal berupa penganiayaan.  Kejadian ini diawali ketersinggungan pihak A terhadap pihak B karena hanya saling beradu pandang saja.  Pihak A merasa dipandang sebelah mata oleh pihak B. Terjadinya miss cominication seperti ini sering terjadi.  Sejatinya penganiayaan dapat dihindarkan manakala kedua belah pihak saling membuka diri untuk berkomunikasi.

            Betapa komunikasi yang baik dan santun sangatlah penting.  Cara menyampaikan pesan dalam hal ini cara berbicara seseorang sangat menentukan reaksi balik yang akan diterima dari si penerima pesan.  Masih beruntung jika si penerima pesan tidak mudah bawa perasaan (baper).  Akan lain ceritanya ketika  si penerima pesan sedang bad mood, bisa bereaksi frontal dan akhirnya terjadi ketersinggungan. Maka benar kata orang tua, pandai-pandailah membawa diri.  Artinya ketika berada di suatu lingkungan terterntu haruslah pandai menyesuaikan diri.

            Tingkatan yang lebih tinggi dari komunikasi adalah bagaimana kita bisa memengaruhi orang lain. yang disebut impowerful communicationImpowerful communication merupakan kemampuan merebut simpati orang lain melalui komunikasi.Seorang Oprah Winfrey begitu memesona penonton. Sebagai seorang presenter  ia mampu berbicara jelas dan menarik.  Tentunya hal ini tidak diperolehnya dengan seketika tetapi melalui proses belajar yang pamjang.  Begitu pula para tokoh-tokoh dunia lainnya.  Seorang Mahatma Gandhi yang sudah berkunjung ke berbagai negara ketika pulang ke daerah dalam pidatonya tetap menggunakan bahasa daerahnya. Ia tidak menggunakan bahasa Inggris.  Tujuannya untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

            Betapa pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.  Betapa pentingnya kemampuan berbicara di depan khalayak (public speaking).  Tugas salah satu Sahabat Rumah Belajar (SRB) adalah melakukan sosialisai portal Rumah Belajar di daerahnya masing-masing.Tugas ini menuntut kemampuan berbicara yang baik di depan khalayak agar masyarakat tertarik dan pada akhirnya menggunakan portal Rumah Belajar. Oh Su Hyang pakar komunikasi dari Korea Selatan menjelaskan ketika menawarkan sebuah produk hendaknya kita berfokus pada keunggulan dan menyebutkan secara sederhana serta lugas keunggulan produk-produk tersebut.  Harapannya orang akan tertarik dan menggunakan produk kita. 

9 komentar:

  1. Hems....wis pokok e mesti👍👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah makasih mbakyu wis mampir. Sehat dan sukses selalu ya🥰🥰🥰

      Hapus
    2. InshaaAllah , mari kita sama-sama melyruskan niat. Lillahitaala🥰🥰

      Hapus
  2. Insha Allah,road to DRB Sulteng 2020.

    Kadang saya pingin punya komptensi seperti penjual obat di Pasar (Biromaru) yang sanggup menghipnotis banyak orang untuk tetap menyimak informasi tentang keunggulan obat yang dijualnya dengan diselingi pertunjukan yang menarik hingga penonton mengiyakan hingga membeli dagangannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka punya keberanian, kerja keras dan berani tampil meski jarang yang peduli. Sepertinya kita harus belajar dari tukang jamu pak. Mereka memiliki mental baja dan tahan banting.
      Terima kasih sampun mampir di blog saya😊

      Hapus
  3. Saya suka, saya suka..👍👍👍👍

    BalasHapus