Rabu, 15 Agustus 2018

Perjalanan Finalis Inobel 2018

(By, Marchilia Damayanti si guru Beta)

*Catatan 15 Juni 2018

 


Perjalanan yang melelahkan dan penuh hikmah. Pesawat Garuda Indonesia bersiap meluncur menuju Jakarta. Para penumpang satu persatu mulai memasuki badan pesawat. Beberapa diantaranya membawa barang bawaan yang begitu besar. Padahal pihak maskapai sudah menyarankan untuk dibagasikan. Dengan susah payah pramugari membantu penumpang memasukkan ke kabin pesawat Beberapa saat pilot mengumumkan bahwa penerbangan ini menuju Jakarta yang akan ditempuh selama dua jam lima menit. Pada monitor TV di belakang tempat duduk depanku diputarkan video cara pencegahan dan penyelamatan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Aku juga mulai berdoa agar diberikan kelancaran dalam perjalanan ini. 

Perlahan pesawat mulai bergerak menuju landasan pacu. Dag dig Dig jantungku. Orang mengatakan bahwa saat take off ini adalah saat yang paling menentukan keberhasilan penerbangan. Kututup mataku sambil terus berdoa,"Ya Alloh berikanlah keselamatan hamba-Mu selama dalam perjalanan." Rasa mual mulai menyerangku. Maklum perjalanan ini kulakukan pada saat aku melaksanakan puasa di bulan Romadhon. Perlahan kurasakan posisi pesawat sudah dalam keadaan normal. Suasana hatiku mulai nyaman, akan tetapi telingaku agak mengalami gangguan. Hal ini kemungkinan karena perbedaan tekanan udara. Pramugari pesawat menawarkan makanan, baik bagi yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa. 

Teman satu rombonganku, Bu Rara sedang tidak menjalankan ibadah puasa karena sakit. Sambil menyantap makanan yang disodorkan pramugari ia menceritakan bahwa sebelum berangkat mengalami sesak nafas sehingga dirawat di unit gawat darurat (UGD) sebuah rumah sakit. Ia mengatakan sering mengalami sesak nafas akibat gangguan asam lambung. Aroma makanan Bu Rara membangkitkan kembali rasa mualku. Aku berusaha memejamkan mataku untuk mengurangi rasa mual. Dua jam bagiku di udara terasa lama. Rasa mual berganti dengan rasa bosan. Kuambil sebuah majalah yang berada di depanku. Kubuka lembar demi lembar majalah yang berbahasa Inggris itu. Meskipun aku kurang memahami makna dari artikel yang tersaji tetapi setidaknya melalui foto-foto yang ada membantuku mengerti maksud dari artikel itu. Keindahan pemandangan dalam foto-foto hasil jepretan fotografer membuatku berdecak kagum. Bagaimana tidak, fokus dan kekontrasan warna-warna dalam foto itu menunjukkan fotografernya adalah orang yang profesional di bidangnya. 

Tidak terasa dua jam lebih aku berada di pesawat. Dari ruang kokpit pilot mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat di bandara Soekarno -Hatta Tangerang Banten. Alhamdulillah kuucapkan dalam hatiku. Pendaratan pesawat yang sempurna, mulus dan tidak mengagetkan penumpang. Bravo pilot Garuda. Setibanya di hotel sudah banyak peserta yang berdatangan dari berbagai daerah. Akupun mengambil posisi antrian. Kulihat beberapa peserta sibuk menyiapkan berkas yang disyaratkan dalam mengikuti kegiatan ini. Dari tiket transportasi, SPPD, surat tugas dan surat keterangan berbadan sehat yang dibawa dari daerah masing-masing. Seluruh peserta kegiatan harus menyerahkan berkas tersebut tanpa terkecuali. 

Aku teringat pertanyaan salah satu peserta di grup watsapp, yang menanyakan jika tidak ada surat keterangan berbadan sehat. Panitia menjelaskan bahwa harus ada. Panitia tidak bertanggung jawab apabila nanti terjadi sesuatu kepada peserta. Berdasarkan pengalaman panitia, terkadang ada peserta yang mengidap penyakit tertentu. Akan tetapi demi dapat mengikuti kegiatan ia memaksakan diri. Sehingga ketika kegiatan sedang berlangsung penyakitnya kambuh membuat panitia kerepotan dan melarikannya ke rumah sakit. Semua persyaratan itu tentu sudah melalui pertimbangan panitia. Setelah aku menyerahkan semua berkas persyaratan. Aku mendapatkan key card hotel. 

 Aku pun masuk ke kamar dan kurebahkan tubuhku yang terasa penat. Aku teringat pesan panitia sebelum ke kamar tadi bahwa pukul 13.00 pembukaan Bimtek Inobel (Inovasi Pembelajaran) dimulai. Dengan mengucap syukur yang tiada terkira melalui seleksi dari ribuan peserta, akhirnya aku dinyatakan lolos mengikuti Bimtek Inobel. Bahagianya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Bagai mendapat suatu kehormatan, aku berkesempatan menambah ilmu bersama guru-guru hebat lainnya se Nusantara. 

Salam guru Beta  (belajar tiada akhir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar