(By: Marchilia Damayanti si guru Beta)

Air mata hampir membasahi pipi. Haru menyelimuti perasaanku, tatkala sang merah putih dikibarkan. Bersamaan dengan dikumandangkannya Lagu Indonesia Raya, kuangkat tangan kananku sambil menatap ke arah bendera merah putih. Terbayang betapa jerih payah pahlawan yang rela mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan Indonesia. Terbayang pula suasana mencekam ketika terjadi perang melawan Belanda dan Jepang. Terbayang suasana hiruk pikuk senjata, bom, dan granat yang hanya bisa dibalas oleh keris dan bambu runcing. Perjuangan pahlawan yang tak kenal takut dan lelah. Mengerahkan semua daya dan kekuatannya.
Betapa kala itu untuk keluar rumah saja harus waspada. Waspada jangan sampai penjajah mengangkat senjatanya dan doorrr...., peluru menembus tubuh yang memimpikan dan menginginkan nikmatnya hidup di negara yang merdeka. Kini tujuh puluh tiga tahun sudah kita merdeka. Merdeka dari segala bentuk penjajahan. Merdeka untuk menjalani hidup. Kemerdekaan yang membuat kita dapat merasakan ketenangan, kenyamanan dan kemakmuran.
Hentakan kaki pengibar bendera seolah menggambarkan semangat kemerdekaan. Semangat mengisi kemerdekaan untuk negara tercinta. Negara yang telah memberi rasa aman, dan melindungi setiap hak warga negaranya.
Tiada upaya tanpa pengorbanan. Para pahlawan yang telah rela berkorban jiwa dan raga. Betapa kecilnya kita, dibanding pengorbanan para pahlawan.
Berkat jasa pahlawan kita dapat bekerja dan berkarya. Berkat jasa para pahlawan kita dapat menikmati indahnya hidup di negara yang kita cinta.
Terima kasih pahlawanku, semoga engkau berada di surganya Alloh SWT.
❤❤Dirgahayu Republik Indonesia ❤❤
Salam guru Beta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar