Kamis, 16 Agustus 2018

Selembar Upaya

(By: Marchilia Damayanti si guru Beta)

 

Penguatan, begitu istilah kami guru ketika peserta didik berhasil melakukan sesuatu yang kita inginkan. Pemberian penguatan dilakukan secara verbal maupun non verbal. Mengacungkan ibu jari, anggukan, pujian : iya, bagus, ok dan sebagainya. Tujuan pemberian penguatan untuk memberi penghargaan atas prestasi peserta didik, baik pada sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Sekecil apapun prestasi itu.

Istilah penguatan pada proses pembelajaran seolah menyadarkan kita sebagai makhluk sosial, bahwa sebagai manusia biasa kitapun membutuhkan penghargaan ataupun pengakuan. Pengakuan dari orang-orang di sekitar maupun orang-orang yang "pantas" mendapat sebutan yang terhormat. Penghargaan dan pengakuan akan memberikan serum tersendiri bagi kinerja seseorang. Serum yang bagi pemerhati dunia kosmetik bermanfaat untuk mengencangkan kulit. Serum yang bagi kami dapat mengencangkan semangat. Semangat untuk terus berbuat. Berbuat untuk kemajuan bangsa dan negara.

Akan tetapi terkadang kenyataan tidak sesuai harapan. Jerih payah yang tidak kenal lelah dipandang sebelah mata oleh penguasa. Jerih payah yang melahirkan prestasi tidak menjadi penggerak sanubari.

Dimana nurani penguasa negeri ini......

Mungkinkah harus belajar dari orang-orang papa. Ataukah belajar dari ketidakberdayaan, sehingga kita pandai menghargai dan mengakui.

Menghargai jerih payah dengan tidak membuang rupiah. Mengakui prestasi dengan tidak menurunkan gengsi

Selembar kertas yang mungkin bagi mereka tidak berharga.

Tetapi....

Nilai pengakuan dari selembar kertas itu dapat lahir berjuta karya.

Salam guru beta (=belajar tiada akhir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar