ANAK
MUDA YANG MENGINSPIRASI
Oleh:
Marchilia Damayanti
Begitu giat ia
bekerja. Sehari-hari bergelut dengan
kesibukan untuk memajukan bisnisnya.
Usianya masih sangat muda baru menginjak 20 tahun. Namun keinginan menjadi sukses sebelum usia
30 tahun cukup besar. Sungguh sangat
mengagumkan cita-citanya. Berbeda dengan
anak muda kebanyakan yang ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu baru
mencari pekerjaan. Ia lebih menyukai tantangan.
Baginya tantangan merupakan sesuatu yang harus ditaklukkan. Sebuah pemandangan yang jamak terjadi, sebagian pemuda lebih menyukai berada pada
zona nyaman. Zona yang mengekang pola pikir untuk mengasah kreativitas dan inovasi.
Sebuah langkah besar ketika seorang anak muda
berani memutuskan untuk mengambil jalan yang berbeda dengan anak muda kebanyakan
(anti mainstream). Ia berani mengambil keputusan diantara godaan
teman sebaya yang cenderung masih menyukai berada di bawah naungan perlindungan
orang tua. Bisa kita bayangkan ketika
teman-temannya asyik nongkrong di kafe saling bercanda dan ngobrol kesana
kemari tanpa tujuan. Ia dengan segenap kemampuan menggali potensi dirinya dalam
berbisnis.
Setiap
hari merancang dan merencanakan hal-hal baru terkait hasil evaluasi
setelah closing penjualan. Terus mencari
ide-ide yang dapat meningkatkan branding
dan penjualan. Bahkan belajar dari
mentor pun ia lakoni. Baginya untuk
mengembangkan bisnis membutuhkan ilmu. Menurutnya pula, ilmu adalah anak panah
yang akan mengarahkan kemana akan melesat.
Ilmu ini juga berguna untuk mendukung kemudi bisnisnya.
Bisnis
berbeda dengan berjualan. Ia
menggambarkan bahwa berjualan hanya untuk mendapatkan keuntungan semata. Sedangkan bisnis, selain keuntungan, terdapat juga makna bagaimana mengembangkannya sehingga akan lebih meningkat dan bermanfaat bagi
orang banyak. Ia memiliki niat yang
mulia yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dengan membuka lapangan
pekerjaan. Kita patut mengapresiasi niat mulia tersebut dengan mendukung tumbuh
kembang UKM.
#60HMB
#BATCH9
#DAY25
Tidak ada komentar:
Posting Komentar