PENGAKUAN
Oleh: Marchilia Damayanti
Banyak dari kita melakukan sesuatu
untuk mendapatkan pujian dari sesama.
Pujian menjadikan kita mengatakan
“Sayalah yang terbaik.” Pujian terkadang
membuat kita merasa puas dengan apa yang kita perbuat. Bahkan pujian juga menjadikan kita berpikir, “Kalau
bukan saya siapa lagi.” Sebuah kalimat tendensi
yang mengarah kepada keinginan mendapatkan pengakuan. Menurut Teori Maslow hal ini merupakan salah satu kebutuhan manusia, yaitu membutuhkan pengakuan. Setelah mendapatkan pengakuan dan
pujian kita biasanya semakin semangat dalam berbuat.
Namun sebaliknya ketika kita berbuat kurang bahkan tidak mendapatkan respon dari
lingkungan, menjadi apatis dan hilang semangat. Suatu contoh seorang pegawai yang rajin datang
tepat waktu di kantor, sesampainya di kantor ia langsung membereskan ruangan.
Teman-teman kantor memuji sikapnya.
Tetapi suatu waktu setelah melakukan rutinitas tersebut tidak ada yang memuji, ia menjadi malas lagi. Sikap
inilah yang disebut berbuat karena ada “sesuatu”, artinya ingin mendapatkan
imbalan berupa pengakuan atau pujian.
Tentu saja ini akan memengaruhi suasana hatinya, yaitu kesedihan dan
kekecewaan.
Sedih dan kecewa menunjukkan ia
tidak bahagia. Sebenarnya hidup ini
adalah simple. Ketika kita berbuat untuk
mendapat pengakuan maka konsekuensinya kita harus bersiap untuk kecewa. Penilaian suka dan tidak suka terhadap apa
yang sudah kita lakukan adalah hak setiap individu dalam hubungan
interpersonal. Kita tidak bisa memaksakan orang menyukai diri kita, tugas kita
hanya berbuat. Manakala kita berani
bahagia maka harus berani pula untuk tidak disukai. Sikap ini akan menjadikan kita lebih jernih dan ringan dalam berbuat.
#60HMB
#BATCH9
#DAY11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar