Jumat, 14 Januari 2022

 

PENGAKUAN

Oleh: Marchilia Damayanti

            Banyak dari kita melakukan sesuatu untuk mendapatkan pujian dari sesama.  Pujian menjadikan kita  mengatakan “Sayalah yang terbaik.”  Pujian terkadang membuat kita merasa puas dengan apa yang kita perbuat.  Bahkan pujian juga menjadikan kita berpikir, “Kalau bukan saya siapa lagi.”  Sebuah kalimat tendensi yang mengarah kepada keinginan mendapatkan pengakuan.  Menurut Teori Maslow  hal ini merupakan salah satu kebutuhan manusia, yaitu  membutuhkan  pengakuan. Setelah mendapatkan pengakuan dan pujian kita biasanya semakin semangat dalam berbuat.

         Namun sebaliknya ketika  kita berbuat  kurang bahkan tidak mendapatkan respon dari lingkungan, menjadi apatis dan hilang semangat.  Suatu contoh seorang pegawai yang rajin datang tepat waktu di kantor, sesampainya di kantor ia langsung membereskan ruangan. Teman-teman kantor memuji sikapnya.  Tetapi suatu waktu setelah melakukan rutinitas tersebut  tidak ada  yang memuji, ia menjadi malas lagi.   Sikap inilah yang disebut berbuat karena ada “sesuatu”, artinya ingin mendapatkan imbalan berupa pengakuan atau pujian.  Tentu saja ini akan memengaruhi suasana hatinya, yaitu kesedihan dan kekecewaan.

            Sedih dan kecewa menunjukkan ia tidak bahagia.  Sebenarnya hidup ini adalah simple.  Ketika kita berbuat untuk mendapat pengakuan maka konsekuensinya kita harus bersiap untuk kecewa.  Penilaian suka dan tidak suka terhadap apa yang sudah kita lakukan adalah hak setiap individu dalam hubungan interpersonal. Kita tidak bisa memaksakan orang menyukai diri kita, tugas kita hanya berbuat.  Manakala kita berani bahagia maka harus berani pula untuk tidak disukai.  Sikap ini akan menjadikan kita lebih jernih dan  ringan dalam berbuat.

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar