Minggu, 09 Januari 2022

 

APA ADANYA SAJA

Oleh: MarchilIa Damayanti

 

            Tampil apa adanya tanpa harus menutupi diri dengan kepura-puraan.  Pura-pura itu berat lho, sama dengan kita menyembunyikan sesuatu secara terus menerus.  Pada saat berpura-pura lisan dan pikiran bawah sadar kita masih sinkron. Namun manusia tempatnya lupa terkadang lisan dan pikiran mengalami ketidakselarasan sehingga bibir berucap namun pikiran kita tidak mendukung sehingga kedok akan terbuka.  Suatu contoh ada seorang tokoh masyarakat, demi memenangkan kursi panas di parlemen ia pura-pura bersikap ramah kepada masyarakat desa dengan menyumbangkan karpet untuk sebuah masjid.  Tetapi ketika penghitungan suara berakhir, perolehan suaranya tidak memenuhi kuota sehingga ia gagal menjadi anggota legislatif.  Beberapa hari berikutnya ia datang ke masjid dengan marah-marah kemudian mengambil kembali karpet yang telah ia sumbangkan sebelumnya.

            Sikap ini tentunya sangat mengecewakan.  Tampil apa adanya merupakan modal utama membangun kepercayaan di lingkungan sosial.   Kepercayaan itu mahal harganya, sekali kita berkata bohong maka masyarakat akan segera menghakimi kita sebagai orang munafik.  Bersikap apa adanya akan membawa kepada kebahagiaan.  Ya, tampil dengan apa adanya diri kita akan membuat hati lebih tenang.  Sebaliknya ketika kita tampil bukan sebagai diri kita maka bersiaplah menerima balasan berupa kegelisahan sepanajang masa.  Kegelisahan ini akan memunculkan kecemasan, cemas dapat mengganggu kesehatan mental.

 

 #60HMB

#BATC9

#DAY6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar