APA
ADANYA SAJA
Oleh:
MarchilIa Damayanti
Tampil apa adanya tanpa harus
menutupi diri dengan kepura-puraan. Pura-pura
itu berat lho, sama dengan kita menyembunyikan sesuatu secara terus menerus. Pada saat berpura-pura lisan dan pikiran bawah
sadar kita masih sinkron. Namun manusia tempatnya lupa terkadang lisan dan
pikiran mengalami ketidakselarasan
sehingga bibir berucap namun pikiran kita tidak mendukung sehingga kedok akan
terbuka. Suatu contoh ada seorang tokoh
masyarakat, demi memenangkan kursi panas di parlemen ia pura-pura bersikap
ramah kepada masyarakat desa dengan menyumbangkan karpet untuk sebuah
masjid. Tetapi ketika penghitungan suara
berakhir, perolehan suaranya tidak memenuhi kuota sehingga ia gagal menjadi
anggota legislatif. Beberapa hari
berikutnya ia datang ke masjid dengan marah-marah kemudian mengambil kembali karpet yang
telah ia sumbangkan sebelumnya.
Sikap ini tentunya sangat
mengecewakan. Tampil apa adanya
merupakan modal utama membangun kepercayaan di lingkungan sosial. Kepercayaan
itu mahal harganya, sekali kita berkata bohong maka masyarakat akan segera
menghakimi kita sebagai orang munafik.
Bersikap apa adanya akan membawa kepada kebahagiaan. Ya, tampil dengan apa adanya diri kita akan
membuat hati lebih tenang. Sebaliknya
ketika kita tampil bukan sebagai diri kita maka bersiaplah menerima balasan
berupa kegelisahan sepanajang masa.
Kegelisahan ini akan memunculkan kecemasan, cemas dapat mengganggu
kesehatan mental.
#60HMB
#BATC9
#DAY6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar