Kamis, 20 Januari 2022

 

HIDUP TENANG

Oleh: Marchilia Damayanti

 

            Hidupnya hanya unuk memenuhi ekspektasi orang lain.  Sungguh ironis hidup seperti itu. Betapa menderita  jika hidup kita berada di bawah bayang-bayang keinginan orang lain.  Orang mengatakan kita kaya karena punya mobil, baju, sepatu, dan tas branded. Orang mengatakan, hidupnya penuh kemewahan, perabot dalam rumah (meja, kursi, lemari, tempat tidur) semua terbuat dari kayu jati.  Kulkasnya penuh dengan makanan, tersedia berbagai jenis minuman dan makanan ringan di atas meja.  Setiap kali bercerita ia selalu membanggakan kepemilikan  harta, baik rumah maupun tanah.

            Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih.  Hidup tidak ada yang tahu, hidup adalah rahasia Allah.  Ketika Allah berkehendak maka apapun yang kita miliki bisa diambil dengan  tiba-tiba.  Semua kekayaan yang hanya berupa titipan ini akan kembali kepada-Nya.  Kehidupan yang semula mewah berbalik arah. Rumah dengan segenap isi yang membuat bangga telah ditelan oleh tanah.  Apa mau dikata hidup harus berlanjut. 

            Terkadang mental terlanjur kaya masih melekat di pikiran dan perasaan.  Meskipun sudah terpuruk tetap “ngotot” paling “ter”.  Sehingga memaksakan diri memenuhi ekspektasi orang lain dengan cara yang kurang terpuji.  Dalam berbicara banyak berdusta, untuk memenuhi penilaian orang sampai-sampai harus berhutang.  Betapa sakit dan menderita hidup dalam bayang-bayang masa lalu.

            Hidup adalah anugerah terbesar yang Allah karuniakan kepada hamba-Nya.  Sungguh sangat merugi ketika kita hidup di masa lalu dan terlalu berangan di masa depan.  Hidup adalah saat ini yang harus diperjuangkan dan menerima diri apa adanya.  Biarkan orang lain menilai diri kita. Apakah ia menyukai, membenci, simpati maupun anti.  Kita tidak usah repot-repot menjelaskan hal-hal yang mereka tidak pahami tentang kita, agar kita lebih bisa menikmati hidup. 

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY17

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar