SYUKURKU PAGI INI
Oleh: Marchilia Damayanti
Ucap
syukurku kepada Allah, pagi ini aku bangun dalam keadaan sehat. Aku masih bisa bertemu emak, bapak, dan
adikku. Sebentar di sekolah aku berjumpa
dengan teman-teman. Semangat menyambut
pagi, seperti biasa setelah selesai shalat subuh aku membantu emak menyiapkan
sarapan buat bapak dan adikku. Oiya, aku
sekarang kelas V SD dan adikku kelas III.
“Dei,
tolong ambilkan daun kelor di sebelah rumah,”teriak emak dari dapur.
“Iye
Mak,”jawabku.
Aku
pun berlari kecil menuju kebun samping rumah.
Rumahku tidak begitu besar tetapi halaman samping dan depan cukup
luas. Emak dan bapak menanami tanaman
yang dapat kami manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Aku sangat bersyukur masih bisa menikmati
hasil kebunnya.
Daun
kelor merupakan tanaman yang biasa kami masak menjadi sayur kelor atau kami menyebutnya
“uta kelo”. Bumbunya sederhana saja, terdiri dari santan kental, cabai rawit hijau,
dan garam. Kami menikmatinya dengan “talebe”
(nasi jagung) dan lauknya saus ikan duo.
“Hhhmmm,”gumamku
lirih.
“Dei…!”
Emak
memanggilku lagi, aku pun bergegas membawa daun kelor.
“Kau
petik daun kelornya,”kata emak.
“Iye,
Mak.”
Akupun
memisahkan daun kelor dari serat daunnya. Sementara itu emak memarut kelapa
untuk kuah nanti. Aku sudah membayangkan betapa nikmat sarapanku
hari ini.
Aroma
daun kelor berpadu dengan santan sungguh menggoda. Apalagi ditambah aroma saus duonya. Saus duo, kami menyebutnya demikian, bahannya
terdiri dari teri basah khas Sulawei Tengah, cabai, bawang merah, dan
tomat. Semua bumbu digoreng kemudian semua
dicampur menjadi satu.
“Dei,
sarapan dulu,”suara Emak mengagetkanku.
Dengan
segera aku mengambil piring dan mengambil makanan yang telah emak siapkan. Aku
mengambil satu per satu makanan di atas meja.
“Nikmaaat,
terima kasih emak.”
“Terima
kasih Ya Allah telah memberi karunia yang sangat luar biasa pagi ini kepadaku.”
#60HMB
#BATCH9
#DAY23
Tidak ada komentar:
Posting Komentar