FOKUS
Oleh: Marchilia Damayanti
Fokuslah kepada diri sendiri. Orang yang memiliki pikiran maju selalu fokus
pada apa yang ingin ia capai. Ia
mencurahkan segenap pikiran dan tenaga guna mengejar keinginannya. Fokus membutuhkan pengorbanan yang cukup
besar. Sebuah pengorbanan yang dapat membawa dampak positif bagi pencapaian
tujuan. Misalnya suatu komunitas terjadi
kasak-kusuk tentang informasi yang menjurus kepada ghibah. Seseorang membawa
berita ke dalam ruangan yang menggoda iman untuk turut serta “nimbrung”. Tetapi dengan keteguhan hati kita berusaha
tidak tertarik terhadap informasi tersebut.
Kita tetap fokus kepada hati agar
tidak tergoda, dengan cara menanamkan pada alam bawah sadar kita bahwa “hanya
membuang waktu membicarakan orang lain.”
Kita harus dapat menanamkan hal ini dalam pikiran bawah sadar kita. Artinya, kita tidak perlu ikut campur urusan
orang lain sedangkan urusan sendiri saja sudah cukup merepotkan dan menyita
banyak waktu.
Orang bijak mengatakan, diam adalah
emas. Dalam kasus ini ketika informasi
menjurus ke ghibah, diam adalah emas.
Tidak perlu alasan pembenaran bahwa
perbuatan kita membela orang lain. Sesungguhnya
hanya ingin menunjukkan bahwa seolah kita peduli. Istiqomah memang berat ujiannya. Tetapi jika
kita sudah melakukan kekeliruan dan segera menyadari maka hal itu lebih baik. Tetap
teguh menjadi lebih baik di tengah komunitas dan lingkungan yang kurang
mendukung sungguh sangat berat. Namun kita
harus terus berusaha dan selalu berdo’a agar dijauhkan dari hal-hal yang
sia-sia.
#60HMB
#BATCH9
#DAY20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar