Senin, 17 Januari 2022

 U A N G

Oleh: Marchilia Damayanti

        

            Uang bukan segalanya yang dapat menjamin kebahagiaan seseorang.  Memang benar, mengukur bahagia tidaknya seseorang bukan dari uang tetapi tidak berarti kita anti uang.  Andai saja kita bisa mengubah daun menjadi uang maka ramai-ramai orang akan menanam pohon.  Jika kita mengatakan uang bukan segalanya, maka anggota dewan tidak akan mempertaruhkan hartanya memperebutkan kursi agar dapat menduduki kursi dewan.  Masih banyaknya  kasus korupsi di Indonesia mengindikasikan juga bahwa uang  begitu berarti.  Meski sudah melimpah harta dan kaya ternyata daya tarik uang begitu memesona. Bagaikan ujung-ujung magnet yang masing-masing memiliki daya sangat kuat untuk menarik besi yang berada di sekitarnya. Jika kaum berpunya saja  masih menganggap uang demikian berarti apalagi bagi kaum miskin papa.

            Orang berada mencari uang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya namun tidak demikian halnya dengan kaum miskin papa.  Mereka sangat merindukan kehadiran uang, walau hanya cukup sekedar memenuhi kebutuhan hidup pokok. Mereka bekerja dari pagi ke pagi demi menghidupi keluarganya.  Ketika kebutuhan hidup pokok terpenuhi maka akan terpancar rona kebahagiaan di keluarganya.  Namun belum tentu demikian  yang terjadi pada keluarga berpunya.  Mereka telah memiliki segalanya dan mencari uang hanya untuk memenuhi ekpektasi orang lain. Uang bisa mendatangkan  kebahagia juga kesedihan.  Seperti lagu yang pernah dipopulerkan oleh Nicky Astria:” Uang bisa bikin orang senang tiada kepalang, uang bikin mabuk kepayang, uang bisa membuat lupa sahabat, lupa saudara, lupa kerabat, dan juga lupa ingatan.”

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar