U A N G
Oleh:
Marchilia Damayanti
Uang bukan segalanya yang dapat menjamin kebahagiaan seseorang. Memang benar, mengukur bahagia tidaknya seseorang bukan dari uang tetapi tidak berarti kita anti uang. Andai saja kita bisa mengubah daun menjadi uang maka ramai-ramai orang akan menanam pohon. Jika kita mengatakan uang bukan segalanya, maka anggota dewan tidak akan mempertaruhkan hartanya memperebutkan kursi agar dapat menduduki kursi dewan. Masih banyaknya kasus korupsi di Indonesia mengindikasikan juga bahwa uang begitu berarti. Meski sudah melimpah harta dan kaya ternyata daya tarik uang begitu memesona. Bagaikan ujung-ujung magnet yang masing-masing memiliki daya sangat kuat untuk menarik besi yang berada di sekitarnya. Jika kaum berpunya saja masih menganggap uang demikian berarti apalagi bagi kaum miskin papa.
Orang berada mencari uang untuk
memenuhi kebutuhan gaya hidupnya namun tidak demikian halnya dengan kaum miskin
papa. Mereka sangat merindukan kehadiran
uang, walau hanya cukup sekedar memenuhi kebutuhan hidup pokok. Mereka bekerja
dari pagi ke pagi demi menghidupi keluarganya.
Ketika kebutuhan hidup pokok terpenuhi maka akan terpancar rona kebahagiaan
di keluarganya. Namun belum tentu
demikian yang terjadi pada keluarga
berpunya. Mereka telah memiliki
segalanya dan mencari uang hanya untuk memenuhi ekpektasi orang lain. Uang bisa
mendatangkan kebahagia juga kesedihan. Seperti lagu yang pernah dipopulerkan oleh
Nicky Astria:” Uang bisa bikin orang senang tiada kepalang, uang bikin mabuk
kepayang, uang bisa membuat lupa sahabat, lupa saudara, lupa kerabat, dan juga lupa
ingatan.”
#60HMB
#BATCH9
#DAY14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar