INDAHNYA
PERSAHABATAN
Oleh: Marchilia Damayanti
Indah berlari kecil menuju ke arah Lusi. Mereka kemudian berpelukan erat. Sudah beberapa bulan mereka jarang bertemu
karena Indah pindah kota mengikuti orang tuanya yang bertugas di perusahaan
swasta. Namun keduanya masih tetap
berkomunikasi melalui gawai.
“Apakabar, Ndah?” Tanya Lusi.
“Alhamdulillah sehat Lus,” jawab
Indah.
Indah dan Lusi bersahabat dari taman
kanak-kanak. Rumah Indah tidak berapa
jauh dari rumah Lusi. Orang tua mereka
pun satu kantor. Jadi ketika pulang
sekolah mereka biasanya bermain bersama.
:Eh, gimana rasanya sekolah di kota?”
Tanya Lusi.
“Ah, kamu. Namanya sekolah dimana-mana sama saja.”
“Maksudku, ketika pertama kali kamu
masuk sekolah,” jelas Lusi lagi sambil tersenyum.
“Iya sih, awalnya aku cukup sulit menyesuaikan
diri dengan tema-teman baru,” jawab Indah.
“Tapi aku tetap berusaha mendekati
mereka dan lama-lama akrab.”
Selama pertemuan itu Indah bercerita
banyak tentang kegiatannya di sekolah
kepada Lusi.
“Aku mengikuti beberapa kegiatan
yang ada di sekolah. Persiapan olimpiade sains yang sangat banyak menyita waktuku. Pulang sekolah aku masih harus belajar
lagi. Banyak juga tugas-tugas dari guru
yang harus aku kerjakan,” ucap Indah setengah mengeluh.
“Banyak dari teman-temanku juga sudah
mulai bosan dengan kegiatan ini,” lanjut Indah.
“Terkadang untuk mengusir kebosanan
kami membawa beberapa permainan dari rumah.
Kami mainkan ketika guru memberi waktu jeda istirahat,” tambah Indah.
Lusi pun mendengarkan dengan penuh perhatian curahan hati Indah. Begitulah dulu keseharian mereka kemana-mana bersama saling berbagi cerita. Sekarang pun jika bertemu masih tetap melakukan hal yang sama. Ya, meskipun berbeda kota mereka tetap saling menyayangi satu sama lain. dan walaupun sering berkomunikasi melalui gawai, tetapi pertemuan adalah saat yang paling mereka tunggu-tunggu untuk melepas rindu. Indahnya persahabatan.
#60HMB
#BATCH9
#DAY24
Tidak ada komentar:
Posting Komentar