AIR
Hari
berganti hari minggu berganti minggu. Tanpa
terasa usia ayam di kandang closed house
sudah mencapai 30 hari. Usia yang sangat
rawan terhadap kematian akibat bobot badan yang semakin berat dengan kepadatan
ayam yang tinggi. Jika dalam
pemeliharaan open house ketika siang hari suhu mencapai puncaknya yaitu sangat
panas maka kita bisa menyemprot ayam dengan menggunakan air. Namun tidak demikian dengan kandang tertutup
yang menggunakan sistem. Jika cuaca
panas maka ketersediaan air adalah yang utama.
Ketersediaan air berguna untuk mengisi cooling pad dan nipple
(tempat minum ayam) agar tidak kehabisan air.
Keterlambatan
penyediaan air beberapa detik saja akan mengganggu sirkulasi air di dalam kandang. Bisa
dibayangkan sirkulasi air dengan kandang dengan luasan 12x60 m2 harus
segera terpenuhi. Perjalanan air dari
pipa penampungan air ke cooling pad dan
nipple harus terdistribusi dengan cepat.
Belum lagi jumlah ayam yang besar dan suhu lingkungan yang panas
sehingga konsumsi air minum juga semakin besar.
Hal ini membutuhkan kesigapan anak buah kandang untuk selalu mengontrol
air yang tersedia di penampungan. Jika
lengah sedikit saja akan berdampak sangat besar terhadap kelangsungan hidup
ayam di dalam kandang.
Aku
sedang duduk santai di teras rumah penjaga kandang untuk istirahat sejenak
menghindari suhu di luar yang begitu panas. Belum berapa lama aku duduk aku melihat
anak buah kandang semuanya berlarian menuju ke arah cooling pad bagian luar.
Mereka begitu sibuk memeriksa kondisi cooling pad. Aku mulai
curiga pasti ada yang sesuatu yang tidak beres.
Kujejakkan lagi ke tanah dan berlari ke arah mereka.
“Ada
apa?”
“Air
di cooling pad tidak ada Pak,” jawab
Ibra
Aku
tidak lagi memedulikan alasan mereka, aku segera memutar otak mencari solusi
agar air segera terpenuhi.
“Cepat
ambil air dari kandang sebelah dengan ember!” perintahku
Mereka
dengan segera berlari mengambil ember, masing-masing membawa dua ember. Tanpa pikir panjang secepat kilat kubuka
bagian bawah penampungan cooling pad. Ya, ampun kosong tidak ada airnya.
“Ini
Pak,” ujar Ibra menyyerahkan air di ember
Dengan
serta merta aku mengisi air di bagian bawah cooling
pad. Satu per satu kumasukkan air di
ember yang mereka bawa. Kondisi air juga masih panas akibat sinar matahari yang
sangat terik.
“Cepat
beli es batu, kondisi air agak panas!”
Tanpa
berkata-kata lagi Ibra dan Idul segera mengambil motor kemudian memacunya untuk segera mendapatkan
es batu di toko sekitar kandang. Beberapa
menit kemudian mereka datang dengan membawa es batu. Langsung kuperintahkan membuka plastik dan
memasukkannya ke bagian bawah cooling pad
yang sudah terisi air.
“Alhamdulillah,”
aku bernafas lega
“Lain
kali harus sering memeriksa air yang ada di penampungan,” kataku mengingatkan
mereka.
“Iya
Pak, maaf.”
“Bisa
kamu bayangkan jika kamu lengah sedikit saja maka dampaknya cukup besar.”
“Tadi
air di tandon dalam digunakan untuk mencuci peralatan makan ayam oleh anak PKL,”
ujar Ibra
“Nah,
itu penyebabnya. Air tandon dalam kandang
hanya untuk memnuhi cooling pad dan nipple.
Jangan digunakan yang lain!” kataku sedikit marah.
Cuaca
yang sangat panas menambah gerah hatiku.
Namun aku berusaha untuk meredamnya agar tidak menjadi amarah, toh permasalahan sudah teratasi. Terima kasih Ya
Allah.
#60HMB
#BATCH9
#DAY73
Tidak ada komentar:
Posting Komentar