Kamis, 17 Maret 2022

AIR

 

AIR

 

            Hari berganti hari minggu berganti minggu.  Tanpa terasa usia ayam di kandang closed house sudah mencapai 30 hari.  Usia yang sangat rawan terhadap kematian akibat bobot badan yang semakin berat dengan kepadatan ayam yang tinggi.  Jika dalam pemeliharaan open house ketika siang hari suhu mencapai puncaknya yaitu sangat panas maka kita bisa menyemprot ayam dengan menggunakan air.  Namun tidak demikian dengan kandang tertutup yang menggunakan sistem.  Jika cuaca panas maka ketersediaan air adalah yang utama.  Ketersediaan air berguna untuk mengisi cooling pad dan nipple (tempat minum ayam) agar tidak kehabisan air. 

            Keterlambatan penyediaan air beberapa detik saja akan mengganggu  sirkulasi air di dalam kandang. Bisa dibayangkan sirkulasi air dengan kandang dengan luasan 12x60 m2 harus segera terpenuhi.  Perjalanan air dari pipa penampungan air ke cooling pad dan nipple harus terdistribusi dengan cepat.  Belum lagi jumlah ayam yang besar dan suhu lingkungan yang panas sehingga konsumsi air minum juga semakin besar.  Hal ini membutuhkan kesigapan anak buah kandang untuk selalu mengontrol air yang tersedia di penampungan.  Jika lengah sedikit saja akan berdampak sangat besar terhadap kelangsungan hidup ayam di dalam kandang.

            Aku sedang duduk santai di teras rumah penjaga kandang untuk istirahat sejenak menghindari suhu di luar yang begitu panas. Belum berapa lama aku duduk aku melihat anak buah kandang semuanya berlarian menuju ke arah cooling pad bagian luar.  Mereka begitu sibuk memeriksa kondisi cooling pad.  Aku mulai curiga pasti ada yang sesuatu yang tidak beres.  Kujejakkan lagi ke tanah dan berlari ke arah mereka.

            “Ada apa?”

            “Air di cooling pad tidak ada Pak,” jawab Ibra

            Aku tidak lagi memedulikan alasan mereka, aku segera memutar otak mencari solusi agar air segera terpenuhi. 

            “Cepat ambil air dari kandang sebelah dengan ember!” perintahku

            Mereka dengan segera berlari mengambil ember, masing-masing membawa dua ember.  Tanpa pikir panjang secepat kilat kubuka bagian bawah penampungan cooling pad.  Ya, ampun kosong tidak ada airnya.

            “Ini Pak,” ujar Ibra menyyerahkan air di ember

            Dengan serta merta aku mengisi air di bagian bawah cooling pad.  Satu per satu kumasukkan air di ember yang mereka bawa. Kondisi air juga masih panas akibat sinar matahari yang sangat terik.

            “Cepat beli es batu, kondisi air agak panas!”

            Tanpa berkata-kata lagi Ibra dan Idul segera mengambil  motor kemudian memacunya untuk segera mendapatkan es batu di toko sekitar kandang.  Beberapa menit kemudian mereka datang dengan membawa es batu.  Langsung kuperintahkan membuka plastik dan memasukkannya ke bagian bawah cooling pad yang sudah terisi air. 

            “Alhamdulillah,” aku bernafas lega

            “Lain kali harus sering memeriksa air yang ada di penampungan,” kataku mengingatkan mereka.

            “Iya Pak, maaf.”

            “Bisa kamu bayangkan jika kamu lengah sedikit saja maka dampaknya cukup besar.”

            “Tadi air di tandon dalam digunakan untuk mencuci peralatan makan ayam oleh anak PKL,” ujar Ibra

            “Nah, itu penyebabnya.  Air tandon dalam kandang hanya untuk memnuhi cooling pad dan nipple.  Jangan digunakan yang lain!” kataku sedikit marah.

            Cuaca yang sangat panas menambah gerah hatiku.  Namun aku berusaha untuk meredamnya agar tidak menjadi amarah, toh  permasalahan sudah teratasi. Terima kasih Ya Allah.

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY73

 

 

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar