Sabtu, 12 Maret 2022

IMPIANKU

 

IMPIANKU

 

            Siang ini cuaca amat terik seolah matahari ada dua. Terlihat dari kejauhan atap kandang seperti mengeluarkan asap karena sinar matahari yang begitu menyengat. Jarak kandang dengan pandanganku sekitar lima puluh meter, sehingga tampak jelas “kepulan asap” meliuk dari seng mengarah ke awan.  Entah berapa derajat jika diukur dengan termometer.  Suhu lingkungan sangat menentukan suhu ruangan.  Bagaimana  suhu dalam kandang tertutup (closed house) berukuran 12x60 m2 dengan populasi 10.000 ekor?  Bisa dibayangkan pasti ayam akan mengalami panting (megap-megap).  Meski kandang tertutup sudah didesain sedemikian rupa, namun tetap  membutuhkan keteliltian dan kejelian dalam mengatur suhu dalam kandang.

            Aku buru-buru masuk ke dalam kandang, seperti biasa sebelum masuk kucelupkan kakiku terlebih dahulu ke dalam kolam air yang sudah dicampur desinfektan.  Pintu yang terbuat dari besi kubuka perlahan agar tidak menimbulkan bunyi yang dapat mengejutkan ayam.  Ayam broiler adalah jenis ayam yang mudah mengalami stress jika ada perlakuan dari lingkungan yang membuatnya tidak nyaman, seperti suhu terlalu dingin, terlalu panas, bunyi yang keras, hembusan angina yang kencang, perlakuan kasar dan sebagainya.  Ketika ayam mengalami perlakuan di atas maka dengan serta merta akan menurunkan kemampuannya mengonsumsi pakan.  Penurunan konsumsi pakan akan menurunkan pula feed intake dan akhirnya menghambat pertumbuhannya.

            “Ibra, sudah kamu atur kebutuhan kipas dan cooling pad dengan suhu dan kelembaban yang dibutuhkan ayam?” tanyaku

            “Iya, pak sudah,” jawabnya sambil memutar tempat pakan ayam.

            Ibra merupakan salah satu anak buah kandang (ABK) yang juga siswa prodi peternakan di sekolah kami. Di luar jam sekolah ia bekerja membantu pamannya mengumpulkan buah kelapa yang akan dijual kepada pengepul.  Suatu ketidaksengajaan, malam itu sekitar pukul 01.00 dini hari, DOC (bibit ayam) datang, kebetulan salah seorang siswa kelas XI yang juga tetangganya mengajaknya untuk ikut ke kandang. Ibra pun datang membantu kami mengeluarkan DOC dari kotaknya. Aku perhatikan ia begitu cekatan dalam bekerja. Pagi harinya aku menanyakan kesediaannya untuk menjadi salah seorang ABK di kandang dan ia bersedia. Jadilah ia salah seorang tenaga handal di kandang sekolah.

            “Ibra berapa ayam yang mati hari ini?”

            “Alhamdulillah hanya dua Pak,” jawabnya.

            “Alhamdulillah.”

            Kandang tertutup modern (closed house) di sekolah merupakan kandang bantuan dari pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kebutuhan pembelajaran praktik siswa berbasis teaching factory. Aku sangat bersyukur, seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Memang benar apa kata orang, apa yang kita pikirkan dan ucapkan pasti akan terjadi ketika kita meyakininya. Aku sangat menginginkan siswa dapat mengupdate dan mengupgrade kemajuan teknologi  peternakan terutama ternak unggas.  Sehingga kompetensi siswa dapat seiring sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY68

 

           

             

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar