PANEN
Tiba-tiba
beberapa kendaraan yang di desain sebagai mobil pengangkut ayam memasuki
kandang. Aku yang sedang memberikan
pengarahan kepada siswa kelas XII sangat terkejut dengan kedatangan mobil-mobil
tersebut. Memang kemarin ada rencana mau
panen ayam tetapi dari pihak kemitraan sampai pagi ini belum mengonfirmasikan
kepada kami sebagai pengelola kandang closed
house sekolah.
Aku
segera berkomunikasi dengan teman-teman dan anak buah kandang untuk secepatnya
melakukan persiapan kandang. Saat itu
jarum jam menunjukkan pukul 09.00, matahari di kandang mulai memancarkan
sinarnya yang membuat kami memicingkan mata jika berada di area halaman kandang. Artinya hari ini suhu pasti sangat panas. Bagaimana dengan ayam broiler yang selalu
berada di tempat yang sejuk dan tidak tahan panas?
“Ah,
sudahlah nanti aku kondisikan,” batinku
Persipan
mulai kami lakukan. Anak buah kandang
bertugas menyiapkan peralatan di yang akan digunakan dalam pemanenan.
“Ibra
tolong sekat ayam di bagian belakang dengan paranet,” kataku
“Idul,
siapkan timbangan digital di dekat pintu belakang kandang. Hasri siapkan alat
tulisnya ya.”
Setelah
peralatan semuanya siap, aku berdiskusi dengan bakul tentang aturan
pemanenan. Aku perlu melakukan ini agar
bakul memahami juga resiko yang akan diterima jika tidak mematuhinya. Terutama dalam penggunaan timbangan untuk
mengetahui bobot jual ayam.
“Maaf
Pak, perlu saya sampaikan bahwa kita menggunakan timbangan dacin digital untuk
meminimalisir kematian ayam selama perjalanan.”
“Waduh,
tidak bisa begitu Pak. Kalau kita pakai
timbangan dacin akan lama proses pemindahan ayam ke dalam mobil karena ayam
akan stress. Bayangkan setelah
ditangkap, ayam ditimbang kemudian ditangpak lagi dan dimasukkan ke dalam
keranjang. Kalau kami biasanya main
cantik dengan peternak, dengan menggunakan timbangan gantung,” ucap Bakul 1
panjang lebar.
“Iya, nanti tidak ada bakul yang ambil ayam di
kandang sini lagi jika aturannya seperti itu,” ujar Bakul 2.
Disampingku
berdiri Bu Tina dan Bu Anti, mereka memberi kode kepadaku untuk tetap pada
prinsip.
“Ayam
dari kandang closed house tidak bisa
digantung berlama-lama di timbangan Pak.
Nanti stress dan banyak mati selama pengangkutan dan kami tidak mau
menggantinya. Bapak mau menanggung
resikonya?” aku menjelaskan panjang lebar.
“Iya
Pak, kalau ayam dari kandang open house
mungkin bisa digantung di timbangan untuk mengetahui bobot badannya,” kata Bu
Anti berusaha memberi pengertian.
Dengan
sedikit berat hati Bakul 1 dan 2 menyetujui aturan ini. Penangkapan ayam mulai dilakukan, ayam
ditangkap sebanyak lima ekor kemudian dimasukkan ke dalam keranjang untuk
ditimbang. Bu Tina bertugas mencatat
bobot badan ayam.
Cuaca
di kandang mulai tidak kondusif, ayam yang sudah berada dalam mobil angkut
mengalami panting. Aku menugaskan kepada
Tatang, satpam kandang untuk mengambil kipas angin besar.
“Tang,
tolong ambil kipas angina di kantor ya,”
“Baik
pak,” jawabnya.
Setelah
beberapa menit datang membawa kipas angin.
Aku meletakkan kipas angina di samping mobil angkut ayam. Dengan segera
pula aku menarik kabel panjang dan menyalakannya. Ayam masih terlihat megap-megap.
“Tang
tolong siapkan selang air.”
“Untuk
apa Pak?” tanyanya
“Untuk
menyemprot ayam agar tidak kepanasan.”
Secepat
kilat Tatang berlari mengambil selang dan memasangnya di kran dekat kandang.
“Tolong
semprot ayamnya dari atas sampai ke bawah ya,” kataku kepada anak buah bakul.
Proses
penangkapan, penimbangan dan pemindahan ayam ke mobil memakan waktu cukup lama
karena satu mobil maksimal berisi 500
ekor ayam. Setelah mobil penuh dan bakul
menandatangani administrasi maka rombongan mobil 1 siap diberangkatkan.
Aku
mengarahkan pandangan ke halaman kandang yang begitu luas.
“Ya,
Allah,” ucapku lirih
Di
halaman kandang sudah berderet sekitar 10 mobil lagi yang siap mengangkut
ayam. Ini artinya pemanenan akan
berlangsung sampai malam. Tak apalah
tetap harus semangat. Terima kasih Ya Allah,
Engkau telah mengabulkan permohonan kami memiliki kandang modern kapasitas 20
ribu ekor guna peningkatan kompetensi siswa.
#60HMB
#BATCH9
#DAY74
Tidak ada komentar:
Posting Komentar