RASA
Berbicara
tentang “rasa” pasti setiap orang pernah me”rasa”kan. Rasa senang, susah, bahagia, sedih, manis,
pahit, dan merasakan sesuatu yang menyenangkan, menyusahkan, menyedihkan,
mengalami manis dan pahitnya kehidupan. Semua
“rasa” dan me”rasa”kan datang silih berganti.
Hari ini mungkin mengalami sesuatu yang menyenangkan, misalnya mendapatkan
jabatan baru, kebahagiaan memancar ke lingkungan sekitar. Apa yang kita lakukan menjadi sangat indah, rasa
percaya diri semakin bertambah. Atau pernah mendapatkan hadiah istimewa
sehingga ketika mengenang peristiwa itu senyum-senyum sendiri. Ketika mengingat
kenangan itu bisa menjadi motivasi untuk bangkit dari keterpurukan..
Roda
kehidupan terus berputar, kadang di atas kadang pula di bawah. Kebanyakan manusia tidak menginginkan dan
tidak siap mental ketika berada di putaran roda paling bawah kehidupan. Pengalaman
menyakitkan seperti kehilangan jabatan yang tiba-tiba. Baru menduduki jabatan
selama dua tahun secara mendadak atasan mengganti dengan orang lain. Rasa kecewa, sedih, kehilangan harga diri,
dipandang sebelah mata semua menjadi satu.
Berbagai
bayangan buruk menghantui, dari yang tadinya kemana-mana setiap orang menaruh
rasa hormat berubah biasa-biasa saja. Yang tadinya sebelum memasuki ruangan,
orang-orang menyambutnya kini orang mengacuhkannya. Yang dulunya setiap ada
acara di kantor menunggu kedatangannya sekarang mengabaikannya. Ruangan kantor istimewa
yang tadinya kita agungkan sekarang sudah ada orang lain berada di dalamnya.
Siapapun
yang berada pada posisi tidak mengenakkan ini pasti akan tertekan. Paling sulit
adalah ketika menyampaikan berita ini kepada keluarga, mereka pasti terkejut,
shock dan terpukul. Keluarga, isteri/suami serta anak-anak akan marah, kecewa
yang teramat sangat, mengumpat dan tidak
mau menerima keadaan. Mereka pasti akan
membela dan memusuhi pejabat atasan yang telah mengeluarkan kebijakan diluar
sangka kita.
Berada
pada posisi bawah seperti ini sangatlah menyedihkan. Betapa bertahun-tahun sudah berusaha
memberikan yang terbaik dengan terpaksa harus legowo alias ikhlas, jabatan beralih ke orang lain. Betapa
bertahun-tahun merintis karir dan memimpikan jabatan yang bergengsi, setelah menduduki
jabatan secara tiba-tiba berpindah tangan.
Seandainya
bisa, mungkin kemana-mana memakai topeng untuk menutupi rasa malu. Jikalau bisa,
mungkin akan memakai kaca mata hitam guna menghindari tatapan sinis dan iba dari
orang lain. Jika memungkinkan mengurung diri di rumah saja tidak ingin bertemu
dengan siapapun. Namun hidup harus terus berjalan, pada posisi inilah setiap
individu membutuhkan imun dan mood booster
untuk mengembalikan lagi kepercayaan diri yang seolah-olah telah hilang.
#60HMB
#BATCH9
#DAY61
Tidak ada komentar:
Posting Komentar