HARAPANKU
Tiba-tiba
telepon bordering di tengah malam, terdengar suara ABK agak pelan di seberang
sana.
“Pak,
kenapa ayam ini? Banyak yang mati, malam ini kerjanya kami hanya mengumpulkan ayam
yang mati,” ucapnya pelan.
Aku
terkejut bukan kepalang. Waduh, ada apa lagi
ini? Tadi siang waktu aku tmeninggalkan kandang sekolah ayam dalam keadaan baik. Mengapa tiba-tiba tengah malam kondisinya
jauh berbeda? Di kepalaku penuh tanda tanya.
“Ya,
nanti bapak ke situ,” jawabku
Pukul 02.00 aku menuju ke kandang sekolah. Dalam perjalanan pikiranku tidak karuan, banyak
yang berkecamuk dalam benakku.
“Jangan-jangan
ayam dehidrasi atau stress dalam perjalanan atau biosecurity yang kurang baik.
Mungkin karena perlakuan yang kurang baik,” ucapku dalam hati.
Aaahhh,
kubuang jauh-jauh pikiran-pikiran negatif dengan mengalihkan perhatian ke
hal-hal yang lain. Perjalananku di tengah malam buta hanya ditemani bulan dan bintang-bintang
di langit yang dengan setia mengantarkanku sampai di kandang. Suara jengkerik dan sesekali lolongan anjing
membuatku sedikit bergidik. Aku dengan
segera memacu kendaraan yang kukendarai.
Sesampai di pintu gerbang sekolah kubuka helm agar satpam
mengenaliku. Benar saja pak satpam
segera menghampiriku begitu mendengar suara motor mendekat.
“Assalammualaikum,
permisi Pak Satpam, mau ke kandang.”
“Oiya,
silakan Pak Hari, saya kira siapa,” katanya
Aku
melempar senyum kepadanya dan melanjutkan perjalanan ke bagian belakang sekolah
tepatnya ke kandang. Dari kejauhan sorot
lampu menampakkan dengan jelas pintu kandang yang terbuat dari besi dalam
keadaaan tertutup. Aku memarkirkan motor 50 meter dari kandang. Aturan di kandang closed house memang demikian, harus memperketat biosecurity untuk mencegah penularan
penyakit dari luar ke dalam kandang.
Kulangkahkan
kaki masuk ke dalam kandang dengan terlebih dahulu mencelupkan kaki ke dalam
kolam yang berisi air dan desinfektan. Aku
membuka pintu perlahan dan menutupnya dengan segera karena dikhawatirkan akan
mengganggu sirkulasi udara dalam kandang.
“Pak
Hari, coba lihat ini,” ujar Ibra sambil menunjuk setumpuk bangkai ayam.
“Ya,
Allah kenapa bisa sebanyak ini?” tanyaku
“Kami
juga tidak tahu, kenapa bisa seperti ini,” jawab Ibra
Aku
mulai mengamati satu per satu kondisi ayam yang masih hidup. Ada beberapa yang tampak lesu tidak mau makan
dan minum, ada yang hanya tidur meletakkan kepalanya di bawah. Beberapa ayam sepertinya mengalami dehidrasi
akibat perjalanan jauh. Perjalanan yang seharusnya ditempuh dua puluh empat jam
molor sampai tiga puluh jam. Sehingga ayam mengalami stes sesampainya di
kandang. Ini merupakan awal yang buruk
bagi sebuah pemeliharaan. Dibutuhkan
perhatian ekstra agar stamina ayam tidak semakin menurun.
Pada
prinsipnya 14 hari pertama adalah waktu yang menentukan berhasil tidaknya suatu
pemeliharaan. Dalam hati aku berdo’a semoga Allah selalu membimbing dan
memberikan kelancaran hingga panen nantinya.
#60HMB
#BATCH9
#DAY70
Tidak ada komentar:
Posting Komentar