Senin, 14 Maret 2022

HARAPANKU

 

HARAPANKU

           

            Tiba-tiba telepon bordering di tengah malam, terdengar suara ABK agak pelan di seberang sana. 

            “Pak, kenapa ayam ini? Banyak yang mati, malam ini kerjanya kami hanya mengumpulkan ayam yang mati,” ucapnya pelan.

            Aku terkejut bukan kepalang.  Waduh, ada apa lagi ini? Tadi siang waktu aku tmeninggalkan kandang sekolah ayam dalam keadaan baik.  Mengapa tiba-tiba tengah malam kondisinya jauh berbeda? Di kepalaku penuh tanda tanya.

            “Ya, nanti bapak ke situ,” jawabku

            Pukul  02.00 aku menuju ke kandang sekolah.  Dalam perjalanan pikiranku tidak karuan, banyak yang berkecamuk dalam benakku. 

            “Jangan-jangan ayam dehidrasi atau stress dalam perjalanan atau biosecurity yang kurang baik. Mungkin karena perlakuan yang kurang baik,” ucapku dalam hati.

            Aaahhh, kubuang jauh-jauh pikiran-pikiran negatif dengan mengalihkan perhatian ke hal-hal yang lain. Perjalananku di tengah malam buta hanya ditemani bulan dan bintang-bintang di langit yang dengan setia mengantarkanku sampai di kandang.  Suara jengkerik dan sesekali lolongan anjing membuatku sedikit bergidik.  Aku dengan segera memacu kendaraan yang kukendarai.  Sesampai di pintu gerbang sekolah kubuka helm agar satpam mengenaliku.  Benar saja pak satpam segera menghampiriku begitu mendengar suara motor mendekat.

            “Assalammualaikum, permisi Pak Satpam, mau ke kandang.”

            “Oiya, silakan Pak Hari, saya kira siapa,” katanya

            Aku melempar senyum kepadanya dan melanjutkan perjalanan ke bagian belakang sekolah tepatnya ke kandang.  Dari kejauhan sorot lampu menampakkan dengan jelas pintu kandang yang terbuat dari besi dalam keadaaan tertutup. Aku memarkirkan motor 50 meter dari kandang.  Aturan di kandang closed house memang demikian, harus memperketat biosecurity untuk mencegah penularan penyakit dari luar ke dalam kandang. 

            Kulangkahkan kaki masuk ke dalam kandang dengan terlebih dahulu mencelupkan kaki ke dalam kolam yang berisi air dan desinfektan.  Aku membuka pintu perlahan dan menutupnya dengan segera karena dikhawatirkan akan mengganggu sirkulasi udara dalam kandang. 

            “Pak Hari, coba lihat ini,” ujar Ibra sambil menunjuk setumpuk bangkai ayam. 

            “Ya, Allah kenapa bisa sebanyak ini?” tanyaku

            “Kami juga tidak tahu, kenapa bisa seperti ini,” jawab Ibra

            Aku mulai mengamati satu per satu kondisi ayam yang masih hidup.  Ada beberapa yang tampak lesu tidak mau makan dan minum, ada yang hanya tidur meletakkan kepalanya di bawah.  Beberapa ayam sepertinya mengalami dehidrasi akibat perjalanan jauh. Perjalanan yang seharusnya ditempuh dua puluh empat jam molor sampai tiga puluh jam. Sehingga ayam mengalami stes sesampainya di kandang.  Ini merupakan awal yang buruk bagi sebuah pemeliharaan.  Dibutuhkan perhatian ekstra agar stamina ayam tidak semakin menurun. 

            Pada prinsipnya 14 hari pertama adalah waktu yang menentukan berhasil tidaknya suatu pemeliharaan. Dalam hati aku berdo’a semoga Allah selalu membimbing dan memberikan kelancaran hingga panen nantinya.

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY70

           

           

 

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar