Minggu, 13 Februari 2022

AKU BERBEDA

 

AKU BERBEDA


            Sunyi senyap kurasa sendiri.  Hiruk pikuk di luar tidak mampu membuat aku larut ikut serta menikmatinya.  Entah mengapa beberapa hari ini aku merasa ada yang berbeda pada diriku.  Aku masih memikirkan ucapan Oila yang mengatakan aku memiliki perbedaan dengan yang lainnya.  Sejenak terbersit kalimat yang sama terucap dari Oili bahwa aku berbeda.

            Kutelisik badanku, adakah yang salah?  Lagi-lagi aku tidak menemukan jawabannya.  Belum puas sekali lagi aku berdiri di depan cermin, putar kanan dan kiri.  “ Apa  ya…,” batinku.  Mengapa teman-temanku mengatakan demikian? Aku makin penasaran, kupegang wajah, mata, hidung , telinga, sayap, kaki, semuanya sama dengan yang lain.

            Ah, biarlah terserah mereka saja mau mengatakan apa tentang diriku.  Malam kian larut, bintang dan bulan semakin bersinar menggantikan tugas matahari menerangi bumi.  Mataku belum mau terpenjam.  Pikiranku melayang kemana-mana.  Pikiranku tertuju kepada teman-temanku yang sudah sekian lama bersama.  Mereka begitu baik, tidak mungkin menjerumuskan aku hanya karena aku (menurut) mereka berbeda.  Ah…, sudahlah.  Malam semakin larut mataku sudah mulai meredup pertanda aku harus istirahat.

            Seperti hari-hari biasanya kami bermain di halaman.  Tiba-tiba Oila dan Oili datang dan mengajakku bermain tebak-tebakan. 

            “Yuk, kita main tebak-tebakan.”

            “Aku lagi males Oili,” sahutku

            “Ayolaaah, sekali ini saja,” bujuknya

            “Iya, yok ah, kita asah otak,” ucap Oili

            “Tapi…,”

            “Tidak udah pakai tapi-tapi.”

            “Tumben kamu tidak semangat, biasanya kamu yang paling semangat kalau ada tebak-tebakan.  Kamu tuh, paling hebat diantara kami.”

            “Ayo donk, sebentar lagi ada lomba lho.  Yuk, sambil kita latihan supaya nanti kita dapat juara.”

            Aku mulai goyah untuk tetap berpegang pada pendirian.  Aku mengkhawatirkan komentar mereka yang mengatakan bahwa aku berbeda.  Sedikit galau dari semalam membuatkan kurang semangat bermain hari ini.  Bagaimana jika… mereka mengatakan hal itu sekali lagi nanti.  Aku mulai cemas.  Bagaimana jika…mereka menjauhiku nanti aku tidak memiliki teman lagi. 

            “Ayo, cepat main,” Oila melambaikan tangan memanggilku  dari kejauhan.

            Oili datang menjemputku. 

            “Ada apa denganmu?” Ucap Oili. Ia mulai penasaran mengapa aku tidak seperti biasanya, yang ceria ketika bermain.

            “Kamu mengatakan aku berbeda, Oila juga berkata demikian” kataku lirih.

            “Ooooo itu penyebab kamu tidak mau main sama kita?”

            “Jadi begini, kamu itu berbeda karena memiliki keistimewaan,” ujarnya

            “Apanya yang istimewa?” Tanyaku.

            “Kamu suka belajar dan memiliki kemampuan di atas kami-kami ini,” jelasnya.

            “Oooo itu maksudnya berbeda? Ya…ampun maafkan aku ya sudah berpikir yang tidak-tidak” kataku.  Aku pun lega karena bukan seperti prasangkaku.

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY41

           

           

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar