INSPIRASI
PAGI
Oleh: Marchilia Damayanti
“Waduh!” Pekikku.
Tanpa pikir panjang aku meraup jagung dengan tangan dan memasukkannya ke
dalam kantong plastik sayuran.
“Ini Kak, plastik,” ujar seorang gadis kecil sembari memberikan plastik. Aku terkejut dan diam sesaat.
“Terima kasih.”
Sejurus kemudian gadis kecil itupun
pergi sambil tersenyum. Dari jauh aku perhatikan ia menuju ke arah lapak seorang
ibu penjual sayur dan pisang.
Tadi pagi aku ke pasar membeli
jagung untuk pakan ayam. Seperti biasa
setiap pedagang selalu menggunakan kantong plastik sebagai kemasan
dagangannya. Aku kurang memperhatikan kondisi plastik dari
penjual jagung. Belum berapa jauh melangkah meninggalkan tempat itu, tiba-tiba “prak”,
jagung berhamburan keluar dari wadahnya.
Kembali ke gadis kecil tadi. Aku begitu terpesona dengan sikapnya yang
memiliki rasa simpati dan empati. Diantara
hiruk pikuk orang di pasar yang sibuk dengan urusannya masing-masing, masih ada
yang peduli terhadap kesulitan orang lain.
Bisa dibayangkan jika tidak ada yang menolong tadi. Aku pasti kewalahan membawa jagung pulang ke
rumah.
Tidak semua anak memiliki rasa
peduli dan empati kepada sesama. Maraknya gawai dengan berbagai aplikasi dan
media sosial menjadi salah satu penyebabnya.
Pernah suatu ketika aku melihat sekelompok anak muda sedang asyik bermain
game di gawai. Dari kejauhan tampak bapak tua kesulitan
memindahkan batang kayu di jalan. Namun
sekelompok anak muda tadi tetap bergeming terus memainkan gawainya.
Sikap peduli tentunya tidak terbentuk dengan
sendirinya. Ada orang tua dan lingkungan
yang turut berperan dalam hal ini. Orang
tua dan lingkungan dapat menanamkan sejak dini sikap peduli dengan cara melibatkan
anak dalam kegiatan berbagi. Sering
memberikan teladan kepada anak sikap simpati dan empati. Sehingga nantinya anak akan memiliki
kebiasaan dan karakter yang baik.
#60HMB
#BATCH9
#DAY29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar