KUCINGKU?
Oleh: Marchilia Damayanti
Si
Hitam berjalan sedikit berlari menghampiriku.
Mungkin ada sesuatu yang ingin ia katakan. Aku melihat ke arahnya, ia juga mendongakkan
kepala menatapku.
“Meooong…meoooong…”
Suara
“cemprengnya” begitu berisik,
“Ssssst,
diam Hitam!” kataku
“Meooong…meoooong…meoooong.”
“Bisa
diam nggak sih,” seruku lagi.
Tetapi
ia tetap saja berisik, hingga aku
mengambilkan makanan untuknya.
Sejurus kemudian dengan lahap ia menyantap makanan yang kuberikan. Sambil makan tetap saja
mengeluarkan suara khas cemprengnya.
Selang
beberapa saat datang si Upik dan Umik.
Merasa terganggu dengan kehadiran mereka berdua, si Hitam mengeluarkan
suara nyaringnya. Si Upik dan Umik berhenti
dan mundur selangkah. Si Hitam makan
dengan lahap seraya sesekali melihat ke arah Upik dan Umik yang
menyiratkan bahwa ia tidak mau membagi
makanannya.
Si
Upik dan Umik mulai kesal. Mereka berjalan
perlahan mendekati Hitam. Dan apa yang
terjadi, jreng…jreng…Si Hitam naik pitam.
Ia membabi buta menyerang keduanya.
Upik dan Umik tidak kalah garangnya, mereka balik menyerang Hitam.
“Eerrrrr….eerrrr,”
“Wauwwww….wauuuuwww.”
“Bag…bug…prank…gedubrak….”
Aku
berlari secepat kilat mengambil air di gayung lalu menyiramkan ke arah mereka.
“Wauuuw…wauuuw.”
Suara mereka begitu berisik.
Sesaat
mereka bubar. Tetapi beberapa detik
kemudian bertemu dan beradu fisik lagi.
Aku menghela nafas panjang sambil menyiramkan air lagi. Si
Hitam tetap bertahan di tempatnya terlihat ia menaikkan punggungnya pertanda masih
siap untuk berkelahi.
“Ya
ampuuun, Hitam….Hitam…”
“Hitam,
sudah berhenti berkelahi!”
Upik
dan Umik juga tidak kalah berani. Mereka
juga menaikkan punggungnya bersiap jika tiba-tiba si Hitam menyerang. Keberanian ketiganya membuatku khawatir
ketika ada yang terluka.
Mereka
benar-benar seperti Tom and Jerry
tetapi versi kucing. Dimana bertemu
pasti beradu kekuatan alias tidak pernah akur. Aku begitu cemas dengan kondisi
ini. Kecemasanku sangat beralasan, pernah suatu ketika mereka berkelahi saling
cakar sehingga ada yang terluka.
Meski
mereka adalah kucing liar yang datang setiap saat ke rumah, aku sangat
menyayangi mereka. Ketika aku baru
datang dari bepergian mereka sudah menyambutkku di pagar rumah. Sebenarnya keinginan terbesarku adalah mereka akur.
Tapi apalah daya binatang tetap memiliki insting untuk mempertahankan
wilayahnya.
#60HMB
#BATCH9
#DAY33
Tidak ada komentar:
Posting Komentar