BIARLAH MENJADI MISTERI
Oleh: Marchilia Damayanti
Anjing melolong tanpa berkesudahan. Aku teringat cerita ibu, jika seperti itu
biasanya ada setan lewat.
“Iiiihhh, sereeem…”
Buru-buru aku menutup jendela
kamar. Menjelang malam, setiap selesai
shalat Maghrib bulu kuduk selalu berdiri.
Entah perasaanku sendiri atau ada faktor X.
Beberapa hari ini di vila tempat
kami menginap terasa ada keanehan. Suasana
vila yang banyak pepohonan menambah syahdu keadaaan. Suara gesekan dedaunan turut andil menjadi
saksi bisu ketegangan dalam vila.
Beberapa cerita dari teman-teman, pernah melihat sekelebat sosok putih yang tiba-tiba menghilang diantara pepohonan. Terkadang terdengar suara “kresek-kresek” berjalan di area belakang. Ada juga yang mendengar samar-samar suara orang bercerita.
Tidak kalah seremnya yang dialami oleh Ida kali ini. Seperti biasa ketika siang hari kegiatan kami
padat merayap tidak sempat mencuci pakaian. Sore menjelang malam baru sempat
kami mencuci. Ida sedang menjemur pakaian di teras vila sendirian. Tanpa ia sadari di kegelapan malam ada yang
memperhatikannya. Sepasang cahaya menyorot tajam ke arahnya. Perasaannya mulai tidak enak. Ia pun melirik ke arah pepohonan tadi.
“Lela…Lela… sini dulu, temaniku
aku!” teriak Ida.
“Ya…., tunggu…sebentar!”
Aku berlari ke teras menghampiri
Ida.
“Kenapa Da?”Tanyaku sedikit
berbisik.
“Tuh, lihat ke sana,” kata Ida
“Mana?” Tanyaku lagi.
Aku pun menyelidik ke arah yang
ditunjuk Ida.
“Tidak ada apa-apa,” gumamku.
Eit, tunggu dulu ada yang mengkilat
dari kejauhan.
“Apa itu ya?” Batinku.
Ih, tapi lama-lama aku takut
juga. Dengan tunggang langgang kami masuk
ke dalam vila.
“Nah, tuh… kan… apa kataku.”
“Sereeeem, Da,” jawabku.
Setelah menenangkan diri, aku dan
Ida berdiskusi sambil mereka-reka, kira-kira kilauan apa itu.
“Waduh, gawat kalau begini tiap
malam,” ujar Ida.
“Iya, Da, lama-lama stress kita,”
ucapku lagi.
Rasa penasaran semakin membuncah,
kami mengintip dari balik jendela.
Perlahan-lahan kubuka tirai, mengarahkan
pandangan ke tempat tadi. Tapi sorot
kilauan sudah tidak terlihat lagi. Tanpa sengaja kami saling menatap dan hampir
bersamaan menggelengkan kepala, membisu.
Ah, biarlah menjadi misteri. Aku
dan Ida naik ke tempat tidur membawa mimpi dua sorot tajam yang berkilau.
#60HMB
#BATCH9
#DAY31
Tidak ada komentar:
Posting Komentar