Minggu, 27 Februari 2022

SENYUM ILA

 

SENYUM ILA

            Seharian Ila tersenyum terus tanpa henti.  Entah apa yang ada dalam pikirannya. Meski sedang sendirian ia tersenyum apalagi ketika bertemu itik yang lain.  Kedua sudut bibirnya selalu mengarah ke atas, mimik wajahnya menunjukkan keceriaan.  Teman-teman yang lain juga sangat heran melihat perangainya.  Ila yang biasanya cenderung pendiam kini berubah menjadi sosok yang ramah dan ceria.  Kami semua terkejut dengan perubahan ini. 

            “Eh, ada apa dengan Ila ya?” tanyaku

            “Kamu lihat juga perubahan sikapnya?”ucap Ika

            “Iya, dari tadi pagi kuamati sepertinya ada yang berbeda dengan dirinya.”

            “Ah, mungkin saja  lagi senang hatinya.”

            “Iya, mungkin ia mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.”

            “Atau jangan-jangan mendapatkan hadiah dari orang tuanya.”

            Kami saling menceritakan perubahan sikap Ila. Ya, siapa yang tidak kaget terhadap perubahan yang begitu tiba-tiba. 

            “Eh, kamu berani apa tidak tanya ke Ila, kenapa dia begitu?”tantangku

            “Nggak ah, nanti dia marah padaku.”jawab Ika

            “Iya nanti dia marah,” ujar Ita

            “Aku berani,” kata Iza

            “Kamu berani Iza?” jawabku tidak yakin

            “Berani donk.”

            Akhirnya kami putuskan untuk menemui Ila.  Kami berjalan beriringan menuju rumah Ila.  Dari kejauhan rumah Ila tampak asri dengan berbagai tanaman.  Sesampainya di rumah Ila kami memberi salam dan ibunya yang menyambut kedatangan kami.

            “Ada Ila Tante?” tanyaku

            “Ada, ada apa ini kok tiba-tiba ramai-ramai datang ke rumah?”

            “Nggak Tante, cuma pingin main saja,” jawabku

            “Oooo.  Tunggu ya, Ila lagi  di belakang.”

            Kami saling pandang dan mulai kasak-kusuk.  Ita yang memang semula ragu akan keputusan kami mulai diam tidak berkata apa-apa.  Sementara Iza yang sanggup menerima tantanganku tampak tenang-tenang saja.  Sepertinya ia siap menghadapi resiko apapun. 

            “Eh, kalian pada kenapa kok semuanya diam, santai saja kali,” kata Iza sambil tertawa.

            “Ah, kamu Iza, kita lagi memikirkan bagaimana kalau Ila marah nanti.”

            “Aaahhh, nggak apa-apa, dia tidak bakalan marah,” ujar Iza

            Untuk beberapa saat kami terdiam tenggelam dalam pikiran masing-masing.  Suasana begitu hening, hanya kicauan burung yang terdengar.

            “Hai, teman-teman, apa kabar?” sapa Ila dengan ceria

            “Eee…, eeemmm, ka…ka…bar baik,” jawab kami serempak.

            “Tumben ke rumahku, ada yang bisa saya bantu?”

            Lagi-lagi Ila tersenyum ramah.

            “Ila…Ila…ada apa denganmu?” batinku

            Sementara aku melihat ke arah Iza, ia hanya diam. Aku mulai ragu terhadap Iza.  Katanya ia berani akan tapi kok malah diam di saat Ila datang.

            “Iza…, ayo …,” bisikku kepada Iza yang duduk tidak jauh dariku.

            Teman-teman lainnya juga mengarahkan pandangannya kepada Iza.  Tapi Iza malah menunduk.  Ya…Iza…katanya berani.

            “Hai…ada yang bisa saya bantu?” tanya Ila sekali lagi.

            “Begini Ila, boleh kami menanyakan sesuatu?” kataku membuka pembuka pembicaraan.

            “Tentu donk dengan senang hati aku akan menjawabnya…”

            “Eeemmm, kenapa akhir-akhir ini kamu sering tersenyum dan selalu ceria?”

            Sesaat suasana menjadi hening kembali setelah aku mengajukan pertanyaan ke Ila.  Aku memperhatikan dengan ekor mataku reaksi Ila yang lagi-lagi hanya tersenyum.

            “Oooo, itu ya yang menjadikan kalian ingin tahu,” jawabnya

            Ila pun menceritakan mengapa akhir-akhir ini ia lebih sering tersenyum dan ceria. 

            “Begitulah teman-teman, senyum membuat kita membawa suasana lebih ceria.  Senyum akan lebih mencairkan keadaan.”

            “Oooo, begitu ya Ila.”

            Kami pun tertawa bersama sambil menyantap cemilan yang telah dihidangkan oleh mama Ila.  Setelah puas mendapatkan jawaban dari Ila kami berpamitan pulang.

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY55

 

 

           

           

           

           

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar