Selasa, 08 Februari 2022

 

SAHABATKU

Oleh: Marchilia Damayanti


            Berdua bersama dengan sahabat membuatku merasa nyaman.  Pertama kali aku melihat dunia yang kujumpai adalah Oila.  Teman-teman lainnya masih berada dalam cangkang telur.  Aku memperhatikan sekelilingku, dari kejauhan terlihat seekor anak ayam berusaha berdiri.  Aku berjalan mendekati untuk menolongnya. 

            “Tolong aku,” katanya

            “Iya, sabar ya.”

            Aku berusaha membantunya berdiri dan…hap…hap…pelan-pelan ia sudah bisa berdiri sendiri. 

            “Terima kasih,” ucapnya

            “Sama-sama.”

            Tidak ada seindah seperti yang kurasakan saat ini, bertemu dengan sahabat yang teramat sangat berjasa.  Pernah suatu ketika aku mengalami hal buruk dalam kehidupan, yaitu menderita omphalitis (radang tali pusat).  Penyebab omphalitis adalah stress akibat perlakuan dari lingkungan.  Menurut dokter, ada suatu hormon yang muncul ketika mengalami stress.  Hormon ini menyebabkan kuning telur (cadangan makanan) yang seharusnya terserap oleh tubuh, tidak terserap dengan baik. Sehingga tali pusat basah dan terkontaminasi kuman yang mengakibatkan peradangan tali pusat. 

            Aku pun diisolasi ke tempat yang berbeda dengan teman-teman lainnya.  Oila tidak mau berpisah denganku.  Teman-teman lainnya melarang Oila mengikuti aku. 

            “Jangan ikut Oila, nanti kamu ketularan lho.”

            “Ih, Oila. Di sini saja, emang kamu perawatnya?”

            “Eh, Oila memangnya enak merawat orang sakit.”

            Begitulah kalimat-kalimat yang meluncur dari teman-teman yang lain. Namun ia tetap mengikuti ke tempat isolasi dan merawatku hingga sembuh. Aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Oila.

            “Oila, tolong ambilkan aku makanan,” pintaku pada Oila.

            “Iya, Oiler kamu harus banyak makan. Setelah itu minum air yang ada vitamin dan antibiotiknya ya,”ucap Oila.

            Demikianlah hari-hari kulalui  bersama Oila di tempat isolasi.  Ia sukarela menolongku, tanpa mengharap imbalan apapun.  Seakan menyiratkan deritamu adalah deritaku, sedihmu adalah sedihku, akhirnya susah senang kami bersama.

            Suatu hari aku bertanya kepada Oila, alasannya membantuku.

            “Oila, kenapa kamu membantuku?”

            “Waktu pertama keluar dari cangkang, aku kesulitan berdiri.  Kamulah orang yang menolongku hingga aku bisa berdiri. Kita lahir sudah tidak memiliki orang tua.  Aku merasa senasib denganmu.  Jadi apa yang terjadi denganmu aku merasakannya juga.”Tuturnya.

            Aku pun memeluknya sebagai tanda persahabatan. Terima kasih Oila telah menjadi bagian dari hidupku.  Meski tanpa orang tua kita tetap bisa mandiri dan berbudi.

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY36

 

 

 

 

 

 

 

           

 

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar