SAHABATKU
Oleh: Marchilia Damayanti
Berdua
bersama dengan sahabat membuatku merasa nyaman.
Pertama kali aku melihat dunia yang kujumpai adalah Oila. Teman-teman lainnya masih berada dalam
cangkang telur. Aku memperhatikan
sekelilingku, dari kejauhan terlihat seekor anak ayam berusaha berdiri. Aku berjalan mendekati untuk menolongnya.
“Tolong
aku,” katanya
“Iya,
sabar ya.”
Aku
berusaha membantunya berdiri dan…hap…hap…pelan-pelan ia sudah bisa berdiri
sendiri.
“Terima
kasih,” ucapnya
“Sama-sama.”
Tidak
ada seindah seperti yang kurasakan saat ini, bertemu dengan sahabat yang
teramat sangat berjasa. Pernah suatu
ketika aku mengalami hal buruk dalam kehidupan, yaitu menderita omphalitis (radang tali pusat). Penyebab omphalitis
adalah stress akibat perlakuan dari lingkungan.
Menurut dokter, ada suatu hormon yang muncul ketika mengalami stress. Hormon ini menyebabkan kuning telur (cadangan
makanan) yang seharusnya terserap oleh tubuh, tidak terserap dengan baik.
Sehingga tali pusat basah dan terkontaminasi kuman yang mengakibatkan
peradangan tali pusat.
Aku
pun diisolasi ke tempat yang berbeda dengan teman-teman lainnya. Oila tidak mau berpisah denganku. Teman-teman lainnya melarang Oila mengikuti
aku.
“Jangan
ikut Oila, nanti kamu ketularan lho.”
“Ih,
Oila. Di sini saja, emang kamu perawatnya?”
“Eh,
Oila memangnya enak merawat orang sakit.”
Begitulah
kalimat-kalimat yang meluncur dari teman-teman yang lain. Namun ia tetap
mengikuti ke tempat isolasi dan merawatku hingga sembuh. Aku sangat bersyukur
memiliki sahabat seperti Oila.
“Oila,
tolong ambilkan aku makanan,” pintaku pada Oila.
“Iya,
Oiler kamu harus banyak makan. Setelah itu minum air yang ada vitamin dan
antibiotiknya ya,”ucap Oila.
Demikianlah
hari-hari kulalui bersama Oila di tempat
isolasi. Ia sukarela menolongku, tanpa
mengharap imbalan apapun. Seakan
menyiratkan deritamu adalah deritaku, sedihmu adalah sedihku, akhirnya susah
senang kami bersama.
Suatu
hari aku bertanya kepada Oila, alasannya membantuku.
“Oila,
kenapa kamu membantuku?”
“Waktu
pertama keluar dari cangkang, aku kesulitan berdiri. Kamulah orang yang menolongku hingga aku bisa
berdiri. Kita lahir sudah tidak memiliki orang tua. Aku merasa senasib denganmu. Jadi apa yang terjadi denganmu aku
merasakannya juga.”Tuturnya.
Aku
pun memeluknya sebagai tanda persahabatan. Terima kasih Oila telah menjadi
bagian dari hidupku. Meski tanpa orang
tua kita tetap bisa mandiri dan berbudi.
#60HMB
#BATCH9
#DAY36
Tidak ada komentar:
Posting Komentar