Jumat, 11 Februari 2022

Makanan Favorit

Apa makanan kesukaanmu? Ketika ada yang menanyakan seperti itu maka setiap dari diri kita masing-masing pasti memiliki makanan kesukaan. Seperti burung hantu, makanan kesukaannya adalah tikus putih, burung kenari suka sayur dan buah-buahan segar, serta burung perkutut makanannya biji-bijian. Aku sendiri lebih suka makanan alami dari alam. Makananku biasanya dedak dan hijauan, tetapi jika berada di sawah aku lebih menyukai ikan-ikan kecil dan bekicot. Hhhm… kalau sudah berbicara tentang makanan aku langsung lapar dan membayangkan kenikmatan ketika menyantapnya. Tempat makan favorit kami adalah sawah yang ada kubangan airnya. Ketika berada di sawah biasanya kami langsung berpencar, masing-masing mencari makan. Tiba-tiba terdengar suara dari kejauhan. “Eiit, ini punyaku.” “Aku lebih dulu yang dapat.” “Aku dari tadi di sini.” “Tidak bisa, ini makananku.” Terlihat Item dan Iza beradu mulut saling rebut makanan. Masing-masing mempertahankan satu jenis makanan. Paruh Item dan Iza menggigit makanan yang sama. Terjadi saling tarik antara mereka. Item ke kiri dan Iza ke kanan. Mereka tidak mau melepaskan satu sama lain. Tarik menarik dengan arah yang berlawanan. Kejadian ini berlangsung cukup lama. Kami yang melihatnya segera mendekat dan berusaha memberi pengertian kepada keduanya. “Sudahlah kalian bagi dua saja makanan itu.” “Tidak mau aku yang duluan dapat,”kata Item. “Eh, enak saja, Aku duluan.” “Kalau kalian begini terus, kapan bisa makan?’ saranku “Ayo donk Item, Iza berbagi saja.” Untuk sesaat mereka berhenti tarik menarik, mungkin sudah kelelahan. Tenaga mereka mulai habis. “Begini saja, kalian letakkan terlbih dahulu makanan itu. Agar tenaga kalian pulih. Tidak ada yang boleh mengambilnya kecuali ada aba-aba dari aku.” Aku berusaha memberikan jalan keluar dari masalah ini. Akhirnya mereka menyetujuinya. Makanan pun mereka letakkan tepat di tengah. “Sekarang ambil nafas dalam-dalam,” pintaku. “Coba ucapkan syukur karena kalian masih bisa mendapatkan makanan.” “Mana yang lebih penting kebersamaan atau permusuhan?” Sejenak mereka terdiam dan tertunduk. Mereka mulai menyadari kesalahannya. “Alangkah baiknya makanan itu dibagi dua. Gimana Item? Iza setuju?” lanjutku lagi. Mereka menganggukkan kepala pertanda menyetujui keputusan yang telah diambil. Dengan sigap mereka membagi dua makanan yang diperebutkan tadi. “Maafkan aku Iza,” kata Item “Aku juga minta maaf Item,” ujar Iza “Nah gitu donk, berbagi akan menjadikan kita lebih tenang.” Mereka saling berjabat tangan. Kami melanjutkan kembali mencari makanan. #60HMB #BATCH9 #DAY39

Tidak ada komentar:

Posting Komentar