Sabtu, 12 Februari 2022

Bulu Ikal

 

BULU IKAL

Oleh:  Marchilia Damayanti

 

            Bingung plus senang akan bertemu teman-teman kembali.  Bingung, aku harus bernampilan seperti apa?  Pakai parfum yang mana? Senang? jangan bertanya lagi.  Aku sudah lama terpisah dengan teman-temanku karena dibawa oleh majikan ke pameran itik.  Seperti biasanya di daerah ini setiap tahun ada kontes itik dengan penampilan terbaik.  Kriteria penilaiannya adalah tubuh tegak, sehat, mata cerah, bulu halus dan mengkilat, kaki kokoh, serta paruh tertutup sempurna.  Berdasarkan kriteria-kriteria itu majikan membawaku ke kontes ini bersama beberapa teman lainnya.   Di kontes  kami  bertemu teman-teman dari daerah lain yang memiliki penampilan tidak kalah bagusnya. 

            Suasana kontes sangat meriah.  Sebelumnya majikanku memberi perlakukan berbeda dengan teman-teman lainnya.  Kami diberi makanan tertentu, vitamin dan antibiotik  supaya penampilan kami sesuai yang diharapkan.  Usaha tidak mengkhianati hasil, demikian sebuah kalimat yang biasa kita dengar.  Pada saat pengumuman tim kami mendapat Juara II.  Betapa senangnya aku dan teman-teman.   

            “Ikal, apa yang kamu rasakan?” Tanyaku dalam perjalanan pulang.

            “Aku sangat senang sekali.”

            “Luar biasa meriah ya, kontes tadi?”

            “Iya, banyak itik-itik yang memiliki penampilan hampir sempurna.”

            “Jika aku nanti terpilih  mewakili kontes tahun depan aku akan mempersiapkan lebih matang penampilanku.  Terutama buluku harus lebih mengkilat lagi,” ujar Ikal.

            Selama perjalanan pulang topik pembicaraan kami seputar kontes tadi.  Rupanya Ikal masih berkinginan untuk mengikuti kontes tahun depan.  Tidak terasa kami sudah sampai di kandang.  Kami disambut bak pahlawan.  Teman-teman menyiapkan acara syukuran kecil-kecilan. 

            “Selamat datang teman-teman,” kata Ija.

            “Kalian keren lho.”

            “Kalian memang luar biasa.”

            “Eh, aku masih mau ikut kontes lagi tahun depan lho….  Kalian tahu, aku belum puas dengan hasil yang aku dapat,” ujar Ikal

            “Aku akan berusaha lebih baik lagi.”

            “Aku akan terus merawat diri supaya buluku tetap terjaga.”

            Kami yang mendengar celoteh Ikal hanya bisa mengangguk dan memaklumi sikapnya. 

            Beberapa bulan sudah berselang dari acara kontes.  Aku melihat Ikal tertunduk lesu.  Bulunya berguguran hingga menampakkan kulitnya. 

            “Apa yang terjadi denganku.  Kenapa buluku rontok semua?  Tolong aku,” ucap Ikal

            “Aku jadi jelek dengan keadaaan seperti ini,” tambahnya lagi

            Aku sendiri terkejut melihat kondisi Ikal.  Aku pegang bulu yang melekat di badannya. Eh, rontok lagi.  Ikal benar-benar sedih.  Wajahnya lesu, aku berusaha menghibur Ikal agar jangan terlalu mengkhawatirkan penampilannya.

 

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY40

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

           

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar