BULU IKAL
Oleh: Marchilia Damayanti
Bingung
plus senang akan bertemu teman-teman kembali.
Bingung, aku harus bernampilan seperti apa? Pakai parfum yang mana? Senang? jangan
bertanya lagi. Aku sudah lama terpisah
dengan teman-temanku karena dibawa oleh majikan ke pameran itik. Seperti biasanya di daerah ini setiap tahun
ada kontes itik dengan penampilan terbaik.
Kriteria penilaiannya adalah tubuh tegak, sehat, mata cerah, bulu halus
dan mengkilat, kaki kokoh, serta paruh tertutup sempurna. Berdasarkan kriteria-kriteria itu majikan
membawaku ke kontes ini bersama beberapa teman lainnya. Di
kontes kami bertemu teman-teman dari daerah lain yang
memiliki penampilan tidak kalah bagusnya.
Suasana
kontes sangat meriah. Sebelumnya
majikanku memberi perlakukan berbeda dengan teman-teman lainnya. Kami diberi makanan tertentu, vitamin dan antibiotik supaya penampilan kami sesuai yang
diharapkan. Usaha tidak mengkhianati
hasil, demikian sebuah kalimat yang biasa kita dengar. Pada saat pengumuman tim kami mendapat Juara
II. Betapa senangnya aku dan
teman-teman.
“Ikal,
apa yang kamu rasakan?” Tanyaku dalam perjalanan pulang.
“Aku
sangat senang sekali.”
“Luar
biasa meriah ya, kontes tadi?”
“Iya,
banyak itik-itik yang memiliki penampilan hampir sempurna.”
“Jika
aku nanti terpilih mewakili kontes tahun
depan aku akan mempersiapkan lebih matang penampilanku. Terutama buluku harus lebih mengkilat lagi,”
ujar Ikal.
Selama
perjalanan pulang topik pembicaraan kami seputar kontes tadi. Rupanya Ikal masih berkinginan untuk
mengikuti kontes tahun depan. Tidak
terasa kami sudah sampai di kandang.
Kami disambut bak pahlawan. Teman-teman
menyiapkan acara syukuran kecil-kecilan.
“Selamat
datang teman-teman,” kata Ija.
“Kalian
keren lho.”
“Kalian
memang luar biasa.”
“Eh,
aku masih mau ikut kontes lagi tahun depan lho…. Kalian tahu, aku belum puas dengan hasil yang
aku dapat,” ujar Ikal
“Aku
akan berusaha lebih baik lagi.”
“Aku
akan terus merawat diri supaya buluku tetap terjaga.”
Kami
yang mendengar celoteh Ikal hanya bisa mengangguk dan memaklumi sikapnya.
Beberapa
bulan sudah berselang dari acara kontes.
Aku melihat Ikal tertunduk lesu.
Bulunya berguguran hingga menampakkan kulitnya.
“Apa
yang terjadi denganku. Kenapa buluku
rontok semua? Tolong aku,” ucap Ikal
“Aku
jadi jelek dengan keadaaan seperti ini,” tambahnya lagi
Aku
sendiri terkejut melihat kondisi Ikal. Aku
pegang bulu yang melekat di badannya. Eh, rontok lagi. Ikal benar-benar sedih. Wajahnya lesu, aku berusaha menghibur Ikal
agar jangan terlalu mengkhawatirkan penampilannya.
#60HMB
#BATCH9
#DAY40
Tidak ada komentar:
Posting Komentar