Jumat, 18 Februari 2022

SELAMAT JALAN IJA

 

SELAMAT JALAN IJA

 

            Mendung kian menggelayut di atas awan, menandakan hujan akan segera turun.  Aku sengaja menikmati suasana ini dengan menatap ke arah sekawanan awan yang  terlihat bergerak karena tiupan angin.  Pikiranku tertuju kepada Ija kawanku yang berbeda gerombolan penggembalaan.  Sesekali kita bertemu jika gerombolannya berada pada wilayah yang sama denganku. Ija sangat baik kepadaku, ia selalu menanyakan kabarku ketika berjumpa.  Sebagai seekor itik kami menyukai tempat yang luas dan sering berada di sana.  Walaupun luas kami selalu saling mencari  satu sama lain.  Ada rasa kangen karena jarang bertemu. 

            Pada saat berjumpa kami selalu membicarakan segala sesuatu yang menarik tentang pengalamanku ataupun pengalamannya.  Cerita tentang pengalaman lucu, sedih ataupun gembira selalu menghiasi pembicaraan kita.  Terkadang tanpa kami sadari, karena keasyikan bercerita rombongan sudah bergerak akan pulang.

            “Ija kalau kamu kelak mau jadi apa?’ tanyaku.

            “Aku akan menjadi orang yang suka menolong sesama, seperti para relawan.”

            “Kenapa kamu tertarik menjadi relawan?”

            “Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi, aku ingin berbuat baik kepada sesama. Aku suka melihat kebahagiaan. Aku bahagia ketika yang lain juga bahagia.  Aku sedih jika ada yang merasa sedih.”

            Waaah, sungguh mulia hatimu Ija.  Betapa aku beruntung bisa berteman dengan Ija.  Di zaman sekarang ini tidak banyak yang memiliki sifat sepertimu.  Kamu begitu tulus memiliki keinginan yang sangat terpuji.

       Beberapa hari setelah pembicaraan itu, aku tidak pernah melihat lagi Ija.  Setiap kali rombongannya bertemu dengan rombonganku, aku mencarinya tetapi tidak pernah kujumpai dia. 

            Hari berganti hari, minggu hingga bulan, Ija menghilang entah kemana.  Rasa penasaranku sudah tak terbendung lagi. Aku mulai mencari tahu keberadaan Ija kepada teman-temannya. 

            “Iba, dimana Ija kok tidak pernah terlihat?”

            “Aku juga tidak tahu kemana. Beberapa bulan yang lalu masih bersama kami. Coba kamu tanya teman yang lain” jawabnya

            Aku bergegas menemui salah satu teman Ija.  Kutanya kemana Ija selama ini.  Jawaban yang aku dapatkan sungguh mengejutkan.. Aku duduk lemas terkulai, air mataku tak terbendung lagi. Ija ma’afkan aku.  Semoga dirimu bahagia di sana, do’aku menyertaimu.

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY46

           

           

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar