SELAMAT JALAN IJA
Mendung
kian menggelayut di atas awan, menandakan hujan akan segera turun. Aku sengaja menikmati suasana ini dengan
menatap ke arah sekawanan awan yang terlihat bergerak karena tiupan angin. Pikiranku tertuju kepada Ija kawanku yang
berbeda gerombolan penggembalaan.
Sesekali kita bertemu jika gerombolannya berada pada wilayah yang sama
denganku. Ija sangat baik kepadaku, ia selalu menanyakan kabarku ketika berjumpa. Sebagai seekor itik kami menyukai tempat yang
luas dan sering berada di sana. Walaupun
luas kami selalu saling mencari satu
sama lain. Ada rasa kangen karena jarang
bertemu.
Pada
saat berjumpa kami selalu membicarakan segala sesuatu yang menarik tentang
pengalamanku ataupun pengalamannya. Cerita
tentang pengalaman lucu, sedih ataupun gembira selalu menghiasi pembicaraan
kita. Terkadang tanpa kami sadari,
karena keasyikan bercerita rombongan sudah bergerak akan pulang.
“Ija
kalau kamu kelak mau jadi apa?’ tanyaku.
“Aku
akan menjadi orang yang suka menolong sesama, seperti para relawan.”
“Kenapa
kamu tertarik menjadi relawan?”
“Aku
tidak memiliki siapa-siapa lagi, aku ingin berbuat baik kepada sesama. Aku suka
melihat kebahagiaan. Aku bahagia ketika yang lain juga bahagia. Aku sedih jika ada yang merasa sedih.”
Waaah,
sungguh mulia hatimu Ija. Betapa aku beruntung
bisa berteman dengan Ija. Di zaman sekarang
ini tidak banyak yang memiliki sifat sepertimu.
Kamu begitu tulus memiliki keinginan yang sangat terpuji.
Beberapa
hari setelah pembicaraan itu, aku tidak pernah melihat lagi Ija. Setiap kali rombongannya bertemu dengan
rombonganku, aku mencarinya tetapi tidak pernah kujumpai dia.
Hari
berganti hari, minggu hingga bulan, Ija menghilang entah kemana. Rasa penasaranku sudah tak terbendung lagi. Aku
mulai mencari tahu keberadaan Ija kepada teman-temannya.
“Iba,
dimana Ija kok tidak pernah terlihat?”
“Aku
juga tidak tahu kemana. Beberapa bulan yang lalu masih bersama kami. Coba kamu tanya
teman yang lain” jawabnya
Aku
bergegas menemui salah satu teman Ija.
Kutanya kemana Ija selama ini.
Jawaban yang aku dapatkan sungguh mengejutkan.. Aku duduk lemas
terkulai, air mataku tak terbendung lagi. Ija ma’afkan aku. Semoga dirimu bahagia di sana, do’aku
menyertaimu.
#60HMB
#BATCH9
#DAY46
Tidak ada komentar:
Posting Komentar