Senin, 07 Februari 2022

 

TEGANG

Oleh: Marchilia Damayanti

            Hebat, sungguh hebat,  nyalinya luar biasa.  Keberaniannya melakukan sesuatu yang ekstrim patut diacungi jempol.  Oilu mempertontonkan kemampuannya seolah tidak ada beban, seperti hal yang biasa.  Tantangan kali ini adalah makan sebanyak-banyaknya.  Peserta tantangan terdiri dari Oili, Oila, Oilu, Oilup, dan Oilo.  Begitulah kami ayam yang suka makan sehingga tubuh kami cepat besar dan gemuk. 

            “Ayooo…ayo….ayo…!” Teman-teman menyemangati peserta lomba makan.  Aku sendiri sebagai panitia tidak kalah tegang dan semangat.  Sudah beberapa kali kami mengadakan lomba makan seperti ini.  Sambutan luar biasa dari teman-teman membuat kami sering mengadakan lomba.  Ketersediaan  makanan di kandang  tak terbatas sehingga kami bisa makan sepuasnya.

            Oilu berhenti sejenak memperhatikan peserta lomba lainnya.  Ia mengatur nafas sesaat dan kembali mamatuk makanan yang sudah disiapkan.  Demikian juga peserta lomba makan lainnya.  Pengalaman Oilu mengatur strategi cara makan patut ditiru.  Gaya santainya ketika makan menyiratkan sudah terbiasa melakukan hal ini.

            “Oili…apa yang kamu lakukan?” Tanyaku.

            “Ah…tidak, aku hanya ingin minum dulu.  Kerongkonganku mulai penuh ” kata Oili terbata.

            “Ooooo, baiklah.”

            Waktu hampir habis, para peserta semakin semangat melahap makanan.  Oilup terlihat gugup dan akhirnya menyerah. 

            “Kamu kenapa Oilup?”

            “Aku tersedak dan hampir tidak bisa bernafas,” katanya

            “Kalau begitu kamu minum dulu dan menenangkan diri tidak usah melanjutkan perlombaan lagi,” saranku.

            Oilup menyetujui saranku kemudian ia menepi, menarik diri dari kerumunan.  Wajahnya tampak pucat.  Aku mendekatinya,” Kamu tidak apa-apa Oilup?”

            “Sedikit lemas Oiler,” katanya.

            “Tenangkan dirimu,”

            “Iya aku beristirahat di sana saja.”

            Aku terus mendampinginya khawatir jika terjadi apa-apa dengan Oilup.  Tidak lupa aku memberinya air minum ketika ia membutuhkannya. 

            “Hik…hik…,”

            Oilup mengeluarkan suara yang membuatku panik. 

            “Oilup…Oilup…kamu baik-baik saja kan?”

            ”Minta… air… Oiler,” tuturnya lirih

            Aku menyodorkan air minum yang ada di tangan kepada Oilup.  Oilup dengan segera meminumnya.  Tidak lama kemudian ia menyandarkan tubuhnya ke dinding.  Wajanya terlihat pucat pasi.

            Perlombaan sudah usai. Aku mulai khawatir dengan kondisi Oilup.  Aku memanggil beberapa teman untuk berdiskusi mengenai keadaannya.

            “Kita pijat,” usul Oila

            “Kita beri obat saja.”

            “Kita biarkan dulu ia istirahat.”

            Kami mencoba melakukan apa yang disarankan oleh teman-teman.  Alhamdulillah keadaaan Oilup sudah mulai membaik.  Berangsur-angsur wajahnya mulai memerah kembali, pernafasannya sudah normal.  Perlahan ia berdiri dan tersenyum nyengir menahan nyeri.

            “Hati-hati Oilup, pelan-pelan saja,” kataku.

            Aku sebagai panitia perlombaan yang semula sangat cemas menjadi lega  melihat kesehatan Oilup berlangsung pulih kembali.  Syukurlah…

 

#60HMB

#BATCH9

#DAY35

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar