Kamis, 10 Februari 2022
IPAL SI PEMALU
Oleh: Marchilia Damayanti
Sungguh indah suara Ipal. Ipal yang aku kenal selama ini sebagai sosok pendiam menunjukkan kemampuannya di ajang lomba menyanyi kali ini. Sosok yang benar-benar rendah hati. Ia memang kurang suka bergaul dengan teman-teman, boleh kami mengatakan ia adalah pemalu. Namun aku tidak menyangka ia menyimpan potensi yang luar biasa.
Seperti hari-hari yang berlalu, kami selalu melakukan aktivitas bersama. Iza salah seorang temanku yang selalu memiliki ide cemerlang berusaha melakukan sesuatu. Ipal yang pemalu selalu menjaga jarak dengan kami. Iza kemudian memanggil Ipal untuk mendekat. Tetapi dari kejauhan Ipal hanya tersenyum dan tidak mau beringsut sedikitpun dari tempatnya.
“Ipal, sini! Nyanyi donk... kami seperti tidak semangat jika tidak ada suaramu.”
“Iya, Ipal. Ayo nyanyi untuk kami.” Seru teman-teman lainnya.
Sekali lagi Ipal hanya tersenyum saja. Kami menjadi gemas dibuatnya. Segala bujuk rayu kami lontarkan. Ada yang menarik-narik Ipal untuk tampil, ada yang memberi iming-iming sesuatu, dan bahkan sampai mengangkatnya. Ipal hanya diam. Ipal...Ipal...aku menggelengkan kepala.
Iza kemudian mencari akal agar Ipal mau bernyanyi. Tidak berselang lama Iza sudah kembali membawa sesuatu.
“Eh, teman-teman, kita kasik Ipal ini,” ucapnya sambil menunjukkan sesuatu.
“Apa itu Iza?”
“Sebuah hadiah untuk Ipal.”
“Kita pura-pura mengadakan lomba menyanyi. Pesertanya dari kita-kita saja.”
“Ayo siapa yang mandaftar?”
Kami pun mendaftar beramai-ramai. Kami menyadari tidak memiliki suara sebagus Ipal. Tetapi tujuan kami adalah memotivasi Ipal untuk bernyanyi.
“Suaraku jelek, aku gak bisa nyanyi,”ujar Ipet.
“Aku juga, nanti yang lain pada tutup mata, eh, telinga dink.”kata Iwa.
“Sudah tidak apa-apa, tampil saja.”
Setelah mendengar pengumuman itu Ipal dengan segera mendaftar juga. Kami sangat senang melihatnya. Yap, Ipal ini tipe pemalu yang harus dimotivasi dengan hal-hal seperti ini.
“Eh, Ipal tuh mendaftar,” kata Iwa
“Mau nyanyi lagu apa Ipal?” Tanya Iza
Ipal mengatakan sesuatu, hanya Iza yang mengetahuinya.
“Yak silakan Ipal menyanyi.”
Ipal pun menyanyikan sebuah lagu. Kami yang sedang bergerombol di samping panggung terkejut ketika terdengar suara sangat merdu di atas panggung. Semua mengalihkan pandangan ke arah Ipal. Luar biasa Ipal ini. Aku bertanya-tanya dalam hati, mengapa Ipal jarang bersuara ya... padahal suaranya bagus.
#60HMB
#BATCH9
#DAY38
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar