AKU TERSESAT
Ipal
dan aku memiliki kesamaan sifat yaitu menyukai eksplorasi. Suka menggali sesuatu yang baru.
Ketika melihat keanehan di sekitar kami maka langsung ada keinginan
untuk mencari tahu. Kesamaan inilah yang
membuat kami sering berdiskusi dan saling berbagi pengetahuan. Tidak ada yang lebih indah manakala ada yang
belum kami ketahui lalu dapat menemukan rahasianya. Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri. Rasa puas terpancar di mata kami.
Begitu
banyak rahasia yang belum terungkap di lingkungan kami tinggal. Semakin penasaran pula kami dibuatnya. Keingintahuan yang menggebu terkadang
melupakan segalanya. Pernah suatu ketika
kami sedang melakukan eksplorasi. Tiba-tiba
perutku berbunyi seperti irama keroncong.
Aku kemudian berkata kepada Ipal,”Ipal, kenapa perutku berbunyi seperti
itu?”
“Itu
namanya lapar. Waduh, sudah sore ini. Waktunya kita pulang. Kita sampai lupa kalau kita belum makan dari
pagi.” Serunya
“Ya,
ampuuuun Ipal…Ipal….benar katamu. Pagi
tadi aku sarapan Cuma sedikit. Buru-buru
karena dirimu sudah memanggilku berulang-ulang.”
Ya,
pagi tadi Ipal datang ke rumah, aku sedang sarapan. Ia mengajakku melakukan eksplorasi terhadap
sesuatu, maka tanpa berpikir panjang aku langsung berdiri dan tidak
menghabiskan makananku. Sekarang bayangan
makanan itu kembali menari-nari di pelupuk mataku. Duuh.. enaknya seandainya tadi aku
menghabiskannya. Cepat-cepat aku
mengajak Ipal pulang.
Hari
ini kami melanjutkan pencarian sesuatu yang agak jauh dari rumah kami. Ipal tidak sabar ingin mengetahui
hasilnya. Perjalanan begitu
menyenangkan, tanaman dan semak belukar menghiasi kanan kiri jalan. Aku sangat senang melihat sesuatu yang
hijau-hijau. Bagiku ini adalah karunia
Tuhan yang sangat besar. Betapa tidak,
dari sebiji atau sebatang tunas bisa menjadi tanaman dan pohon yang bisa kita
manfaatkan. Seperti tanaman talas, tampak sepintas hanya tanaman biasa yang
tumbuh di daerah berair atau lembab bersama semak belukar lainnya. Sehingga orang tidak mengira bahwa tanaman
ini selain umbi, batangnya pun bisa dimakan.
Ketika
aku melewati tanah gersang dan kering aku melihat pohon kaktus berdiri tegak.
Pohon kaktus ini berduri sehingga kita harus berhati-hati jika berada di
dekatnya. Kaktus ini ternyata bisa dimakan dengan
menghilangkan terlebih dahulu duri-durinya.
Buahnya juga bisa dimakan seperti buah naga. Sungguh sebuah nikmat yang harus kita
syukuri. Banyak dari kita yang menyangka
kaktus ini tidak dapat dimakan. Tuhan Maha Besar, menciptakan segala sesuatu
pasti ada manfaatnya.
“Eh,
dimana aku sekarang?” Gumamku. Aku
memanggil Ipal tapi tidak ada suara.
“Ipal…Ipal…dimana
dirimu. Tolong aku, aku tersesat!”
Namun
aku tidak mendengar suara Ipal. Ya
Tuhan, dimana aku sekarang? Aku terus
berusaha mencari jalan keluar dengan menyususri jalan setapak. Kutelususri jalan tanpa mengenal lelah,
hingga aku menemukan sebuah pondok.
Terlihat Ipal sedang duduk memakan sesuatu.
“Ipal…Ipal….”
Panggilku
Ia
hanya menoleh sembari tersenyum.
#60HMB
#BATCH9
#DAY43
Tidak ada komentar:
Posting Komentar