Selasa, 15 Februari 2022

AKU TERSESAT

 

 AKU TERSESAT

 

            Ipal dan aku memiliki kesamaan sifat yaitu menyukai eksplorasi.  Suka menggali sesuatu  yang baru.  Ketika melihat keanehan di sekitar kami maka langsung ada keinginan untuk mencari tahu.  Kesamaan inilah yang membuat kami sering berdiskusi dan saling berbagi pengetahuan.  Tidak ada yang lebih indah manakala ada yang belum kami ketahui lalu dapat menemukan rahasianya.  Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri.  Rasa puas terpancar di mata kami.

            Begitu banyak rahasia yang belum terungkap di lingkungan kami tinggal.  Semakin penasaran pula kami dibuatnya.  Keingintahuan yang menggebu terkadang melupakan segalanya.  Pernah suatu ketika kami sedang melakukan eksplorasi.  Tiba-tiba perutku berbunyi seperti irama keroncong.  Aku kemudian berkata kepada Ipal,”Ipal, kenapa perutku berbunyi seperti itu?”

            “Itu namanya lapar. Waduh, sudah sore ini. Waktunya kita pulang.  Kita sampai lupa kalau kita belum makan dari pagi.” Serunya

            “Ya, ampuuuun Ipal…Ipal….benar katamu.  Pagi tadi aku sarapan Cuma sedikit.  Buru-buru karena dirimu sudah memanggilku berulang-ulang.”

            Ya, pagi tadi Ipal datang ke rumah, aku sedang sarapan.  Ia mengajakku melakukan eksplorasi terhadap sesuatu, maka tanpa berpikir panjang aku langsung berdiri dan tidak menghabiskan makananku.  Sekarang bayangan makanan itu kembali menari-nari di pelupuk mataku.  Duuh.. enaknya seandainya tadi aku menghabiskannya.  Cepat-cepat aku mengajak Ipal pulang.

            Hari ini kami melanjutkan pencarian sesuatu yang agak jauh dari rumah kami.  Ipal tidak sabar ingin mengetahui hasilnya.  Perjalanan begitu menyenangkan, tanaman dan semak belukar menghiasi kanan kiri jalan.  Aku sangat senang melihat sesuatu yang hijau-hijau.  Bagiku ini adalah karunia Tuhan yang sangat besar.  Betapa tidak, dari sebiji atau sebatang tunas bisa menjadi tanaman dan pohon yang bisa kita manfaatkan. Seperti tanaman talas, tampak sepintas hanya tanaman biasa yang tumbuh di daerah berair atau lembab bersama semak belukar lainnya.  Sehingga orang tidak mengira bahwa tanaman ini selain umbi, batangnya pun bisa dimakan. 

            Ketika aku melewati tanah gersang dan kering aku melihat pohon kaktus berdiri tegak. Pohon kaktus ini berduri sehingga kita harus berhati-hati jika berada di dekatnya.   Kaktus ini ternyata bisa dimakan dengan menghilangkan terlebih dahulu duri-durinya.  Buahnya juga bisa dimakan seperti buah naga.  Sungguh sebuah nikmat yang harus kita syukuri.  Banyak dari kita yang menyangka kaktus ini tidak dapat dimakan. Tuhan Maha Besar, menciptakan segala sesuatu pasti ada manfaatnya.

            “Eh, dimana aku sekarang?” Gumamku.  Aku memanggil Ipal tapi tidak ada suara.

            “Ipal…Ipal…dimana dirimu.  Tolong aku, aku tersesat!”

            Namun aku tidak mendengar suara Ipal.  Ya Tuhan, dimana aku sekarang?  Aku terus berusaha mencari jalan keluar dengan menyususri jalan setapak.  Kutelususri jalan tanpa mengenal lelah, hingga aku menemukan sebuah pondok.  Terlihat Ipal sedang duduk memakan sesuatu. 

            “Ipal…Ipal….” Panggilku

            Ia hanya menoleh sembari tersenyum.

#60HMB

#BATCH9

#DAY43

           

           

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar