JAGA KEBERSIHAN MAKANAN
Hujan
begitu lebat dan berlangsung lama.
Seluruh area kandang menjadi basah dan becek. Udara di dalam dan luar kandang sangat
dingin. Kami lebih memilih berlindung di
dalam kandang dibandingkan berada di luar kandang. Ini untuk menjaga agar kami tetap dalam
keadaan sehat. Udara dingin bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Jika sudah tiba musim penghujan kami harus
lebih ekstra menjaga kesehatan tubuh.
Biasanya kami diberi minum jamu untuk menjaga imun tubuh.
Sedang
asyiknya bergerombol untuk menghangatkan tubuh dengan teman-teman, aku melihat
Iga tertunduk lesu menyendiri di sudut kandang.
Aku memanggilnya berulang kali tetapi ia tetap tidak mau menoleh.
“Iga,
ayo sini berkumpul dengan kami.”
“Ayo,
Iga sini!” seru yang lain
Tetapi
ia bergeming tetap berada di tempatnya.
Kepalanya tertunduk dan bulunya terkulai. Matanya sayu menatap kami, tidak ada semangat
seperti biasanya. Aku mulai
mengkhawatirkan keadaannya. Iga yang
biasanya selalu membuat suasana ceria, tiba-tiba diam tanpa ekspresi di
wajahnya. Semakin lama aku
memperhatikannya semakin tertunduk lemas dirinya. Paruhnya sudah mendekati tanah, sayapnya hampir
menutupi kakinya yang panjang. Kakinya juga seperti tidak mampu lagi menopang
badannya. Dan…Brug… terdengar suara dari tempat Iga berdiri.
Aku
dan teman-teman segera menolong Iga lalu membopongnya ke tempat yang lebih
kering. Teman-teman segera menyiapkan
alas agar ia dapat berbaring dengan nyaman.
Setelah situasi terkendali maka kami segera memberikan air minum untuk
memulihkan kesadaran Iga.
“Iga,
minum dulu air ini.”
“Iga…Iga…bangun,
ayo minum dulu airnya,” kata Ika
Dengan
susah payah ia mengangkat kepalanya dan sedikit demi sedikit meminum air yang
sudah kami siapkan. Kamipun menjadi lega
karena Iga sudah mulai sadar kembali.
Kami ingin mengetahui apa yang dirasakan Iga.
“Bolehkah
kami tahu, apa yang kamu rasakan Iga?”
“Katakan
kepada kami siapa tahu kami bisa membantumu.”
Meski
masih lemas, Iga berusaha sekuat tenaga untuk berbicara.
“Perutku
sakit, mules dan mual,” ujarnya
“Kamu
tadi makan apa?” tanyaku
Ia
belum mau menjawab pertanyaanku, matanya menerawang, berusaha mengingat makanan
apa yang masuk ke dalam tubuhnya. Sesaat
kami juga terdiam menunggu jawaban dari Iga.
“Aku
kemarin makan makanan yang kurang
bersih. Aku kelaparan, sehingga aku makan apa saja yang dapat mengenyangkan
perutku. Makanan itu aku dapatkan dari
tempat sampah. Mungkin makanan itu sudah basi dan terdapat cacing atau bakteri
penyebab penyakit.”
Iga
menjelaskan kronologis kejadian hingga dirinya jatuh sakit. Kami semua mendengarkan dengan seksama
penjelasan Iga.
“Ooo…begitu,”
jawab kami serempak. Iga tersenyum
melihat kekompakan kami.
“Kalau
begitu minum dulu obat ini,” kataku sambil menyodorkan obat sakit perut.
“Lain
kali kalau mau makan dilihat dulu ya Ga, makanannya bersih atau tidak.” nasehat
teman-teman kepada Iga. Iga hanya
mengangguk lesu sambil tersenyum.
#60HMB
#BATCH9
#DAY48
Tidak ada komentar:
Posting Komentar